Dear Ibunya Rayhan,

Biasanya pada waktu imunisasi terakhir kita diberitahukan kapan harus
kembali, seperti anak saya Bana (1 th 7bl) selesai imunisasi waktu umur nya
1 th5 bln, dan kata dsa nya harus kembali untuk imunisasi ulang pada waktu
umur 2 th, lebih baik Ibu tanyakan lagi dengan dsa-nya kapan Rayhan harus
kembali untuk imunisasi.
Atau mungkin di lingkungan ibu bisa ikut kegiatan Posyandu yang diadakan 1
bulan 1 kali.

Mudah-mudahan Ibunya Rayhan nggak bingung lagi

Salam
Ibunya Bana

        ----------
        From:  Mardhiana, Rahajeng
[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
        Sent:  Monday, September 04, 2000 8:12 AM
        To:  '[EMAIL PROTECTED]'
        Subject:  RE: [balita-anda] RE: imunisasi Hib

        Dear Netters,

        Putra saya sekarang sudah 10,5 bulan , nach imunisasinya sudah
selesai
        kira " bagaimana untuk mengetahui kesehatan putra saya supaya tetap
bisa
        terjaga & tercontrol setiap saat....
        apakah perlu imunisasi yang lain atau mesti control tiap bulan ke
dokter
        anak..?
        mungkin ada rekan " yg sudah berpengalaman , saya mohon sharingnya
dari
        rekan "
        sebelum & sesudahnya saya ucapkan terimakasih 

