BAYI  COLIC  (1)

Definisi dan Penyebabnya

 

Tak ada yang lebih menyayat hati orangtua bayi selain mendengar anaknya menangis tak 
henti-henti.  Salah satu penyebabnya adalah colic.

Colic adalah kram atau nyeri perut bayi yang sistem pencernaannya belum sempurna. 
Gejala ini sering muncul pada bayi yang diberi susu botol dan sensitif terhadap susu 
sapi. Bayi yang dilahirkan melalui persalinan sulit juga sering mengalami colic. 

Colic umumnya terjadi pada beberapa hari atau beberapa minggu setelah lahir. Saat 
colic, bayi sering meregangkan kedua kaki sambil menangis, terutama setelah makan. Ia 
bisa mengalami konstipasi atau terjadi perubahan warna tinjanya. Colic biasanya 
terjadi di sore hari. Jika parah bisa berlangsung hingga sepanjang malam, atau bahkan 
sepanjang hari. 

Apabila bayi masih minum air susu ibu (ASI), maka perlu juga memperhatikan makanan 
ibunya. Karena makanan ibu dapat mempengaruhi terjadinya colic melalui ASI. Jenis 
bahan makanan ini contohnya susu sapi, produk susu seperti keju dan lainnya, alkohol, 
teh, coklat dan kopi. Bumbu juga juga bisa menjadi pemicu colic, seperti cabe, lada, 
bawang Bombay dan bawang putih. Bahkan buah-buahan semacam jeruk, anggur, strawberry. 
Selain itu juga buah berbiji seperti ceri dan aprikot juga harus dihindari. 

Beberapa bayi yang diberi susu botol sering malah sensitif pada susu sapi. Jika Anda 
ingin mengganti susu formula bayi, jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter anak. 
Terutama bila ingin mencoba memberi susu formula dari kedelai. Karena meskipun banyak 
bayi yang cocok, namun susu ini bisa bersifat asam dan terlalu banyak kandungan 
gulanya. Ini tak baik bagi bayi.

Colic sering terjadi karena bayi tak sengaja menelan udara saat makan atau disusui. 
Jika bayi anda diberi susu botol, maka pastikan apakah lubang di mulut botol sudah 
sesuai bagi bayi. Jangan sampai bayi Anda sulit menghisap susu karena lubang yang 
terlalu besar atau terlalu kecil. Karena ini bisa menyebabkan ia tersedak dan menelan 
udara. Apabila terjadi colic, cobalah bereksperimen untuk mencari posisi menyusu yang 
nyaman dan cocok bagi bayi. Gendonglah ia dengan kepala tegak di bahu Anda setelah 
makan sampai ia merasa nyaman.    

Jika bayi Anda tampak haus dan berkeringat saat cuaca panas, berikan air matang dengan 
suhu normal, yang diminumkan melalui botol susu. Namun hal ini hanya bisa dilakukan 
jika ia sudah cukup diberi susu. Salah satu tandanya adalah berat badannya terus naik 
dan sering mengompol.   

Apabila bayi gelisah meskipun sudah disusui, berikan jari kelingking Anda atau empeng 
(dot tanpa botol) untuk ia hisap. Jika diberi susu, malah akan membuatnya mual dan 
memicu colic. Bahkan dalam kondisi menyusui biasa, sering terjadi pemberian ASI yang 
berlebihan. 

Cobalah untuk rileks saat menyusui bayi Anda, bacalah majalah atau buku. Bisa juga 
melakukannya sambil bersandar atau setengah berbaring di sofa yang nyaman. Nikmatilah 
saat santai ini. 

Ingat bahwa colic bayi tak akan berlangsung selamanya. Jika system pencernaannya sudah 
cukup kuat, hal ini akan hilang pada sekitar usia 3 bulan.

 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
kLaRA
Content Div.
www.indoexchange.com
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kirim email ke