Mohon Maaf bagi yang tidak berkenan
SEMINAR HARI ANAK NASIONAL
Jumat 28 Juli 2000
Auditorium Gedung B Lantai 2, Departemen Keuangan.
Jalan DR. Wahidin, Jakarta Pusat.
# MAKALAH #
GAMBARAN UMUM MASA-MASA PENTING PERTUMBUHAN ANAK DAN KIAT-KIATNYA
Oleh Emmy Soekresno, S.Pd.
Anak adalah aset bagi orang tua dan di tangan orang
tualah anak-anak tumbuh dan menemukan jalan-jalannya.
Saat si kecil tumbuh dan berkembang, ia begitu lincah
dan memikat. Anda begitu mencintai dan bangga
kepadanya. Namun mungkin banyak dari kita para orang
tua yang belum menyadari bahwa sesungguhnya dalam diri
si kecil terjadi perkembangan potensi yang kelak akan
berharga sebagai sumber daya manusia.
Dalam lima tahun pertama yang disebut The Golden Years
(tahun-tahun keemasan), seorang anak mempunyai potensi
yang sangat besar untuk berkembang. Pada usia ini 90 %
dari fisik otak anak sudah terbentuk. Karena itu, di
masa-masa inilah anak-anak seyogyanya mulai diarahkan.
Karena saat-saat keemasan ini tidak akan terjadi dua
kali, sebagai orang tua yang proaktif kita harus
memperhatikan benar hal-hal yang berkenaan dengan
perkembangan sang buah hati, amanah Allah.
Urgensi mendidik anak sejak dini juga banyak
disebutkan dalam Al Qur'an dan Al Hadits antara lain:
1. Terjemahan QS. At Tahrim (66) ayat 6
"Hai orang-orang beriman, peliharalah dirimu dan
keluargamu dari api neraka yang..."
Memelihara, menurut sayyidina Ali: didik dan ajarilah,
sedangkan menurut sayyidina Umar: melarang mereka dari
apa yang dilarang Allah dan memerintahkan mereka apayang diperintahkan
Allah.
2. Terjemahan Al Hadits"Setiap yang dilahirkan dalam keadaan suci, maka
kedua
orang tuanya yang menjadikan ia Yahudi, Nasrani, atauMajusi".
Hadits: seorang bayi mengencingi Rasulullah.
Di dalam buku "Pendidikan Anak Dalam Islam" karangan
Abdullah Nashih Ulwan disebutkan bahwa Rasulullah SAW
sangat memperhatikan tentang 7 (tujuh) segi dalammendidik anak, yaitu:
1. Segi Keimanan- menanamkan prinsip ketauhidan, mengokohkan fondasiiman;
- mencari teman yang baik;- memperhatikan kegiatan anak.2. Segi Moral
- kejujuran, tidak munafik;- menjaga lisan dan berakhlak mulia.
3. Segi Mental dan Intelektual- mempelajari fardhu 'ain dan fardhu kifayah;
- mempelajari sejarah Islam;- menyenangi bacaan bermutu yang dapat
meningkatkan
kualitas diri;- menjaga diri dari hal-hal yang merusak jiwa danakal.
4. Segi Jasmani- diberi nafkah wajib, kebutuhan dasar anak seperti
makanan, tempat tinggal, kesehatan, pakaian danpendidikan;
- latihan jasmani, berolahraga, menunggang kuda,berenang, mmemanah, dll;
- menghindarkan dari kebiasaan yang merusak jasmani.5. Segi Psikologis
- gejala malu, takut, minder, manja, egois danpemarah.6. Segi Sosial
- menunaikan hak orang lain dan setiap yang berhakdalam kehidupan;
- etika sosial anak.7. Segi Spiritual
- Allah selamanya mendengar bisikan dan pembicaraan,
melihat setiap gerak-geriknya dan mengetahui apa yangdirahasiakan;
- memperhatikan khusu', takwa dan ibadah.
