Masalahnya saya baca tentang masalah tsb sudah lama dan saya sudah lupa
siapa yang melakukan penelitian dan di media mana penelitian tsb
dipublikasikan. Dan saya juga bukan tipe peneliti/ akademisi yang dalam
obrolan sehari-hari harus selalu mengikutkan referensi apalagi tanggal
penerbitan dari kutipan yang saya bicarakan.
Mengenai benar atau tidaknya mengunyahkan makanan kepada seorang anak
(walaupun oleh ibunya sendiri, atas dasar kasih sayang atau apapun)
berhubungan dengan tingkat kematian bayi memang hanya apa yang dulu saya
tangkap dari bacaan saya terhadap hasil penelitian tsb.
Tapi kalau mau dicoba sendiri, ya monggo.... :)
At 16:02 28/09/2000 -0500, you wrote:
>Tolong diklarifikasi pak, berikut hasil penelitian dan siapa yang
meneliti, kalau
>hanya membaca disebutkan juga media dan tanggal penerbitannya. TAnks.
>Bukan apa-apa sih ,Jangan-jangan bukan karna kebiasaan itu. Bisa karna
makanan atau
>penyakit lain toh.
>Rasanya sih secara logika ndak masuk akal kalau gara-gara makanan dikunyah
sama ibu
>yang melahirkannya kok menjadi penyebab tingginya kematian bayi.
>Soal jorok atau tidaknya, ya tiap orang itu punya kebiasaan masing-masing
dalam
>memberikan kasih sayang sama puterane. ..!! Toh masih ibunya sendiri yang
ngasih
>bukan hasil kunyahan orang lain.
>Atau mungkin bukan karna kasih sayang tetapi hanya sekedar memudahkan sang
buah hati
>dalam mengunyah.
>"Ian Sigit K." wrote:
>
>> Saya pernah baca hasil suatu penelitian (di daerah ntt atau ntb ?), bahwa
>> kebiasaan tsb memang sudah menjadi adat istiadat daerah setempat. Yang
>> memprihatinkan kebiasaan tsb mengakibatkan tingginya kematian bayi di
>> daerah tsb.
>
>> Kirim bunga ke-20 kota di Indonesia? Klik, http://www.indokado.com
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]