Saya juga pernah membaca cerita itu, seingat saya sewaktu gadis kecil yang
miskin itu menyalakan korek apinya, terlihat wajah ibunya yang telah lama
meninggal dunia sedang tersenyum, sehingga ketika korek apinya sudah padam
segera Ia menyalakan korek api berikutnya dan tersenyum memandang wajah
Ibunya...., sampai pada batang korek api terakhir gadis kecil itu berkata :
Ibu saya ingin ikut denganmu (digambarkan didalam cahaya api tsb siIbu
mengulurkan tangannya.) Keesokkan paginya gadis  kecil tersebut ditemukan
meninggal dengan wajah tersenyum.


Salam,
Mamanya Sammy

        ----------
        From:  mBin [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
        Sent:  19 September 2000 13:32
        To:  [EMAIL PROTECTED]
        Subject:  Re: [balita-anda] Gadis penjual korek Api


        sependek yang saya ingat,
        yang ditulis oleh mas karno adalah endingnya saja,
        maka kita pake sistem backflash saja.......

        di awalnya adalah seorang gadis kecil yang miskin,
        yang demi menyambung hidupnya berjualan korek api,
        korek api ini dia jajakan di jalanan suatu kota di musim dingin..

        ia tawari orang yang lalu lalang,
        namun tak ada yang berminat membeli korek apinya,
        padahal dari sepagi dan sesiang dia belum juga dapat uang untuk
makan,
        dan tiada tempat untuk berteduh dari kedinginan dan kelaparan,

        sambil menahan lapar dan dingin,
        ia mulai berfikir apakah ia menghangatkan badannya dengan menyalakan
korek
        apinya,
        atau menunggu korek apinya laku dan mendapatkan uang untuk membeli
makan,
        sambil menjajakan dia pun ragu apa yang ingin dia lakukan,
        menunggu korek apinya laku atau menghangatkan badan...

        akhirnya rasa lapar dan dingin membuatnya mencari tempat istirahat
di
        pojokan jalan,
        dengan ragu, ia nyalakan satu korek api untuk menghangatkan
tubuhnya,
        satu lagi ......ia nyalakan untuk menghangatkan tubuhnya,

        dan dari persediaan yang tak seberapa...
        tinggal satu batang korek api terakhirnya,
        dan keraguan demi keraguan terus menemaninya,
        menghabiskan sisa korek apinya agar laku dijual untuk makan,
        atau menghangatkan tubuhnya dari kedinginan yang menusuk tulang...

        hingga akhirnya ia nyalakan korek api terakhirnya .......

        %$# %$@#  &^%^#$%#$  &^#%$@$#@ &^#@

        back flash ke ceritanya mas karno di bawah ........

        lam salam,
        mBin
        -----

        ----- Original Message -----
        From: Sukarno <[EMAIL PROTECTED]>

        kalau nggak salah yang ceritanya di musim salju dan gadis kecil
tersebut
        kedinginan lalu dia nyalain korek apinya satu-satu dan dari korek
api itu
        muncul
        illusi hingga akhirnya si anak tsb meninggal dunia dengan
tersenyum......
        kalau benar yg itu saya pernah baca, cuma sdh lama sekali. kalau ada
yang
        punya
        ceritanya saya juga mau. thx
        Safaatun wrote:

        > Mba Irene,
        >
        > Jika nggak keberatan saya juga ingin tau ceritanya, tentang apa
ya...
        >
        > Thanks ya




        >> Kirim bunga ke-20 kota di Indonesia? Klik,
http://www.indokado.com
        >> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
        Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
        Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]













        


>> Kirim bunga ke-20 kota di Indonesia? Klik, http://www.indokado.com
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]















Kirim email ke