FYI (Dari situs Keluarga Bahagia Indonesia)

Sumber : Buku Catatan Bayi & Balita 

AIR SUSU IBU (ASI) 

Hal-hal umum : 

  a.. ASI adalah minuman yang paling sesuai, bersih dan bebas kuman, bergizi dan murah 
untuk bayi. 
  b.. ASI merupakan HAK setiap bayi untuk memperolehnya dan KEWAJIBAN setiap ibu untuk 
memberikannya. 
  c.. ASI mengandung antibodi yang meningkatkan daya tahan tubuh bayi terhadap 
penyakit. 
  d.. Produksi ASI akan semakin banyak apabila bayi lebih sering menetek dan setiap 
kali dikosongkan. Untuk menjaga produksi ASI, apabila tidak memungkinkan untuk 
menyusui secara langsung, peras ASI dan kosongkan ASI secara berkala. 
  e.. Proses menyusui sangat baik untuk perkembangan jiwa dan hubungan batin antar ibu 
dan anak. 
  f.. Bagi ibu yang bekerja dan memberikan ASI selama masa cuti, tidak disarankan 
untuk melatih bayi minum dari botol terlalu dini. 


--------------------------------------------------------------------------------

Sumber : Mohamad Harli (SWARA (5/8 1999)) 

IMUNISASI PERTAMA & UTAMA 

PENYAKIT pnemonia saat ini merupakan pembunuh nomor satu pada bayi dan anak (Kompas, 
5/2/'99). Dilaporkan, hampir setiap empat menit satu orang bayi meninggal akibat 
pnemonia, penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang disebabkan bakteri, 
virus, dan faktor lingkungan yang tidak sehat. 

Kejadian tersebut sebenarnya dapat dicegah secara mudah, salah satunya dengan hanya 
memberikan air susu ibu (ASI) saja pada bayi sejak lahir hingga ia berusia 4-6 bulan 
(ASI eksklusif). ASI ternyata mengandung zat anti berbagai penyakit infeksi, termasuk 
zat antipnemonia. 

Dilaporkan, selain zat gizi yang pas dan prima, ASI juga mengandung unsur kekebalan 
atau zat anti-infeksi yang sangat diperlukan sistem pertahanan tubuh bayi yang baru 
lahir. Zat anti-infeksi tersebut akan melindungi bayi dari serangan kuman penyebab 
infeksi dan parasit yang dapat mengganggu penyerapan zat-zat gizi. 


Antibakteri-virus-parasit 


ZAT anti-infeksi ASI yang sangat unik adalah imunoglobulin (Ig) karena in vitro 
menunjukkan aktivitas anti-bakteri, anti-virus, dan anti-parasit sekaligus. Ada lima 
jenis imunoglobulin, yaitu IgA, IgM, IgD, IgE, dan IgG dengan fungsi masing-masing, 
dan akan saling bekerja sama dalam memperkuat daya tahan tubuh dan menyehatkan bayi. 

Dilaporkan, imunoglobulin ASI dan sekretorinya aktif melawan dan membunuh bakteri 
penyebab diare (E coli), penyebab kolera (Vibrio cholerae), disentri (Shigella 
dysentriae), dipteri (Clostridium dipteriae), tetanus (Clostridium titani), pnemonia 
(Klebsella dan Streptococcus pneumoniae), flu (Haemophillus influenzae). 

Sebagai antivirus, imunoglobulin aktif melawan dan membunuh virus polio, campak, 
herpes simpleks, TBC, flu, virus rubella, gondongan, dan lain-lain. Sebagai 
antiparasit imunoglobulin aktif melawan dan membunuh parasit Gardia lamblia, Entamoeba 
histolytica, Schistosoma mansoni yang mengganggu penyerapan zat nutrisi sehingga bayi 
kurang gizi. 

Imunoglobulin ASI tidak diserap tubuh tetapi aktif bekerja di permukaan saluran 
pencernaan untuk melawan serangan kuman, menetralkan racun yang dihasilkan kuman 
tersebut, bahkan membunuh kuman penyebab infeksi tersebut. 


Faktor bifidus 


Faktor bifidus dalam ASI berupa senyawa protein-polisakarida merupakan media paling 
baik untuk pertumbuhan bakteri Lactobacillus bifidus yang berperan mengasamkan 
lingkungan saluran pencernaan sehingga bakteri patogen dan parasit tidak bisa hidup 
dan berkembang biak. Adanya faktor bifidus tersebut akan memberi ciri khas pada 
kotoran bayi berusia seminggu yang mendapat ASI. Sementara pada kotoran bayi yang 
diberi susu formula, kotorannya sudah seperti orang dewasa. 

Lysozyme ASI aktif menghancurkan dinding sel bakteri patogen sekaligus aktif melawan 
dan melindungi saluran pencernaan bayi dari serangan virus tertentu. Lysozyme adalah 
enzim yang sangat aktif di lingkungan asam seperti di saluran pencernaan. Kadarnya 
dalam ASI ribuan kali lebih tinggi dibanding kadar lysozyme yang terdapat dalam susu 
sapi (formula). 