Jika begitu banyak yang harus kita ajarkan pada anak,
kapan waktu terbaik untuk memulai pendidikan kepadabuah hati?
Simaklah beberapa hasil penelitian baru berikut ini:1. Fakta tentang otak:
a. Saat lahir, bayi punya 100 miliar sel otak yang
belum tersambung. Pada usia 0-3 tahun terdapat 1000
triliun koneksi (sambungan antarsel). Pada saat inilah
anak-anak bisa mulai diperkenalkan berbagai hal dengancara mengulang-ulang:
- memperdengarkan bacaan Al Qur
�?
?
�
��
$B!q(Bn,
- Bahasa Asing seperti bahasa Inggris,
- memperkenalkan nama-nama benda dengan cara bermaindan menunjukkan gambar;
- memperkenalkan warna dengan menunjukkan kepadanya
dalam bentuk benda yang dia kenal, warna-warna cerahdi kamarnya dan gambar;
- memperkenalkan aroma buah melalui buku;- membacakan cerita atau dongeng.
Pada usia 6 tahun, koneksi yang terus diulang
(mengalami pengulangan-pengulangan) akan menjadi
permanen. Sedangkan koneksi yang tidak digunakan akan
dipangkas alias dibuang. Oleh karenanya, usia sebelum
6 tahun adalah saat yang tepat untuk mengoptimalkan
daya serap otak anak agar tidak terpangkas percuma.
b. Otak yang belum matang rentan terhadap trauma, baik
terhadap ucapan yang keras maupun tindakan yangmenyakitkan.
Susunan otak terbentuk dari pengalaman. Jika
pengalaman anak takut dan stress, maka respons otak
terhadap dua hal itulah yang akan menjadi arsitek otak
sehingga dapat merubah struktur fisik otak. Itulah
mengapa kita harus menghindarkan diri dari memarahianak atau memukulnya.
Jika anak kita melakukan kesalahan atau melakukan
sesuatu yang tidak sopan, sebaiknyalah kita mulai
mengajarkannya mana yang betul dan sopan santun dengan
cara yang arif serta penuh kesabaran. Kita dapat
mencontoh bagaimana Rasulullah saw., bersikap sangat
penuh kasih sayang terhadap anak-anak.
c. Otak terdiri dari dua belahan yaitu kanan dan kiri
yang memiliki fungsi yang berbeda namun salingmendukung.
- Pekerjaan otak kiri berhubungan dengan fungsi
verbal, temporal, logis, analitis, rasional sertakegiatan berpola.
- Pekerjaan otak kanan berhubungan dengan fungsi
kreatif dan kemampuan bekerja dengan gambaran (visual)
dan berfikir intuitif, abstrak dan non-verbal serta
kemampuan taktil/motorik halus pada tangan, termasuk
pembentukan akhlak dan moral.
- Sistem pendidikan kita maupun ilmu pengetahuan pada
umumnya cenderung kurang memperhatikan kepandaian yang
tak terucapkan. Jadi, masyarakt modern cenderung
menganaktirikan belahan otak kanan.
- Menurut Bob Eberle, seorang ahli pendidikan,
"prestasi pikiran manusia memerlukan kerja yang
terpadu antara belahan kiri dan otak kanan". Kalau
tujuan kita adalah mengembangkan pribadi yang sehat
dan jika kita ingin menumbuhkan kreativitas secara
penuh, maka diperlukan pengajaran untuk menuju
keseimbangan antara fungsi kedua belahan otak itu.2. Fakta tentang stress
a. Anak yang mengalami stress pada usia kritis 0-3
tahun akan menjadi anak yang hiperaktif, cemas danbertingkah laku seenaknya.
b. Anak dari lingkungan stress tinggi menglamai
kesulitan konsentrasi dan kendali diri.
c. Cara orang tua berinteraksi dengan anak di awal
kehidupan akan membuat dampak pada perkembangan
emosional, kemampuan belajar dan bagaimana berfungsi
di kehidupan yang akan datang.3. Ciri-ciri anak pada milenium kedua:
- mampu berpikir cepat;- mampu beradaptasi dengan cepat dan benar;
- memiliki keimanan kuat sebagai filter;- menguasai bahasa dunia
- mampu menyelesaikan masalah dengan cepat
- Orang tua mempunyai 7 kebiasaan efektif.
