Papa-nya Jocelyn,
Saran saya, dampingi putrinya ketika melihat serangga atau sengaja kita
dekatkan secara perlahan-lahan dan coba bapak pegang sebentar serangga yang
tidak berbahaya jika menggigit, sekedar untuk meyakinkan bahwa tidak apa-apa
agar tidak ketakutan/merasa aman, terangkan sebaik mungkin sampai rasa
takutnya hilang meskipun cuma hanya melihat. Jika perlu saat
mendekati/pegang dengan diselingi kelucuan (pura-pura menangkap). Kadang
sesuatu yang dianggap biasa jika kita takut-takuti anakpun menjadi
benar-benar takut (jangan sampai). Kalau anak saya (lk) pernah takut
nginjek telek/e-ek ayam, ini pernah terjadi ketika kami ajak ketempat
neneknya yang punya banyak piaraan ayam/bebek/menthok. Pas main-main di
kebun nginjek telek ayam. Dia nangis njerit sambil ngangkat kaki. Sekarang
di belakang rumah kamipun memelihara ayam jago dan 2 kampung betina.
Terkadang saya mandiin di belakang, dia agak takut nginjek telek ayam sambil
matanya ngliat sana-sini memastikan apakah ada/tidak. Dengan sabar kami
beri pengertian bahwa tidak ada telek ayam karena ayam dikurung dikandang
jadi tidak bisa keluar, baru dia diem dan ngerti. Semoga bisa dijadikan
acuan untuk terapi ke putrinya.
Watini
>> www.jajak.com >> Pilih jawabannya dan rebut hadiahnya <<
>> Kirim bunga ke-20 kota di Indonesia? Klik, http://www.indokado.com
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]