Unsur lactoferrin ASI berperan mengikat zat gizi besi (Fe) sehingga bakteri patogen 
yang perlu Fe untuk pertumbuhannya akan mati. Oleh karena itu bayi yang menyusu ASI 
dilarang mendapat suplemen zat besi, karena akan membuat ganas bakteri patogen 
tersebut. Sementara enzim laktoperoksidase bersama unsur lainnya berperan melawan 
serangan bakteri jenis Streptococcus (termasuk S pneumoniae) Pseudomonas, E coli dan 
lain-lain. 

Sel-sel susu ASI mengandung makrofage (berfungsi melindungi kelenjar susu ibu, saluran 
pencernaan bayi, memproduksi senyawa komplemen untuk proses phagositosis, lactoferrin, 
lysozyme), limfosit B dan T (memproduksi interferon untuk menghambat replikasi virus 
intraseluler), dan neutrophil. Sel-sel susu tersebut aktif melawan serangan dan 
membunuh E coli, Candida albicans, virus rubella, herpes, campak, gondongan, dan kuman 
yang mengganggu saluran pernapasan bayi. 

Zat anti-infeksi lain dalam ASI dan kuman yang akan dibunuhnya dapat dilihat pada 
Tabel Lampiran. 


Kolostrum dan imunisasi 


BERBAGAI zat anti-infeksi tersebut kadarnya tertinggi terdapat dalam kolostrum, ASI 
yang pertama kali keluar. Dan kadarnya ada yang naik, tetap atau akan menurun setelah 
minggu pertama menyusui sesuai keperluan untuk meningkatkan daya tahan tubuh bayi. 
Namun, kadar zat anti-infeksi dalam ASI tersebut tergantung pada kondisi kesehatan dan 
gizi/makanan ibunya. 

Oleh karena itu selain dari kolostrum dan ASI, bayi harus pula ikut program imunisasi 
nasional seperti imunisasi BCG, DPT, polio, hepatitis B, campak dan lain-lain sesuai 
umur, serta pemberian kapsul vitamin A, yang sudah bisa dilakukan di posyandu. Hal itu 
akan lebih meningkatkan daya tahan tubuh bayi sehingga ia menjadi lebih sehat dan 
tidak mudah sakit. 

Di tengah krisis total yang sedang dihadapi seluruh bangsa saat ini, memberikan ASI 
saja sejak lahir hingga bayi berusia 4-6 bulan (ASI eksklusif) merupakan tindakan yang 
sangat bijaksana. Hal itu akan memberikan dampak sangat positif pada orangtua 
sekaligus bayinya. 

Orangtua bisa menghemat biaya untuk makanan dan perawatan kesehatan, sementara bayi 
terpenuhi kebutuhan gizinya, terhindar dari penyakit infeksi seperti pnemonia, 
sehingga bayi dapat menjalani proses tumbuh-kembangnya secara optimal untuk menjadi 
generasi yang tangguh dan tahan banting di abad ke-21. 


Unsur Kekebalan dalam ASI dan Fungsinya dalam Tubuh Bayi
      Unsur Kekebalan Fungsi 
      Faktor bifidus Menstimulasi pertumbuhan bakteri bifidus yang antagonis terhadap 
kelangsungan hidup bakteri patogen saluran pencernaan. 
      Sekret Immunoglobulin (Ig): Ig-A. Ig-M, Ig-E, Ig-D, Ig-G Bekerja melawan invasi 
bakteri mukosa dan/atau kolonisasinya di usus; mampu menetralkan racun yang dihasilkan 
bakteri dan virus 
      Faktor anti-Staphylococcus Menghambat infeksi sitemik oleh bakteri 
Staphylococcus 
      Laktoferin  Mengikat zat gizi besi (Fe) dan menghambat proses multifikasi 
bakteri patogen dalam saluran pencernaan 
      Laktoperoksida Membunuh bakteri Streptococcus dan bakteri patogen saluran 
pencernaan lainnya 
      Complement (C-4 dan C-3)  Memudahkan proses fagositas pada sel "menelan" benda 
asing untuk dihancurkan. 
      Interferon Menghambat perbanyakan (replikasi) virus intraseluler 
      Lysozyme Membunuh bakteri dengan cara merusak dinding sel bakteri tersebut 
      Protein pengikat B-12 Mengubah dan mengikat vitamin B-12 tidak bisa digunakan 
untuk pertumbuhan bakteri patogen 
      Lipase dan garam empedu Membantu produksi senyawa-senyawa lemak anti parasit 
      Glikosida dan oligosakarida Mengikat racun-racun bakteri E coli (penyebab 
diare), dan mencegah masuknya racun tersebut masuk ke dalam sel-sel epitelial dengan 
menyamar sebagai reseptor yang analog 
      Peptida Menunjukkan aktivitas antivirus dengan mengacaukan serangannya ke sel 
target 
      Limfosit Sel darah putih yang mensintesa sekret Ig-A dan fungsi limfosit (darah 
putih) lainnya 
      Makrofage Sel darah putih yang mensintesa Complement, Lactoferrin, Lysozyme, dan 
faktor lain; mengeluarkan hasil phagostosis dan fungsi lainnya. 
Sumber: Worthington-Roberts, B.S. (1993) 

Kirim email ke