Dilihat dari berbagai hasil penelitian di atas dapat
diperoleh gambaran tentang waktu terbaik dalam memulai
mendidik anak yaitu sedini mungkin. Juga bagaimana
seharusnya sikap kita dalam menghadapi anak agar
otaknya tidak mengalami trauma, serta dapat lebih
meyakinkan kita lagi sebagai orang tua untuk terus
menerus menambah ilmu agar dapat membantu anak
mengembangkan potensi dirinya secara maksimal.
Satu pesan sederhana dalam mendidik anak, yang mungkin
belum kita sadari sepenuhnya. Betap banyak yang dapat
kita ajarkan kepada anak kita tiap hari, hanya dengan
berada di dekatnya. Dengan mengasuh, bermain dan
bercakap-cakap dengan bayi kita yang mungil. Kita bisa
menjadi guru pertama bagi si kecil. Jangan lup anak
tumbuh dan berkembang sangat pesat, pakailah prinsip
it's now or never (kalau tidak sekarang berarti tidak
sama sekali) dalam mendidik anak.Wallahu a'lam bi showwab.
Ya Allah berikanlah berkat dan kemampuan kepada kami
untuk mendidik, merawat dan mengasuh anak-anak kami.Amiin.
# ceramah dan dialog#
APLIKASI DAN TEKNIS-TEKNIS YANG DIPAKAI DALAM
MENGARAHKAN ANAK PADA MASA-MASA PERTUMBUHAN DENGANNILAI-NILAI ISLAMI
Oleh Hj. Neno Warisman
Anak adalah aset berharga bagi orang tua di dunia
apalagi di akhirat. Karena anak orang tua bisa
memperoleh ampunan Allah dan meraih syurga, namun anak
pula yang dapat menjadi penyebab orang tua mendapatkan
murka Allah dan menjerumuskan ke neraka. Semua
tergantung dari cara mendidik orang tua. Dengan
didikan orang tua yang baik dan terarah sehingga
menjadikan anak tumbuh sebagai seorang yang soleh atau
solehah, orang tua dapat memperoleh rumah yang
dibangunkan oleh Allah untuknya di surga.
Seperti yang dikatakan Mba Emmy pada sesi sebelumnya,
masa-masa penting pertumbuhan anak tidak akan datang
dua kali. Karena itu, di masa-masa itulah kita dapat
mulai menanamkan nilai-nilai Islami kepada anak-anak
kita. Tiga hal saja yang dapat kita tunjukkan kepada
anak kita untuk dapat membentuk kepribadian Islaminyayang kokoh:
1. Memberikannya rasa aman yang pertama kali dengan
meyakinkan anak-anak kita, bahwa orang tua merekahanya bertuhan kepada
Allah.
Hal ini dapat kita lakukan dengan senantiasa
menyertakan Allah dalam segenap aktivitasnya
sehari-hari, mulai sejak bangunnya di pagi hari,
saat-saat dia bermain, makan, minum, gembira, bahkan
saat sedihnya sekalipun, sampai ia tidur kembali.
Dengan membiasakannya bangun pagi untuk belajar sholat
Subuh, sholat berjamaah, berdoa saat melakukan semua
aktivitas, atau mengajarkan dia untuk berserah diri
kepada Allah, misalnya ketika dia jatuh kita bisa
menghiburnya dengan berucap "Innalillahi, anak
soleh/solehah jatuh ya? Sini Bunda lihat, bismillah.Insya Allah sembuh".
Rasa aman ini juga harus kita sertai dengan
mengenalkan siapa Nabi kita, manusia pilihan Allah.