        Ibu Rayhan

        > -----Original Message----- 
        > From: Rames Sitorus [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
        > Sent: Friday, September 01, 2000 3:14 PM
        > To:   Balita ML
        > Subject:      Re: [balita-anda] RE: imunisasi Hib
        > 
        > Dear Netters,
        > 
        > Karena banyak permintaan, maka artikel yang bentuk Document Word,
saya
        > copy-kan ke dalam e-mail (dalam bentuk text).
        > (Mudah-mudahan tidak ditolak Milis ....:))
        > Semoga semua netter bisa membacanya dengan baik.
        > 
        > Salam,
        > Papa-nya Resa
        > Rames Sitorus
        > Tel.  62-21-4242000
        > Fax. 62-21-4268546
        > http://www.Kring12000.com
        > 
        > 
        > Balita Kena Flu, Jangan Main-main
        > 
        > Ini peringatan bagi keluarga yang mempunyai balita. Ada baiknya
selalu
        > mewaspadai penyebaran Haemophilus Influenza tipe B (Hib), biang
penyebab
        > utama infeksi bakteri invasif pada anak-anak seluruh dunia.
        > 
        > Bahkan dijelaskan Prof Michael D. Decker dari Vanderbilt
University School
        > of Medicine AS, dalam temu ilmiah "Combination Vaccine In
Indonesia year
        > 2000" di Graha Bik. Iptek Dok FK Unair, Sabtu (3/6), serangan Hib
ini
        > termasuk berisiko tinggi membawa kematian balita.
        > 
        > Menurut Decker, serangan Hib di negara-negara belahan utara dan
negara
        > tropis memang berbeda. Untuk negara belahan utara, serangan Hib
cenderung
        > pada manusia usia lanjut. Sedang untuk negara tropis, termasuk
Indonesia,
        > Hib menyerang pada anak-anak (balita), yang biasanya dalam bentuk
        > meningitis
        > (radang otak).
        > 
        > Hal itu didukung hasil penelitian Hardiono Pusponegoro, serta
Bradford dan
        > kawan-kawan. Dari penelitian itu Hib disebutkan sebagai penyebab
utama
        > meningitis bakteri pada usia 2 bulan
        > hingga 2 tahun. Juga diungkap sekurang-kurangnya 37,8% meningitis
bakteri
        > disebabkan Hib.
        > "Bradford dan kawan-kawan yang juga melakukan penelitian di
Lombok, telah
        > menemukan
        > 4,6% anak sehat berusia kurang 2 tahun mengandung koloni Hib
        > dinasofaring,"
        > ujar Decker.
        > 
        > Penularan Hib tak ubahnya seperti penyakit flu. Di mana bakteri
menyebar
        > melalui air liur
        > penderita yang di bawah angin lalu dihirup calon penderita. Lalu
sejauh
        > mana
        > kerentanan penyebaran Hib pada anak-anak di Indonesia? Decker
memang tak
        > menyebutkan data, sejauh mana epedemi infeksi Hib yang menjadi
penyebab
        > radang otak pada balita di sini. Hanya saja, Indonesia, yang
tentunya sama
        > dengan negara tropis, termasuk rentan akan penyebaran penyakit
berisiko
        > tinggi membawa kematian itu.
        > 
        > "Yang penting, tindakan kita adalah mengantisipasi secara dini,
sehingga
        > tidak kehilangan
        > kesempatan untuk mencegah sebagian besar serangan penyakit ini,"
katanya.
        > 
        > Sama Tingginya
        > Decker mejelaskan, angka serangan Hib di negara-negera belahan
bumi utara
        > sama tingginya
        > dengan negara-negara tropis. Ini juga berarti serangan Hib di
        > negara-negara
        > yang sudah tinggi
        > tingkat ekonominya, seperti Swedia, Kanada, maupun Firlandia, sama
        > tingginya
        > dengan di Indonesia.
        > 
        > "Jadi, status sosial ekonomi tidak melindungi seseorang dari
penyakit Hib,
        > dan semua pasien
        > (masyarakat) berhak mendapatkan perlindungan dari penyakit itu,"
ujarnya.
        > 
        > Sementara itu, Dokter Darto Saharso dari Devisi saraf anak
lab./SMF Ilmu
        > Kesehatan Anak RSUD Dr Soetomo-Fakultas Kedokteran Unair Surabaya,
        > mengatakan penyakit radang otak pada balita itu mulai
teridentifikasi
        > sejak
        > 1986, dan tiap tahun terjadi lonjakan kasus.
        > 
        > Berdasarkan data dari rumah sakit Dr Soetomo, penyakit radang otak
yang
        > disebabkan serangan Hib itu 11% terhadap anak usia 5 tahun, 27%
pada anak
        > 1-4 tahun, dan 62% pada anak 1 bulan hingga 1 tahun. Dari data di
sana
        > juga
        > terlihat tingkat risiko kematian cukup tinggi. Seperti pada 1997,
dari
        > sejumlah kasus, hanya sekitar 17% yang berhasil diselamatkan tanpa
cacat,
        > 28% mengalami cacat, dan sekitar 55% membawa kematian. "Dari data
itu,
        > tentunya menjadi tantangan kita, sejauh mana bisa menyelamatkan
balita
        > dari
        > serangan Hib," ujarnya.
        > 
        > Lalu dengan tindakan apa untuk menangkal serangan Hib itu? Decker
maupun
        > Darto, mengatakan, untuk sementara tindakan orangtua balita yang
paling
        > tepat adalah melakukan preventif melalui imunisasi. Apalagi hasil
rekayasa
        > ilmu kedokteran didukung teknologi medis telah ditemukan vaksin
Hib
        > konjugat. Imunisasi vaksin Hib itu, lanjut Decker, sebaiknya
dilakukan
        > pada
        > balita mulai usia 2 bulan, di mana antibodi maternal sudah tidak
