Bpk Victor,

Setahu saya cacat bibir sumbing itu bisa bawaan bisa juga akibat 'makanan'
yg pernah dimakan oleh ibunya. Cacat bawaan tidak selalu dibawa oleh ibu
atau ayahnya saja, tapi bisa juga dibawa oleh keturunan di atas ayah/ibu,
bahkan di atas kakek/neneknya.

Makanan yang di maksud disini terutama adalah obat-obatan yg pernah
dikonsumsi oleh si ibu ketika hamil. Kejadian makan obat 'sembarangan' ini
biasanya terjadi dari hal-hal yg sepele saja. Oleh karena itu dsog/bidan
biasanya pesan agar ibu hamil sebaiknya jangan makan obat sembarangan
meskipun hanya pusing atau flu ringan. Kejadian yg lebih sering terjadi
umumnya karena pada saat mengkonsumsi obat-obatan tsb si ibu tidak menyadari
kalau dirinya dalam keadaan hamil.

Penanganan cacat bibir sumbing memang sebaiknya sedini mungkin dan teratur
sesuai dengan saran doker (bila perlu tindakan operasi bisa berkali-kali dan
bertahap disesuaikan umur anak). Setahu saya, kalau tindakan operasi
menyatukan bibir dan celah atas mulut yg terbuka ini terlambat (biasanya
operasi ini dilakukan sebelum anak bisa bicara), bisa mengakibatkan suara si
anak parau (sengau). Oleh karena itu saran saya, segera konsultasikan
keadaan saudara bapak ke dokter terdekat. Kalau saudara bpk tinggal di
Jakarta, mungkin lebih bagusnya bisa konsultasi ke RSCM. Bukan promosi RSCM
loh, tapi RS ini merupakan tempat rujukan nasional kan. Lagipula di situ
berkumpul guru-guru besar medis. Karena RSCM merupakan rumah sakit
pemerintah sudah pasti biayanya lebih murah dari rs swasta lain. Kelas-kelas
(biaya pengobatan) di RSCM bervariasi pak, ada ekonomi (bahkan gratis,
sesuai dengan prosedur pengajuan) sampai yg lux.

Pak Victor nggak usah kuatir, kalau tindakan operasi konstruksinya
(penyatuan bibir/langit-langit mulut) sudah dijalani dgn baik nanti kalau
umur si anak sudah cukup, tindakan operasi plastik untuk estetikanya bisa
dijalani. Dokter ahli operasi plastik kita sudah banyak kan pak. Jadi
saudara bapak nggak akan kalah ganteng dari temen-temen lainnya.

salam,
endra



----- Original Message -----
From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, July 25, 2000 10:23 AM
Subject: [balita-anda] Mengapa Lahir Bayinya Bisa Begitu ???


> Salam Balita,
>
> Rasanya hati ini berat menceritakannya ke-rekan2 netter, tapi sepertinya
> saya merasa sedikit beban ini berkurang seandainya ada dari rekan-2 netter
> bisa sedikit sharing, terlebih memberi jalan keluarnya. Ceritanya begini:
>
> Beberapa bulan yang lalu, saudara saya melahirkan seorang anak laki-laki
> yang sehat, anak pertama yang telah lama mereka tunggu-2 dan harapkan.
> Singkat cerita, anak yang mereka tunggu tersebut ternyata mengalami lahir
> kurang normal, yaitu lahir dengan bawaan  sumbing (mohon maaf), dimana
> bibir atas terbelah hingga kelobang hidung bayi tersebut.  Setiap orang-2
> yang pingin melihatnya pasti menetaskan air mata, .... rasa terenyuh bila
> melihat kondisi bayi tersebut.
>
> Saya tidak bisa membayangkan bagaimana caranya Ibu bayi tersebut
memberikan
> eksklusif asi-nya, terlebih bila memberi dengan dot (susu formula).
Rasanya
> pasti bayi tersebut terus merasa kekurangan asi atau susu formula, sebab
> kemungkinan besar akan banyak tumpahnya dari yang bisa mampu diminum oleh
> bayi atau bisa-bisa berakibat fatal ter-'sedak' masuk kelobang
tenggorokkan
> si-'bayi'.
> Saya sering membayangkan begitu pahitnya ibu dan bayi tersebut menerima
> keadaan seperti tersebut.
>
> Suatu saat saya menghubungi Ibu  tersebut, menanyakan kondisi bayinya, Ibu
> tersebut mengatakan kondisi bayinya sehat-sehat saja. Ibu tersebut
> menceritakan telah memesan suatu alat khusus (dot susu khusus) untuk
> bayinya.
> Ibu tersebut ingin mengetahui adakah rumah sakit dan dokter khusus yang
> rekan-2 netter ketahui bisa menangani kasus bayinya ??
> Seperti melakukan tindakan operasi ?? Apakah bayinya sudah sanggup untuk
> melakukan operasi tersebut ?? Atau bukankah lebih baik sejak dini (saat
> bayi) dilakukan operasi ?? atau ???
> Begitu banyak pertanyaan ibu tersebut ... rasanya pertanyaan-nya
> bertubi-tubi datang kepada saya....
>
> Saya pingin sekali mengurangi beban ibu tersebut, adakah dari rekan-2
> netter mengetahui Rumah Sakit atau Praktek Dokter khusus yang bisa
> menangani bayi tersebut. Dan berapakah perincian biayanya, dari mulai
> pengobatan hingga melakukan tindakan operasinya.  Kalau ada rekan-2 netter
> mengetahui, seandainya dilakukan tindakan operasi, langkah-2 bagaimana
yang
> harus ibu tersebut ketahui dalam setiap tindakan operasi tersebut.
>
> Sepertinya ibu tersebut 'cemas', bila tindakan operasi dilakukan apakah
ada
> efek sampingannya ?? Atau sepertinya ibu tersebut tidak mengetahui persis
> dimana Rumah Sakit yang tepat melakukan tindakan operasi tersebut ?? Ibu
> tersebut takut kalau-2 tindakan operasi tersebut hanya cuma menjahit atau
> merapatkan bibir bayi tersebut, sedangkan biayanya begitu besar ....
(takut
> tertipu !).
> Sekali tolong netter bantu ibu bayi tersebut. Saya akan secepatnya
> mengabarkan ke-Ibu tersebut bila ada netter mengetahu tempat RS dan
prakter
> Dokter yang bisa menangani bayinya.
>
> Dibenak saya selalu bertanya-tanya, mengapa bisa bayi ibu tersebut lahir
> begitu. Sedangkan faktor turunan dari Ibu atau suaminya tidak ada seperti
> tersebut. Apakah ada faktor yang lainnya ??? Mungkinkah ini dari kurang
> gizi ? Atau efek dari apakah ini ???
>
> Begitulah ceritanya, sampai saat ini rasanya tangisan bayi ibu tersebut
> selalu tergiang-ngiang ditelinga saya. Semoga ada dari rekan-2 netter bisa
> memberikan 'sharing' dan terlebih mengerahui Rumah Sakit dan Dokter yang
> mampu menangani bayi tersebut.
>
>
> Salam Sejahtera,
> [EMAIL PROTECTED]
> Div.ITS



>> www.jajak.com >> Pilih jawabannya dan rebut hadiahnya <<
>> Kirim bunga ke-20 kota di Indonesia? Klik, http://www.indokado.com
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]















Kirim email ke