Wah... ini masuk ke pasal Sexual Discrimination... udah abad ke 21 nih...
masak setelah budaya macho (male-dominant)... sekarang ganti feminism
awut-awutan seperti ini.... malu ah...
Yang jelas, siapapun yang punya mulut, tak peduli pria atau wanita, pasti
pernah berdusta...
Arif
-----Original Message-----
From: Yani Trianti <[EMAIL PROTECTED]>
To: 'Balita (E-mail)' <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Tuesday, September 26, 2000 11:45 AM
Subject: [balita-anda] FW: [ummigroup] Fw: dusta
>Dear ALL,
>For Info Please...Mudah2xan Ibu2x seneng nich..
>Pak Basuki ngga boleh Doubting ya...
>
>Please don't think thi is unuseful mail.
>
>
>Thanks& Best Regards-Yani
>
>
>-----Original Message-----
>From: Serly Nursolihah Q [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
>Sent: Tuesday, September 26, 2000 10:40 AM
>To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
>Subject: [ummigroup] Fw: dusta
>
>
>
>
>
>> Pria dan Dusta, Bak Roti dan Mentega?
>>
>> Seorang teman wanita pernah mengatakan bahwa seperti roti dan mentega,
>pria
>> dan bohong nyaris tak bisa dipisahkan. Betulkah? Anda yang pria pasti
tahu
>> kebenarannya, sementara yang wanita - mungkin Anda pernah mengalami
>sebalnya
>> dipermainkan seorang pria dengan lidahnya yang tak bertulang itu?
>>
>> Oh, si pendusta itu ...
>> Pernah nonton Jim Carey di film Liar, Liar? Gimana, canggih kan
>> kepandaiannya berdusta? Seolah-olah bohong adalah sifat yang sudah
>> mendarah-daging dalam aliran darahnya.
>>
>> Tentu saja, tak semua pria separah itu. Tapi, entah mengapa, pria memang
>> doyan kegiatan satu ini. Mereka bukan hanya berdusta pada wanita, tapi
>pada
>> apa pun yang bisa dibohongi. Semua yang berada di bawah naungan sinar
>> mentari, dari wanita yang pernah diajaknya tidur bersama, sampai pada
>> dirinya sendiri. Sudah begitu, mereka bisa melakukannya tanpa rasa salah.
>>
>> Bedanya dengan wanita, teori dusta pria kurang sophisticated. Bila Anda
>> wanita, insting Anda yang kuat pasti bisa membisikkan, kapan seorang pria
>> mendustai Anda. Soalnya, biar pria gemas berdusta, kadang-kadang,
>> skenarionya kurang oke. Lain halnya wanita. Sekali bohong, jalinan
>ceritanya
>> bisa dijadikan opera sabun!
>>
>> Alasan pria berdusta
>> Tapi, ada alasan-alasan mengapa seorang pria berbohong. Sebagian, ada
>> kalanya alasan itu diakibatkan wanita yang 'memaksa' pria untuk berdusta.
>> Misalnya, Anda sedang berjalan dengan pacar Anda. Tiba-tiba, seorang
>wanita
>> cantik lewat di depan Anda berdua. Coba, apa lagi yang paling 'selamat'
>> kalau bukan mengatakan pada pacar Anda bahwa cewek itu kalah cantik dan
>> seksi ketimbang pacar Anda?
>>
>> Alasan lainnya, yaaah, mulut pria memang seperti senapan mesin yang siap
>> memuntahkan kebohongan apa pun. Namun, alasannya memang berbeda-beda,
>sesuai
>> dengan situasi dan kondisi. Yang penting, ia akan mengatakan apa saja
demi
>> stabilitas suasana, melindungi diri atau egonya sendiri. Soalnya, pria
>> memang agak segan cari ribut. Itulah yang umumnya disebut white lies
alias
>> bohong putih.
>>
>> Berdusta buat hidup
>> Pendapat lebih gila ada lagi. Konon, sejak kecil pria memang sudah bisa
>> berbohong. Coba saja lihat bocah kecil yang nakal. Kalau kue atau es krim
>di
>> kulkas habis, anak lelaki bisa dengan tenang menuduh adik perempuannya
>yang
>> menghabiskan - atau bahkan menuduh si Mpus atau si Bleki - sementara
>> mulutnya sendiri belepotan cokelat. Namanya juga anak laki!
>>
>> Berdusta untuk hidup, seperti yang dilakukan si Buyung di atas, ternyata
>> terbawa juga ketika dewasa. Perhatikan profesi yang didominasi kaum pria.
>> Politisi, pekerja pemerintahan, pengacara dan sejenisnya, ahli bedah
>> plastik, psikiater, - 'tipis' sekali kan batas kebenaran dan
'tipuan'-nya?
>>
>> Tapi, tentu saja tak semua pria berdusta. Cuma, dari pengalaman (banyak
>> orang), pria yang tak berdusta itu sedikit jumlahnya. Biasanya, mereka
>yang
>> taat pada agama, atau mereka memang tak punya lidah. Cuma, sekali lagi,
>> meskipun suka berbohong, biasanya tipu daya mereka tidak berbahaya.
>>
>> Wanita tak pernah bohong?
>> Ya, jelas nggak lah. Hanya saja, pada dasarnya wanita memang benci kalau
>> mesti berdusta. Mereka hanya mau berbohong kalau terpaksa atau tidak ada
>> jalan lain. (Ketahuan kan, kenapa ada perusahaan yang lebih suka
>> mempekerjakan wanita ketimbang pria?)
>>
>> Walau begitu, sekalinya berbohong, efek dusta wanita bisa lebih hebat.
>> Soalnya, mereka tidak pernah asal-asal bikin cerita bohong. Selalu ada
>> bukti-bukti, alibi, ataupun sesuatu yang mendukung. Makanya, pengarang
>> cerita detektif kebanyakan wanita.
>>
>> Kalau saja pria lebih pintar sedikit, seharusnya mereka juga bisa menduga
>> waktu-waktu mana saja ia dibohongi. Contohnya ... ah, itu cerita lain.
>Yang
>> jelas, pria memang lebih suka berbohong. Anda setuju?
>
>(hannie k.wardhanie)
>
>
>
>-------------------------- eGroups Sponsor -------------------------~-~>
>GET A NEXTCARD VISA, in 30 seconds! Get rates
>as low as 0.0% Intro APR and no annual fee!
>Apply NOW!
>http://click.egroups.com/1/9332/14/_/5942/_/969942379/
>---------------------------------------------------------------------_->
>
>--------------------------------------------------------
>
>Mari Bersama Menuju Ridho Allah
>
>UmmiGroup Online http://www.ummigroup.co.id
>
>MIRROR UMMIGROUP http://members.muslimsites.com/ummigroup
>
>Iklan Baris http://www.ummigroup.co.id/iklanbaris
>
>
>> Kirim bunga ke-20 kota di Indonesia? Klik, http://www.indokado.com
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]