bagi ibu dan bapak sekalian, semoga, ini tidak oot, mBin ----- Pria Amerika Hamil Tua, Bisakah di Indonesia? Masih ingat Junior? Di film ini, Arnold Schwarzenegger yang berotot itu hamil. Saat menonton film itu, kita mungkin langsung berkomentar, ''Ah, teori.'' ''Mustahil!'', ''Mana mungkin.'' Tapi, kini, yang mustahil itu jadi kenyataan. Lee Mingwei, laki-laki tulen dari Manhattan, New York ini, yang kehamilannya sudah menginjak delapan bulan menjadi sorotan berbagai media. Segala gerak-geriknya direkam secara medis. Bahkan, kini ke mana-mana ia selalu disyut kamera video. Satu detik pun ia tak boleh lolos dari rekaman. Ia benar-benar menjadi lelaki penting di jagat ini (http://www.malepregnancy.com). Bisakah dokter Indonesia melakukan hal yang sama? Ternyata bisa. Caranya seperti yang dilakukan kepada Lee: rekayasa genetik. Awalnya, tubuh Lee diberi suplai pil hormon wanita. "Ini dilakukan untuk mempersiapkan tubuh Lee agar sesuai dengan kondisi tubuh wanita," kata dr Hudi Winarso MKes SpAnd, pakar reproduksi pria RSUD dr Soetomo. "Suplai hormon progesteron ini, dilakukan hingga kehamilan berusia empat bulan. Setelah itu, plasenta atau ari-ari janin bisa berfungsi sebagai penyedia hormon ini," katanya. Dalam kasus Lee, pembuahan dilakukan dengan teknik bayi tabung. ''Sperma dan telur dipertemukan di laboratorium," kata Hudi. Normalnya, pembuahan terjadi dengan sendirinya di saluran telur wanita. Pada wanita, hasil pembuahan tabung tadi ditanamkan setelah sel mengalami pembelahan tingkat 8-12 sel, biasanya pada hari ketiga pembuahan. "Pada pria, penanaman embrio dilakukan pada pembelahan tingkat 12 sel atau lebih," ungkap spesialis andrologi ini. Setelah berusia 4-5 hari, atau tingkat 16-24 sel, pada embrio tadi mulai terbentuk rongga. Di dalam rongga itu ada embrio yang dilindungi dinding rongga yang terdiri atas dua kelompok sel: sitotrofoblas (bakal selaput ketuban) dan sinsisiotrofoblas (bakal ari-ari). Bagian inilah yang nantinya bertugas menyerap sari makanan dari dinding otot yang ditempeli (biasanya otot rahim). Ari-ari ini mulai menempel pada usia kehamilan 7 hingga 9 hari. Tapi, bukankah pria tak punya rahim? Kalau begitu, di mana embrio menempel bila yang hamil pria? Embrio ditanam di selaput pembungkus otot dinding perut (peritoneum). "Tak masalah, memang, plasenta ini melekat di bagian otot mana," jelas Hudi. Yang berbeda, risikonya. Rahim memang disiapkan untuk menerima janin sehingga lebih kuat. Yang terjadi pada Lee, embrio ''diletakkan'' di selaput pembungkus otot dinding perut, yang tak sekuat otot rahim. Namun, itu tak terlalu jadi soal. Yang penting, ari-ari tetap bisa menyerap sari makanan. Hanya, risiko cengkeraman ari-ari lepas jadi lebih besar. Yang paling mengkhawatirkan adalah proses persalinan. Kalaupun dilakukan dengan operasi caesar, persiapan harus benar-benar matang. "Yang terpenting adalah saat melepaskan cengkeraman ari-ari dari dinding otot," katanya. Risikonya, bisa terjadi perdarahan hebat yang bisa mengontaminasi organ perut lain. "Bila ini yang terjadi, otot yang ditempeli ari-ari tadi mungkin saja perlu dibuang," katanya. Pertanyaan lain, bila tubuh Lee disiapkan menjadi seperti tubuh wanita, tak akan terpengaruhkah kejantanan Lee? "Dalam beberapa bulan mendapat hormon wanita, tubuh Lee tentu terpengaruh," kata dr Hudi. Bahkan, menurut dia, organ reproduksi pria Lee akan terpengaruh juga. "Tapi, menurut berbagai penelitian yang pernah dilakukan, pengaruh hormon ini hanya terjadi saat seseorang memakainya," jelas Hudi. Maukah Hudi jika didatangi pria Surabaya agar hamil seperti Lee? Ia mengatakan tak mungkin. ''Bukan tak mungkin dari segi medisnya, tapi dari segi etikanya. Pada gambar yang ditampilkan, tampak payudara Lee membesar. ''Pembesaran jaringan payudara ini disebut sebagai ginekomasti,'' kata dr Agus Harianto SpA(K), konsultan perinatologi/neonatologi RSUD dr Soetomo. Ginekomasti ini juga bisa terjadi pada bayi laki-laki atau perempuan yang baru lahir, penderita sakit liver, dan pengaruh hormonal. ''Bahkan, pada bayi yang baru lahir, kadang-kadang disertai pengeluaran cairan yang warnanya mirip ASI,'' ungkapnya. Hal ini, menurut dr Agus, terjadi akibat pengaruh hormon ibu pada bayi. Lain yang terjadi pada Lee. Meski payudara Lee membesar, besar kemungkinan tetap tak bisa mengeluarkan air susu. ''Ini disebabkan perbedaan konstruksi payudara pria dan wanita,'' tegasnya. Yang membedakan, pada wanita, ada bagian yang disebut ductus lactiferus. Sedangkan payudara pria tak dilengkapi jaringan ini. Ductus inilah yang bekerja memproduksi ASI oleh pengaruh hormon-hormon tertentu. Berita selengkapnya di: http://www.jawapos.co.id/dailynews/200009/30/Berita_Utama/1-LEE.asp dan http://www.jawapos.co.id/dailynews/200010/01/Berita_Utama/1-LEE2.asp >> Kirim bunga ke-20 kota di Indonesia? Klik, http://www.indokado.com >> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED] Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
