Rekan, ini ada info lagi buat yg ngga punya akses internet

salam
debby

-----Original Message-----
From: Taufan Surana <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Monday, August 28, 2000 8:06 AM
Subject: Re: [balita-anda] Apakah anak anda benar kreatif ???


Sepuluh Perangkat Penting dalam Pengasuhan yang Positif


MENENTUKAN BATASAN.
Perlu diyakini bahwa setiap anak itu memerlukan batasan. Anak benar-benar
membutuhkan aturan yang lentur dan ia akan mengalami kebingungan tanpa
peraturan. Dengan membuat batasan berarti kita telah menyediakan lingkungan
fisik yang memberikannya rasa aman dan dapat dijadikan tempat belajar.
Setiap usia akan mempunyai batasan tersendiri, dengan demikian kita sebagai
orangtua juga harus siap untuk memperluas batasan kita sesuai dengan
perkembangan usia anak.

Jika kita menentukan batasan tidak perlu banyak-banyak, paling banyak 5 atau
6 saja. Letakkan di tempat yang mudah dilihat mereka, sepertinya di pintu
kulkas adalah tempat yang tepat.

4 petunjuk tepat bagi keluarga mengenai bagaimana memperlakukan dan
diperlakukan anggota keluarga dengan baik:  Pergunakan bahasa yang tepat dan
sesuai untuk memberitahu bagaimana perasaan kita terhadap mereka. Kita tidak
mempergunakan bahasa yang kasar atau sebutan yang tidak menyenangkan bagi
mereka.
Tidak akan melukai orang lain baik secara fisik maupun mental.
Tidak akan merusak barang orang lain maupun miliki kita sendiri.
Berusaha untuk menyelesaikan masalah yang melanda kita, bukan berkubang
disana.

Jika masalah muncul, lihat kembali kepada petunjuk tadi, apakah ada yang
tidak beres?

Anak-anak kadang-kadang akan mencoba mengetes batasan-batasan yang sudah
diberikan, disini kita harus bersikap konsisten untuk mendorong mereka
melakukan apa yang sudah digariskan. Ada batasan yang bisa dinegosiasikan
ada yang tidak. Konsisten saja. Barangkali kita sering terlalu mudah untuk
mengatakan tidak dan kemudian mengatakan ya. Oleh karena itu jangan takut
untuk mengatakan "Saya perlu pikirkan lagi tentang hal itu". Perlu diingat
bahwa batasan itu akan membuat anak kita merasa aman dan dapat menjadi orang
yang penuh percaya diri. Terakhir yang harus diingat adalah penting orangtua
bekerjasama dan sama-sama menyetujui aturan yang dibuat, jangan sampai
terjadi pertentangan.

TIME OUT dan PENDINGINAN.
Kombinasi ini berlaku untuk orangtua dan anak. Ketika anak berbuat tidak
benar, dia merasa kecil hati dan seringkali tidak bisa mengontrol diri. Time
out akan memberikan tempat dimana dia bisa mengatur perasaannya dan
mendinginkan suasana. Anak usia di bawah 3 tahun memerlukan diri kita untuk
menenangkan, berada didekatnya dan menentukan berapa lama anak mengontrol
dirinya. Anak di atas 3 tahun akan belajar berapa lama waktu yang
dibutuhkannya untuk Time out dan akan belajar menentukan kapan mereka siap
untuk kembali. Sikap positif dari orangtua dan cara melaksanakan Time out
akan menentukan apakah hal itu merupakan hukuman atau cara positif untuk
belajar mengontrol diri. Kitapun perlu mengenali kapan kitapun memerlukan
Time out. Semua orangtua dapat menggunakan waktu pendinginan untuk meredakan
kemarahan dan menghilangkan frustrasi akibat perbuatan anak. Ketika kita
melakukan pendinginan maka kita akan menjaga diri dari berbicara atau
berbuat sesuatu yang menyakitkan anak yang kemudian akan disesali, dan kita
dapat menjadi model bagaimana mengontrol emosi diri sendiri bagi anak. Cara
yang bisa kita lakukan adalah menarik nafas dalam-dalam dan menghitungkan
sampai seputuh, meninggalkan anak dengan orang yang bisa dipercaya atau
jalan-jalan atau mengunci pintu sejenak untuk memberikan ruang pribadi bagi
kita. Biarkan anak tahu bahwa kita akan menemui mereka kembali setelah
merasa reda atau anak-anak mau tenang. Jangan sampai mengesankan cara ini
adalah suatu bentuk penolakan kita terhadap anak.

