Cinta Ibu Membuat Anak Lebih
Pintar
Suatu
hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Nature Neuroscience,
menyatakan bahwa sentuhan kasih sayang seorang ibu dapat membuat anak-anaknya
tumbuh lebih pintar dan lebih mampu mengatasi lingkungan yang buruk. Dalam suatu
perdebatan mengenai sifat alamiah dan cara pengasuhan, para peneliti dari
McGill University, Kanada, telah menemukan bahwa suatu pengasuhan
memegang peranan yang penting dalam perkembangan kecerdasan dan daya ingat
seorang anak.
Apa yang diperlihatkan oleh penelitian ini adalah
pengasuhan yang buruk selama masa bayi, dapat membawa dampak jangka panjang
terhadap fungsi otak.
Para ilmuwan dari McGill University menguji
2 kelompok hewan yang terdiri dari 32 induk tikus betina. Satu kelompok amat
memperhatikan anak-anak mereka, menjilati dan merawat anak-anak mereka lebih
sering daripada kelompok yang satu lagi. Induk-induk tikus tersebut menghabiskan
jumlah waktu yang sama dengan anak-anak mereka, namun kelompok yang lebih
perhatian, melakukan lebih banyak kontak dengan anak-anak mereka.
Ketika
anak-anak tikus tersebut tumbuh dewasa, para peneliti menguji mereka dalam
sebuah labirin air. Tikus-tikus yang lahir dari induk tikus yang penuh
perhatian, mampu lebih cepat menemukan pola akhir labirin dibandingkan mereka
yang lahir dari induk tikus yang kurang perhatian. Dari hasil penelitian ini,
para peneliti memperkirakan bahwa tikus-tikus yang lahir dari induk yang
perhatian memiliki kecerdasan dan daya ingat yang lebih baik dibanding
tikus-tikus yang diacuhkan oleh induknya.
Para peneliti juga memeriksa
otak tikus-tikus tersebut dan menemukan adanya ekstra sinaps (hubungan
antara dua sel saraf) dan hormon pertumbuhan serta reseptor neurotransmitter
dalam hippocampus kelompok tikus yang disayangi oleh induknya.
Hippocampus adalah bagian otak yang diyakini memegang peranan dalam
proses daya ingat, belajar dan emosi.
Para ilmuwan tersebut kemudian
melakukan eksperimen yang kedua. Mereka menukar anak-anak tikus tersebut dengan
induk yang berbeda. Anak-anak tikus yang dilahirkan dari induk tikus yang kurang
perhatian dibesarkan oleh induk tikus yang perhatian, dan sebaliknya. Kedua
kelompok tikus tersebut ternyata mencatat skor yang sama, dan kedua-duanya
mengalami perkembangan ekstra sinaps.
"Hasil-hasil penemuan ini
menunjukkan bahwa kasih sayang dan sifat alamiah saling terkait dan bahwa
kerusakan biologis mungkin dikalahkan oleh kasih sayang," kata Kaplan.
sumber : satumed.com
|