Mungkin tidak akan efektif dengan memberinya hafalan.
Pengenalan ini akan lebih melekat di benaknya dengan
membacakan siroh kepadanya. Bagaimana kehidupan
perjuangan Rasulullah dalam menegakkan Islam. Hal ini
juga penting untuk menanamkan kecintaannya kepada Al
Islam dan memperkenalkan juga sejarah Islam, di
samping menumbuhkan kecintaannya untuk membaca.
2. Menciptakan kondisi agar sejak kecil anak-anak kitatahu bahwa mereka
bahagia.
Hal ini bisa kita lakukan dengan selalu menampakkan
keceriaan ketika bersama mereka, menikmati saat-saat
bersama mereka, mengajak mereka bermain, menunjukkan
perhatian kita atas apa yang mereka lakukan atau hasilpekerjaan mereka.
Saat-saat sebelum tidur adalah waktu yang sangat baik
untuk berbagi dengan si kecil jika di siang hari kita
menghabiskan sebagian besar (bahkan hampir seluruh)
waktu kita di luar. Membacakan cerita dengan nada
suara, atau mimik atau tingkah laku yang ekspresif.
Membelainya, menciumnya, lalu mendekapnya dengan penuh
kehangatan setiap bertemu dengan mereka. Bahkan,
jangan pernah sehari pun melewatkan waktu tanpa
membelai anak kita, terutama bagi para Ayah.
Kita juga bisa memulai harinya dengan penuh keceriaan
dan semangat dengan bernyanyi untuknya atau membawanya
ke dunia yang aktif dengan bersikap lincah saat iaenggan untuk bangun pagi.
3. Merubah orientasi kita sebagai orang tua, dari
orientasi duniawi kepada orientasi ukhrawi.
Orang tua sering berpikir bahwa anaknya lambat dan
tidak cerdas saat melihat perkembangan anak lain yang
seusianya, yang ternyata sudah dapat berbuat lebih
banyak. Perlu kita ketahui bahwa setiap anak terlahir
dengan membawa keunikannya sendiri-sendiri. Kita tidak
perlu cemas dengan kondisi anak tetangga kita yang
seusia dengannya, misalnya, sudah bisa melakukan Y,
sementara anak kita baru bisa X.
Jangan pernah membandingkan anak-anak dengan anak yang
lain, meskipun "pesaingnya" itu adalah kakaknya
sendiri. Hal ini akan menciptakan kondisi kejiwaan
yang tertekan dan resah dalam diri anak. Ia, bahkan
menjadi pribadi yang arogan dan menumpahkan kesalahanpada orang lain.
Ada suatu contoh nyata. Ny. A merasa anak sulungnya
yang perempuan, sebut saja Noni begitu penurut dan
diam saat masih kanak-kanaknya. Apa yang Ny. A katakan
selalu dituruti oleh Noni. Sementara anak bungsunya
yang usianya tidak jauh berbeda dengan Noni, sebut
saja Nano, begitu nakal dalam persepsi Ny. A, karena
tidak pernah mau diam dan tidak menuruti apa yang
diperintahkan oleh Ny. A. Dalam perkembangan
selanjutnya, Ny. A lebih merasa bahwa Noni lah tipe
anak ideal dalam bayangannya, dan Nano adalah anak
nakal yang harus "diberi pelajaran". Ia kemudian
sering membandingkan Nano dengan kakaknya Noni.
Akhirnya, Nano semakin tidak bisa dikendalikan dan
sering menumpahkan kekesalan terhadap seisi rumah. Ia
mudah marah dan menghacurkan benda-benda yang ada didekatnya.
Itulah, dampak psikologis yang secara langsung nampak.
Karena itu, setiap anak berhak mendapat kasih sayang
yang sama dan kesempatan untuk tumbuh dalam dunianya
sesuai dengan waktu yang memang sejalan denganperkembangannya.
