|
Dear Netter,
saya nemu artikel bagus
nich, tentang seluk beluk kanker mulut rahim, udah lewat sih dari pembahasan
kita terdahulu, tapi paling tidak kita taulah...., atau jika rekan mau
lebih jelas bisa buka lagi di situs satumed.com. hari ini.
ok...
salam...
-------------------------------
(satumed.com) Jumat, 18
Agustus 2000
Kanker Mulut Rahim
Dr.
Mery
Kanker mulut rahim, atau yang dikenal dengan kanker serviks
kembali banyak diperbincangkan, setelah salah seorang artis kita, Nita Tilana,
meninggal dikarenakan penyakit ini. Sebenarnya kanker serviks ini sejak dulu
sudah mempunyai insidens yang cukup tinggi, dan termasuk kanker yang menuruti
urutan teratas bersama dengan kanker payudara, bagi para wanita.
Bila
seseorang telah menderita kanker serviks, maka tidak akan terlalu sulit untuk
memastikannya. Tapi yang terpenting adalah mengetahuinya sedini mungkin, dimana
baru terjadi perubahan awal pada sel-sel epitel serviks dan belum berubah
menjadi suatu keganasan.
Sehingga perlu bagi para wanita untuk melakukan
pemeriksaan rutin yang dikenal dengan pap smear, yang dilakukan berkala
setiap 6 bulan hingga 1 tahun, tergantung dari faktor risiko seorang
wanita.
Penyebab pasti kanker serviks belum diketahui, tetapi penelitian
akhir di luar negeri mengatakan bahwa virus yang disebut HPV (Human Papilloma
Virus) menyebabkan faktor risiko seorang wanita untuk terkena kanker
serviks, meningkat tajam. Dikatakan, para wanita dengan HPV tinggi, paling
sedikit 30 kali lebih cenderung berisiko mengidap penyakit kanker serviks
dibanding dengan wanita dengan HPV yang negatif.
Faktor-faktor risiko
lainnya, banyak yang merupakan faktor dari luar (eksternal) dimana dapat
mendukung timbulnya kanker serviks ini, antara lain: 1. Melakukan hubungan
seksual pada usia muda (kurang dari 16 tahun) 2. Wanita dengan aktivitas
seksual yang tinggi, dan sering berganti-ganti pasangan 3. Kebersihan
genitalia yang buruk 4. Wanita yang merokok 5. Riwayat penyakit kelamin
seperti herpes dan kutil genitalia 6. Semakin tinggi risiko pada wanita
dengan banyak anak, apalagi dengan jarak persalinan yang terlalu
dekat
Gejala dan tanda klinis kanker serviks antara lain:
- keputihan, yang makin lama makin berbau busuk
- perdarahan setelah melakukan hubungan seksual, yang lama-kelamaan dapat
terjadi perdarahan spontan (walaupun tidak melakukan hubungan seksual.
- Berat badan yang terus menurun
- Anemia (kurang darah) karena perdarahan yang sering timbul
- Rasa nyeri di sekitar genitalia
Pengobatan kanker serviks ini tergantung dari tingkat/stadium kanker yang
diderita. Pengobatan dapat berupa penyinaran, pengangkatan rahim (histerektomi)
yang dapat disertai dengan pengangkatan kelenjar getah bening panggul, atau
kemoterapi.
Yang terpenting adalah melakukan deteksi dini secara berkala,
sehingga cepat diketahui bila terjadi perubahan dari sel-sel epitel serviks,
sebelum berlanjut menjadi suatu keganasan.
Bila kanker serviks baru
diketahui kemudian, dimana telah terjadi penyebaran ke bagian tubuh lain, tentu
akan semakin sulit untuk diobati. ====
|