yth netters,
ingat pengobatan dengan air seni yang dibahas saudara Klara,saya jadi
teringat cerita nenek saya:
Jaman dulu nenek saya masih kanak2 ,jika ada saudara /atau dia sendiri
sakit -panas tinggi
(mungkin karena tinggal di desa / belum mengerti tentang kesehatanatau
sekedar kepercayaan)
jika ada diantara saudaranya atau dia sendiri sakit /panas tinggi mereka
akan disiram dengan
air pipis ibunya/pagi2 atau kencing waktu pagi hari.
Dengan harapan air yang disiramkan itu dapat terminum meski hanya
sedikit
(ihhhhh ...padahal saya sendiri jijik membayangkannya )
tapi boleh percaya atau tidak ,katanya panasnya kontan turun drastis
alias sembuh.....
Sekian infonya dan boleh dicoba jika berminat (maaf).....
Salam
Mamik/ mama Ghifari
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
> -----Original Message-----
> From: -->kLaRA [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: 26 Mei 2000 10:19
> To: balitaMilist; becakBentong; adheEvil; marinamakarena; silvi;
> iin; widineXia; sisil; arta'; [EMAIL PROTECTED]; kangADEN; rechil;
> ateh; cempluk
> Subject: [balita-anda] Fw: [aksek_tarakanita] INFO...air seni utk
> pengobatan
>
>
> ----- Original Message -----
> From: Dita Rizky Paramita <[EMAIL PROTECTED]>
> To: Tarakanita (E-mail) <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Friday, May 26, 2000 8:32 AM
> Subject: [aksek_tarakanita] INFO...air seni utk pengobatan
>
>
> > Air seni... bukan seni melukis, drama, menari atau yang bersangkutan
> > dengan
> > mata kuliah yang ada di IKJ deh! kalaupun ada, yach adanya di
> pelajaran
> > biologi!?! nah seni yang satu ini biasanya disebut juga urine atau
> kalau
> > anak kecil bilang mah.. "pipis" gitu!!!
> >
> > nah ternyata juga, seni yang berbentuk air ini, mujarab lho untuk
> > penyembuhan! penyakit apapun dapat disembuhkan! penyembuhan atau
> terapi
> > ini
> > sudah dilakukan di India, sejak sekitar lima ribu tahun yang lalu.
> > Masyarakat di Eropah juga sudah mengenalnya sejak empat ribu tahun
> yang
> > lalu. Namun, di daratan Cina baru dikenal sejak seribu tujuh ratus
> tahun
> > yang lalu, sedang di Jepang baru tujuh ratus tahun yang lalu dan
> hingga
> > kini
> > masih dijalankan oleh sebagian masyarakat.
> >
> > Di dalam literatur Cina kuno, Shang Han Lun yang ditulis oleh Chang
> Yi
> > pada
> > zaman Dinasti Han seribu tujuh ratus tahun lalu, terdapat catatan
> terapi
> > dengan air seni yang konon berkhasiat untuk melancarkan peredaran
> darah,
> > penenang, dan dapat menghilangkan panas dalam, mata merah, bengkak,
> > serta
> > luka terpukul.
> >
> > Menurut Prof. Hembing (yang sering kita lihat di televisi tuh!) air
> seni
> > berasal dari darah yang disaring dalam ginjal. Karenanya, air seni
> juga
> > mengandung zat-zat antibodi yang merupakan tonik untuk sel-sel dalam
> > jaringan tubuh, melancarkan peredaran darah, berfungsi sebagai
> analgesik
> > (mengurangi nyeri) serta menetralkan racun-racun, menjaga
> keseimbangan
> > organ-organ dalam tubuh, mengaktifkan sel-sel yang sudah lemas,
> sehingga
> > meningkatkan daya penyembuhan dan stamina tubuh. Di dalam air seni
> > terdapat
> > urea, uric acid, kalium, kalsium, magnesium, chloride, hidrogen,
> ion,
> > hormon, ferment, protein, dan lain-lain sebanyak sekitar dua ratus
> zat
> > yang
> > berguna bagi tubuh manusia.
> >
> > Dua ilmuwan Jepang, DR. Nakao Ryoichi dan Prof. DR. Nishida Hiroshi
> > membuktikan pula kemanjuran air seni dalam menumpas berbagai
> penyakit.