Seperti yang diuraikan Mba Emmy sebelumnya, kita
cenderung lalai untuk mengoptimalkan potensi otak
kanan yang sangat berperan dalam pembentukan akhlak
dan moral serta kreativitas anak-anak kita. Dalam
pelaksanaannya tentu kita tidak dapat membentuk anak
kita dengan memaksa dia untuk bersikap sopan atau
kreatif. Kita bisa melakukan sekaligus peran-peran di
bawah ini untuk mengarahkannya dengan cara kesukaanmereka:
1. Peran sebagai badut. Dengan mengambil peran seperti
badut, kita dapat menghadirkan banyak keceriaan untuk
anak-anak kita yang dapat segera mengusir kesedihanatau kerisauannya.
2. Tukang Sulap. Melalui sulap kecil-kecilan kita
dapat mengajarkan banyak hal kepada anak kita.
Misalnya, kita bisa mengajarkan bentuk-bentuk
geometris dengan meniru cara tukang sulap. Kita ajak
anak kita bermain dengan kertas persegi panjang, lipat
menjadi segi tiga dengan ekspresi riang kita katakan
bahwa kertas yang kita pegang berbentuk segi tiga dan
minta dia untuk mengulang nama bentuknya. Sembunyikan
di belakang tubuh kita sambil di lipat menjadi segi
tiga yang lebih kecil dengan gaya yang lucu. Tunjukkan
kepadanya. Lakukan hal itu hingga menjadi segi tiga
yang terkecil. Hal ini tentu menjadi pengalaman yang
menyenangkan baginya dan dia akan mudah mengingatseperti apa segi tiga itu.
3. Sahabat. Menjadi orang yang begitu penuh perhatian
dengan tidak bersikap sebagai orang yang lebih tua
darinya. Mendengarkan semua yang ingin diungkapkannya.
4. Ulama. Peran ini sangat penting kita miliki dan
kita lakukan untuk mengarahkan anak-anak kita menjadi
muslim/muslimah yang salih dan salihah, bangga dengan
agamanya, mengenal Allah dan Rasul-Nya, dan tentunyaberakhlak karimah.
5. Ilmuwan Peneliti. Kita juga dapat memancing rasa
keingintahuan dan kreativitas anak-anak dengan
melakukan percobaan-percobaan sederhana di rumah.
Misalnya, dengan memasukkan telur ke dalam segelas
air. Telur itu tentu tenggelam. Lalu berikan garam dan
aduklah air dengan telur di dalamnya. Kemudian telur
itu akan mengapung. Apakah anak Anda akan bertanya,"Bagaimana jika telur
asin?".
6. Kutu Buku. Melalui buku kita dapat membuka wawasan
kita dan anak-anak kita. Dengan membaca pun kita dapat
menambah banyak hal yang akan kita ceritakan, kita
ajarkan atau kita sampaikan kembali kepada anak kita.
Sebagai renungan, kita dapat meninjau kembali ide
kesetaraan gender yang semakin kencang sekali
dihembuskan ke telinga wanita-wanita muslim. Kita bisa
merasakan biasnya terhadap pengasuhan anak-anak,
karena pada kenyataannya semakin banyak anak yang
ditinggalkan oleh ibunya. Sementara itu, televisi
menjadi sahabat yang semakin dekat dengan anak-anak.
Padahal, sepertinya para pengusaha hiburan
pertelevisian dan pemerintah kurang memiliki political
will untuk melindungi hak-hak anak-anak agar tidak di
bawah pengaruh tayangan televisi. Jadilah televisi
memainkan peran sebagai ibu kedua bagi anak-anak.
Untuk memberi bekal kepada anak-anak kita, kita harus
memulai dengan menegakkan hukum di dalam rumah tangga.