ada lagi.
        > 
        > "Menghadapi serangan Hib itu, WHO kini telah merekomendasikan
untuk
        > mempertimbangkan
        > penggunaan vaksin Hib konjugat dalam program imunisasi nasional
bagi
        > negara-negara anggotanya," tegas Decker.
        > 
        > Dalam pertemuan ilmiah membedah fenomena penyakit Hib, diikuti 250
dokter
        > itu ramai diwarnai tanya jawab. Bahkan dari penjelasan Decker,
rupanya
        > masih
        > ada keraguan sejumlah dokter sehingga mereka lebih memilih menunda
        > pemberian
        > vaksin Hib hingga bayi berusia enam bulan. Langkah ini lebih untuk
        > menghindari pemberian suntikan lebih dari dua kali pada balita.
        > 
        > Apakah tindakan ini benar? Menjawab pertanyaan itu, Decker
mengatakan,
        > amat
        > penting memulai seri pemberian imunisasi pada kunjungan pertama
anak untuk
        > mendapatkan. Dengan kata lain saat memberi suntikan DTP pertama,
juga
        > harus
        > mulai memberi suntikan Hib yang pertama.
        > 
        > "Risiko terbesar penyakit Hib pada usia dini. Jadi bila menunggu
hingga
        > anak
        > berusia 6 bulan atau lebih berarti kehilangan separo lebih
keuntungan dari
        > vaksin Hib," katanya.
        > 
        > Sekadar diketahui, dalam pengembangan vaksin Hib konjugat itu,
salah
        > satunya
        > hasil produksi Pasteur Merieux Connaught, di mana vaksin Hib yang
        > dihasilkan
        > mengandung PRP-T, dan khusus pengembangan di sini ditangani PT
Aventris
        > Pasteur. (sab)
        > Sumber: http://www.surabayapost.co.id/
        > 
        > 
        > 
        > 
        > ----- Original Message -----
        > From: Nining <[EMAIL PROTECTED]>
        > To: <[EMAIL PROTECTED]>
        > Sent: Friday, September 01, 2000 2:44 PM
        > Subject: RE: [balita-anda] Fw: [balita-anda] RE: imunisasi Hib
        > 
        > 
        > > Tolong dong,
        > >
        > > Aku juga mau, please kirim ke aku ya.
        > >
        > > Terima kasih.
        > >
        > > -----Original Message-----
        > > From: Gokma Hasugian [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
        > > Sent: Friday, September 01, 2000 2:38 PM
        > > To: [EMAIL PROTECTED]
        > > Subject: Re: [balita-anda] Fw: [balita-anda] RE: imunisasi Hib
        > >
        > >
        > > tolong kirim ke aku juga dong (japri)
        > >
        > > thx,
        > > mama bonita-benito
        > >
        > > Rames Sitorus wrote:
        > >
        > > > Ibu Sri,
        > > >
        > > > Saya mau kirim artikel tentang Hib, ditolak sama Milis, karena
lebih
        > dari
        > > 40
        > > > Kb.
        > > >
        > > > Rgds,
        > > > Rames S.
        > > >
        > > > ----- Original Message -----
        > > > From: Rames Sitorus <[EMAIL PROTECTED]>
        > > > To: <[EMAIL PROTECTED]>
        > > > Sent: Friday, September 01, 2000 11:32 AM
        > > > Subject: Re: [balita-anda] RE: imunisasi Hib
        > > >
        > > > > Ibu Sri,
        > > > >
        > > > > Saya bantu mencarikan artikel ttg  Haemophilus Influenza
tipe B
        > (Hib).
        > > > > Berikut salah satu cuplikan dari artikel :
        > > > > Menurut Decker, serangan Hib di negara-negara belahan utara
dan
        > negara
        > > > > tropis memang berbeda. Untuk negara belahan utara, serangan
Hib
        > > cenderung
        > > > > pada manusia usia lanjut. Sedang untuk negara tropis,
termasuk
        > > Indonesia,
        > > > > Hib menyerang pada anak-anak (balita), yang biasanya dalam
bentuk
        > > > meningitis
        > > > > (radang otak).
        > > > >
        > > > > Untuk lebih lengkapnya , silahkan baca sendiri artikel
attachment
        > > (Balita
        > > > > Kena Flu.doc (32,0 KB)).
        > > > >
        > > > > Salam,
        > > > > Rames S. (Papa-nya Resa)
        > > > > Tel.  62-21-4242000
        > > > > Fax. 62-21-4268546
        > > > > http://www.Kring12000.com
        > > > >
        > 
        > 
        > 
        > >> www.jajak.com >> Pilih jawabannya dan rebut hadiahnya <<
        > >> Kirim bunga ke-20 kota di Indonesia? Klik,
http://www.indokado.com
        > >> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
        > Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
        > Stop berlangganan, e-mail ke:
[EMAIL PROTECTED]
        > 
        > 
        > 
        > 
        > 
        > 
        > 
        > 
        > 
        > 
        > 
        > 
        > 

        >> www.jajak.com >> Pilih jawabannya dan rebut hadiahnya <<
        >> Kirim bunga ke-20 kota di Indonesia? Klik,
http://www.indokado.com
        >> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
        Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
        Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]













        

>> www.jajak.com >> Pilih jawabannya dan rebut hadiahnya <<
>> Kirim bunga ke-20 kota di Indonesia? Klik, http://www.indokado.com
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]















Kirim email ke