> > Mereka menerangkan bahwa unsur-unsur yang terkandung dalam air seni,
> > setelah
> > melalui berbagai proses alamiah di dalam tubuh, ada yang dapat
> menumpas
> > bakteri, dan memperkuat daya tahan tubuh. Adapula yang kemudian
> menjadi
> > protein dan sebagainya. Kalaupun ada zat yang dianggap berbahaya,
> > seperti
> > amoniak, zat-zat tersebut akan dilarutkan dalam pencernaan, sehingga
> > pengguna terapi urine ini tidak perlu takut kesehatannya terganggu.
> >
> > Menurut seseorang yang pernah menjalani terapi ini (yaitu T.L.
> > Hutagalung),
> > air seni tersebut diminum pada pagi hari dan malam hari sebelum
> tidur
> > dengan
> > dosis masing-masing satu sloki (sebesar cangkir untuk perjamuan
> kudus).
> > Biasanya seminggu setelah terapi, reaksinya adalah perut akan
> > murus-murus
> > seperti habis makan obat pencahar broklax. Fase tersebut menurut DR.
> > Iwan T.
> > Budiarso merupakan pembersihan (cleansing), lewat diare itulah
> > racun-racun
> > dari tubuh keluar hingga tubuh menjadi bersih. Memang setelah itu,
> diare
> > berhenti, dan tubuh terasa enteng. Sesudah kira-kira dua minggu
> minum
> > urine,
> > penyakit yang diderita akan mulai menunjukan kesembuhannya. Dosispun
> > bisa
> > ditambahkan, misalnya dari yang dua ratus cc menjadi tiga ratus cc,
> atau
> > yang biasanya dua kali sehari, bisa menjadi tiga kali sehari,
> tergantung
> > kemampuan dan kemauan untuk sembuh. Namun jangan lupa juga untuk
> selalu
> > berdoa pada Tuhan, mohon kesembuhan padaNya, agar penyakit yang
> > bersarang di
> > tubuh kita diangkat. Dari rahmatNya, kita disembuhkan.
> >
> > Dalam ulasan Prof. Hembing, beliau menyarankan bahwa bagi mereka
> yang
> > belum
> > kuat minum urine karena rasa dan baunya, (oh iyah kata yang udah
> pernah
> > nyobain... rasanya asin?!?!?) urine tersebut boleh juga dicampur
> dengan
> > juice buah dari buah apapun, namun bagi yang kuat... langsung saja
> > diminum... assyiiik khan jack?!?! asin!!!!! Bila ingin... dapat
> pula
> > dibalurkan ke bagian tubuh seperti kulit pada tangan atau kaki
> begitu
> > juga
> > leher yang berwarna kehitam-hitaman karena terbakar matahari atau
> karena
> > apa
> > saja, bila dioleskan lama kelamaan akan mengelupas dan bersih.
> >
> > Tips-tips dari para peminum air seni / urine / "pipis" ini, apabila
> > sudah
> > pernah mencobanya jangan sekali-kali untuk berhenti meminumnya,
> karena
> > untuk
> > memulainya kembali akan menjadi lebih sulit.
> >
> > Dengan minum "pipis" ini :-P gairah hidup akan bertambah dan
> lebih
> > bersemangat dalam menjalani hidup ini (tentu saja... badan sehat
> sih!).
> > Hayo... berani?! berani senekat itu minum "pipis" kamu sendiri?!?!
> --->
> > siapa takut!!!! Hidup "Pipis" eh..... urine!!!!.
> >
> >
> > Sumber: Nirmala edisi Mei 2000
> >
> > PS. hanya saran kecil nih.....bagi penderita diabetes (kencing
> manis)
> > lebih
> > baik konsultasikan dulu kepada dokter yang bersangkutan.
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> ----------------------------------------------------------------------
> --
> > Old school buds here:
> > http://click.egroups.com/1/4057/4/_/25730/_/959310624/
> >
> ----------------------------------------------------------------------
> --
> >
>
>
> >> Pusing milih POP3 atau web mail? mail.telkom.net solusinya <<
> >> Belanja Info & Keperluan Balita? Klik, http://www.balitanet.or.id
> >> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
> Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
> Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>> Pusing milih POP3 atau web mail? mail.telkom.net solusinya <<
>> Belanja Info & Keperluan Balita? Klik, http://www.balitanet.or.id
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]