Saling menghormati antara ibu dengan ayah, dan ayah
dengan ibu, ibu dengan anak dan anak dengan ibu, serta
ayah dengan anak dan anak dengan ayah. Hal itu akan
dapat membentuk pola asuh yang baik, yang akan
memberikan banyak kenangan menyenangkan bersama orang
tua, yang pada akhirnya dapat membentuk kepribadian
anak-anak kita menjadi orang-orang yang tangguh dan
berakhlak mulia di hadapan Allah, Rasulullah dan
manusia yang berinteraksi dengannya.
# supelmen materi,disarikan dari Makalah Ust. Reza
Syarif di seminar Yarsi 23 Juli 2000,
edited byazimah#
Beberapa TiPs mengoptimalkan potensi pada masa "GoldenYears"
1. Bermain.
Kita harus banyak bermain bersama anak, karena bermain
sangat membantu meningkatkan intelegensia.
Gerakan-gerakan seperti berguling-guling,
melompat-lompat dan berayun-ayun akan mengaktifkan
Vestibular sysytem yang berhubungan dengan cairan di
belakang telinga yang sangat mempengaruhisyaraf-syaraf kecerdasan anak.
Dengan bermain kita memaksimalkan perkembangan kelima
panca indera, yaitu penglihatan, pendengaran,
penciuman, perasa dan peraba. Cara merangsang indera
penglihatan misalnya dengan memberikan warna-warna
kontras di kamar bayi, mengembangkan indera
pendengaran dengan merekam berbagai suara dan setelah
bayi bisa bicara orangtua dan anak bisa maintebak-tebakan dengan suara
tersebut.
2. Membacakan CeritaKita harus memperkenalkan buku kepada anak seawal
mungkin, sejak lahir. Saat yang paling mudah
menanamkan kebiasaaan membaca kepada anak adalah saat
anak masih belum bisa protes, yaitu waktu bayi, bahkansejak dalam kandungan.
Jika kita membacakan cerita kepada bayi setiap malam
secara rutin, maka acara tersebut menjadi suatu ritual
yang dinantikan anak. Membacakan cerita kepada bayi
juga mengembangkan keingintahuan serta kecerdasan anak
Ketika bayi semakin besar, sudah bisa duduk di
pangkuan, bisa meraba buku dan merasakan kehangatan
ayah atau ibu, maka pada saat membacakan cerita akan
tumbuh suatu perasaan yang sangat menyenangkan anak.
Perasaan itu akan terbawa terus sampai dewasa, ini
disebut dengan istilah "neuro association". Sehingga
ketika besar anak akan sangat senang membaca buku.
Kebiasaan membaca ini juga penting untuk mengimbangidampak TV bagi anak.
3. Merespon keingintahuan yang tinggi
Para ahli mengatakan di otak kita ada "neuro pathway"
dan salah satu bagian dari neuro pathway tersebut
adalah bagian "bertanya" atau "keingintahuan".
Tiapkali anak bertanya, dijawab, bertanya lagi,
dijawab lagi, begitu seterusnya sehingga neuro pathway
mereka akan semakin kuat. Sebaliknya yang umum terjadi
di masyarakat kita, jika anak bertanya seringkali
dijawab "Kamu anak cerewet". Akibatnya tiap kali anak
bertanya keingintahuannya selalu dimatikan sehingga
neuro pathwaynya menciut dan rasa keingintahuan ituhilang.
Karena itu orangtua harus terus memperluas wawasan
sehingga selalu siap menjawab pertanyaan anak secara
memuaskan dan memanfaatkan pertanyaan anak sebagai
pendorong dan kesempatan untuk belajar.
__________________________________________________
----------------------------------------------------------------
The information transmitted is intended only for the person or entity to which
it is addressed and may contain confidential and/or privileged material. Any
review, retransmission, dissemination or other use of, or taking of any action
in reliance upon, this information by persons or entities other than the
intended recipient is prohibited. If you received this in error, please
contact the sender and delete the material from any computer.
>> www.jajak.com >> Pilih jawabannya dan rebut hadiahnya <<
>> Kirim bunga ke-20 kota di Indonesia? Klik, http://www.indokado.com
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]