From: Yuzalita,Hana,JAKARTA,BEC <[EMAIL PROTECTED]>
To: '[EMAIL PROTECTED]' <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Friday, June 02, 2000 09:29
Subject: RE: [balita-anda] Susu Bayi
Hallo Mbak Hana Yuzalita
Terima kasih atas respon baliknya ya ....
*****Saya dari teknik industri, tapi sayangnya saya tidak bekerja di bagian
financial analyst yang nota bene di company saya, mereka lah yang menentukan
harga jual.
#####Untuk memprediksi harga jual sebuah produk tidak harus terjun ke dalam
divisi yang terkait. Dalam sata satu bidang "Tehnik Industri" pun ada kiat
untuk itu. Yang penting mempunyai data base dari bahan2 terkait secara
lengkap.
Apakah memprediksi harga goreng pisang di Manado - misalkan - kita dari
Jakarta harus pergi dulu ke manado. Cukup mengetahui harga bahan di sana
seperti terigu, pisang, dan minyak goreng di sana, plus daya beli masyarakat
di sana untuk jajanan, plus data lainnya yang saya rasa bisa dilalui melalui
jalur komunikasi legal yang ada.
*****Sebagai gambaran kasar mungkin bapak bisa lihat berapa banyak komponen
yang terdapat dalam sekaleng susu (deklarasinya ada di kemasan product) tapi
itu hanya sebagian kecil saja karena itu hanya yang berkaitan dengan
kandungan gizi.
#####Sebenarnya saya kan tidak menyuruh ibu2 di sini untuk membuat susu bayi
dengan komponen kandungan gizi sebagaimana susu bayi dalam kaleng. Saya
hanya mengajak ibu2 di sini berpikir tentang perbandingan antara ongkos
produksi dan harga jual. Ya sekedar memperluas wacana keilmuan tentang
industri susu bayi ... apa salahnya. Siapa tahu dengan adanya diskusi ini
.... balita dari ibu2 di sini yang kelak mempunyai pabrik susu bayi.
Misalkan karena setelah diskusi ini, ada seorang ibu berkata kepada anaknya,
"Nak, ibu doakan, supaya kamu nanti jadi orang pintar, serta mendirikan
pabrik susu bayi". .
Semakin banyak pabrik susu bayi akhirnya harga susu bayi itu sendiri
turun harga sesuai hukum pasar, tanpa mengurangi kualitas kandungan gizi di
dalamnya.
Karena murahnya itu berarti tingkat kesehatan bayi di seluruh Indonesia
semakin meningkat kan.
*****Dalam kandungan gizi sendiri ada standard2 khusus international yang
tidak bisa dilewati artinya 100 gr susu minimal harus mengandung ini dan itu
sebanyak sekian2, itu semua sudah ada aturannya. Tambahan2 lainnya itu
adalah keunggulan masing2 product. Selain itu tentunya ada harga lain yang
harus di pertimbangkan seperti, packaging materialnya, labour cost, listrik,
delivery, not to mentioned about value added that it created, dll nya,
#####Nah ... dengan adanya keterangan ini saja ... berarti mungkin saja ada
ibu yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu. Sehingga mungkin saja berkata
dari hati, "Oooo ternyata saya membeli susu bayi itu bukan membeli isinya,
juga kalengnya, iklannya, pajaknya, dan lain-lain.
Dengan adanya kesadaran seperti dikalangan ibu-ibu ... siapa tahu ada
dari mereka mengajukan usulan kepada pemerintah untuk membuat susu bayi
standar internasional tetapi bersifat generik. Kalau perlu apresiasinya
disertai slogan : "UNTUK APA BELI KALENGNYA. YANG PENTING KAN ISINYA".
*****bahkan saya sering2 main e-mail begini mungkin secara enggak langsung
bisa menyebabkan harga product saya jadi mahal.
#####Ooooo belum tentu Mbak. Semakin banyak pakar Tehnik Industri memberikan
ilmunya tentang produk sehari-hari, khususnya susu bayi, berarti semakin
cerdaslah masyarakat Indonesia.
Setiap netter yang mengambil manfaat dari ilmu dari Mbak merupakan
sebuah kemuliaan bagi Mbak.
Salam,
Nasrullah Idris
----------------------
Bidang Studi : Reformasi Sains Matematika Teknologi
http://bdg.centrin.net.id/~acu
>> Pusing milih POP3 atau web mail? mail.telkom.net solusinya <<
>> Belanja Info & Keperluan Balita? Klik, http://www.balitanet.or.id
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]