BERWAJAH DINGIN (POKER FACE).
Banyak ahli menggunakan istilah ini untuk mendefinisikan sikap tenang,
bahasa tubuh yang santai. Ketika kita menjaga wajah kita lurus, hal itu
memperlihatkan bahwa kita tidak terpengaruh dengan kekacauan yang terjadi
dan tidak terpancing emosi. Jaga alis kita ke atas dan anda tidak akan
merengut. Jika kita bicara, jaga suara kita tenang dan dingin. Hal ini
merupakan cara yang sangat efektif ketika tidak ingin memberikan perhatian
yang tidak pantas terhadap perilaku anak yang negatif tapi kita ingin tetap
terlibat. Contohnya ada seorang ibu yang ingin mengajak anaknya Doni usia 2
tahun untuk tidur tapi selalu bangun lagi dan turun dari tempat tidur,
dengan cara yang ramah dan tenang, dengan wajah dingin dan bicara beberapa
patah kata. Pada hari pertama saya tetap tenang dan ramah dan menyuruh Doni
kembali ke tempat tidur berulang kali sampai 35 kali (hal itu membantu saya
untuk bisa menghitung apa yang saya lakukan). Akhirnya dia tertidur di
tengah ruang di lantai. Pada hari berikutnya saya perlu mengajaknya sampai
15 kali, dan kembali ia tertidur di lantai. Hari ketiga ia menangis untuk 5
menit dan tidur di lantai dekat tempat tidurnya. Hari keempat ia menangis 5
menit dan tetap tinggal di tempat tidur. Setelah itu ia pergi tidur dengan
senang hati dan tanpa disuruh. Hal ini merupakan sesuatu yang berat untuk
dilakukan, memerlukan kesabaran yang sangat tinggi. Ketika Doni tidak
mendapatkan keuntungan apa-apa, tidak ada kata-kata manis, tidak ada teguran
dan peringatan, tingkah laku itu dihentikannya.

WAKTU UNTUK BERLATIH.
Banyak tingkah laku tidak sesuai yang kerap muncul dapat dicegah. Asalkan
kita tahu cara menghindarinya. Kesalahan yang kerap terjadi adalah kita
punya harapan bahwa anak kita tahu semua yang kita tahu padahal dalam
kenyataanya tidak begitu. Dengan kita memberi kesempatan pada anak untuk
belajar dan menjelaskan alasan-alasannya, anak dapat berbuat sesuatu dengan
lebih baik. Jika kita punya masalah, coba ingat apakah kita sudah pernah
mengajarinya tentang hal itu. Jika kita punya masalah dengan anak kita yang
secara sembrono lari ke jalan raya, coba minta ia berdiri di pinggir jalan
tentunya di awasi oleh orang dewasa lainnya dan mengawasi anda mengendarai
mobil sambil melindas mobil-mobilannya atau sepotong semangka. Katakan "Coba
lihat berat sekali mobil ini ya? Bisa menghancurkan sesuatu" Dari situ
katakan mengapa kita harus berjalan di pinggir jalan. Walaupun kita sudah
memberitahu anak, tentunya kita harus terus mengawasi anak kalau berada di
jalan. Dan anakpun akan mempunyai pemahaman yang lain mengapa kita tetap
mengawasi mereka. Alasan anda dekat dengan dia, bukan semata-mata karena
mengkhawatirkan dirinya tapi untuk menunjukkan bahwa kita tahu bahwa anak
kita sudah mampu dan bisa memahami aturan tersebut.

Kalau anak kita suka berbuat keonaran di toko mainan, luangkan waktu untuk
mengajarinya dengan cara membuat 'perjalanan' ke toko sebagai latihan. Anak
kita tidak akan menyadari bahwa itu latihan. Katakan kepadanya sebelum kita
pergi ke toko apa yang akan kita lakukan jika ia menangis atau merengek.
"Nina, kita akan pergi cari kado untuk adik Ari. Kita akan memilih kado
terus ke kasir untuk membayar dan langsung pulang. Kalau kamu merengek dan
menangis kita akan langsung kembali ke mobil tanpa beli kado". Lakukan
seperti yang anda bicarakan. Latihan ini akan menghemat waktu anda di
kemudian hari, karena anak anda akan yakin bahwa anda akan melakukan apa
yang anda katakan akan anda lakukan .

Jika berpakaian jadi masalah, ingat jangan pernah melakukan sesuatu pada
anak mengenai hal yang bisa dikerjakan anak sendiri. Kebanyakan anak usia
2,5 tahun bisa pakai baju sendiri asal dilatih. Luangkan waktu untuk membeli
baju yang gampang dipakai, ajarkan bagaimana mengenakannya dan biarkan
mereka mengenakanya sendiri.

Coba buat papan latihan. Cara ini akan mengajarkan anak untuk belajar
tentang perilaku yang baik dan bertanggung jawab. Hal ini bukan sistem
hadiah. Anda hanya membantu anak memvisualisasikan metode monitoring
perilakunya sendiri. Coba kita buat papan membereskan tempat tidur.

  Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu
- - - - - - -


Setelah menjalankan hal itu pada akhir minggu, kita rayakan keberhasilan
tersebut dengan pergi bersama atau aktifitas lain bersama yang menyenangkan.

BERBUAT TANPA BANYAK BICARA.
Anak-anak akan bosan dengan ceramah dan pengamatan yang terus menerus.
Lama-lama anak akan 'menulikan' telinga terhadap omelan kita. Seringkali
anak akan menuruti orangtua setelah ia tahu apa sebenarnya yang dimaksud
oleh orangtua atau sampai melihat kita lepas kendali dan marah. Katakan apa
yang ingin anda katakan 1 kali dengan pesan positif, dari pada kita bilang
"jangan lari" Coba katakan "coba jalan dengan tenang" dan kemudian lakukan.
Hentikan mengingatkan terus menerus. Jika anak tidak mau berhenti berlari,
hentikan secara halus dan tegas.

PILIHAN.
Kalau ingin mendorong tumbuhnya tanggung jawab, tawarkan pilihan-pilihan
yang masuk akal jangan menuntut. Memberdayakan pilihan memberikan rasa pada
anak untuk mengontrol apa yang terjadi pada dirinya, hal ini penting untuk
penghargaan terhadap diri sendiri. Ketika kita memberikan pilihan bukan
untuk dinegosiasikan tapi untuk membawa kan wawasan anak dan menjadikan anak
yang bertanggungjawab, mengembangkan kerjasama. Harus diingat pilihan yang
diberikan harus dapat diterima anak.

WAKTU KHUSUS.
Anak kita membutuhkan waktu khusus dengan kita atau pengasuhnya dalam
keseharian hidupnya. Kita tidak perlu memanjakan dengan aktivitas yang
mahal. Kita bisa lakukan sesuatu yang murah tapi menyenangkan. Hanya
main-main dirumah atau jalan-jalan keliling komplek ini juga bisa dilakukan.
Waktu itu benar-benar khusus untuk anak tidak boleh diselingi kegiatan lain.
Yang paling penting dalam kegiatan ini adalah anak tahu kapan hal ini akan
diadakan. Selain itu adalah kita melakukan apa yang dipilih dan disukai
anak. Hal ini akan terus diingat anak, merasa dicintai dan tidak akan
mencari perhatian lewat perilaku buruk.

MEMBESARKAN HATI.
Merupakan sesuatu yang kita pergunakan untuk membuat perubahan yang positif,
membantu anak untuk mengembangkan kepercayaan dirinya. Belajar memisahkan
antara apa yang dilakukan anak dengan jati diri anak. Jangan menggunakan
kata anak baik dan anak nakal. Berbuat kesalahan itu wajar karena itu
merupakan proses belajar. Cinta itu tidak bersyarat. Berikan pesan positif
dengan antusiasme secara tiba-tiba ketika anak tidak mengharapkan.
Perhatikan pada perbuatan anak yang positif daripada perbuatan negatif.
Temukan kebaikannya. Fokuskan pada proses yang terjadi bukan pada hasilnya.
Pertahankan sikap yang positif dengan cara "melihat gelas separuh sebagai
gelas ス penuh dari pada ス kosong" Coba melucu, hidup ini
jangan terlalu serius. Dari pada menyalahkan, coba untuk mencari cara
penyelesaikan masalah. Buat harapan yang sesuai dengan tingkat usia. Terlalu
over protektif dan selalu menolong itu akan mengecilkan arti anak. Dari pada
terus menerus memaksa, lebih baik memberdayakan mereka dengan
meninggalkannya, misalnya: "Sita, ibu tinggalkan kamu di kamar mandi ya.
Kalau kamu cepat sikat gigi saya akan ajak kamu membaca buku". Bersabarlah
dan tunjukan minat akan proses dari diri anak. Gunakan "ya" daripada
"tidak". Katakan "letakan kaki kamu dilantai" lebih baik daripada "jangan
taruh kaki disofa, kotor!". Gunakan pertanyaan "apakah" "mengapa" atau
"bagaimana" untuk melihat apakah persepsi anak kita sama dengan persepsi
kita. Gunakan kata "tolong" dan "terima kasih".

PERTEMUAN KELUARGA.
Pertemuan keluarga merupakan pendekatan kelompok dan langsung antara
orangtua dan anak untuk menghubungkan dan melatih ketrampilan yang dimiliki.
Dan pertemuan keluarga anak bisa merasakan bahwa kontribusinya itu
diperlukan.

MENYELESAIKAN MASALAH. Dengan berbicara dan mendengarkan anak akan membantu
anak untuk mengembangkan ketrampilan membuat keputusan yang baik dan
mendorong kerjasamanya. Sebelum anak mau mendengarkan kita, ia ingin kita
mau mendengarkan mereka dahulu . Hal ini tidak akan berfungsi pada saat kita
marah. Agar poses ini berhasil beberapa hal yang bisa dilakukan :  Sebutkan
perasaannya. Tunjukan perhatian yang sungguh-sungguh, misalnya: "Susi,
sepertinya kamu sedih sekali karena Tuti pindah rumah". Beri jeda dan
dengarkan dan refleksikan.
Berempati
Ekspresikan perasaan anda
Solusi sumbang saran
Laksanakan, buat evaluasi

Kalau anda merasakan terlalu banyak chaos dan anda ingin anak menunjukan
tanggung jawab. Coba buat batasan, pergunakan time out dan pendinginan
dengan wajah dingin dan atau beraksi dangan menggunakan beberapa kata atau
mungkin waktu untuk berlatih. Kalau anak mengabaikan kita, coba buat
pertemuan keluarga dan selesaikan masalah dan ketika kita ingin membangun
kepercayaan diri anak buat kegiatan khusus dan memberikan banyak dorongan.
Peralatan ini harus dikombinasikan dengan kesabaran, konsistensi dan rasa
cinta akan membantu anda menjadi orangtua yang positif.

(sumber, Positive Parenting from A to Z, karen Renshaw Joslin, 1994)



>> www.jajak.com >> Pilih jawabannya dan rebut hadiahnya <<
>> Kirim bunga ke-20 kota di Indonesia? Klik, http://www.indokado.com
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]















Kirim email ke