Saya punya anak kembar yang sangat bertolak belakang dalam hal tidur yang
satu sangat kalem yang satu lagi seperti anak bapak... tidak bisa diem...
satu menit guling ke kiri menit berikutnya udah ke kanan..
tapi tidak setiap 1 jam dia bangun, paling jam 12.00 dan jam 03.00.
kalau si kalem sich sekali bangun saja jam 04.00 atau jam 05.00.
Kalau aku baca di Nakita itu memang ada 2 posisi tidur (saya lupa edisi
berapa) dan kalau dia tidurnya sedang lasak maka perkembangan motoriknya
akan terstimulasi...
ini saya dapet artikelnya...
Bayi baru lahir cuma bisa tidur telentang. Setelah usia 3 bulan, bayi bisa
memilih sendiri posisi tidur yang nyaman baginya. Sampai-sampai, ada bayi
yang tidurnya lasak.
Kala si kecil baru lahir, sering kita dinasehati untuk mengubah-ubah posisi
tidurnya, terutama agar kepalanya enggak peyang lantaran tidur telentang
terus-menerus. Bahkan, ada yang menyarankan supaya bantalnya diisi beras
karena beras itu akan mengikuti bentuk kepala bayi.
Memang, aku dr. Eric Gultom, SpA dari bagian perinatologi RSUPN Cipto
Mangunkusumo, bisa saja terjadi kepala peyang jika bayi tidur dengan satu
posisi saja. "Kepala bayi baru lahir, kan, belum menyatu tulang-tulangnya,
jaringan-jaringannya belum tumbuh, masih longgar, dan banyak air. Hingga,
bila ada tekanan pada satu sisi yang signifikan dan terus-menerus,
menyebabkan kepalanya jadi peyang," terangnya. Tapi begitu tekanan pada satu
sisi ini hilang, peyangnya juga hilang karena tengkoraknya masih berkembang
dan tumbuh. "Jadi masih banyak pertumbuhan yang akan terjadi seperti daging,
kulit, otak, dan tulang kepalanya, hingga peyangnya bisa hilang dan kepala
jadi bagus kembali."
Lain hal jika ada faktor keturunan, misal, si bapak punya kepala bagian
belakang yang datar (enggak bulat). "Nah, kebetulan anaknya membawa gen dari
orang tuanya, hingga ia pun bisa jadi peyang kepalanya." Namun begitu,
kepala peyang tak perlu dikhawatirkan karena tak akan membuat bayi jadi
sakit. Jika selama ini kepala peyang kerap dipersoalkan, semata cuma
lantaran estetika saja. Jikapun si kecil punya kepala peyang, toh, tetap tak
mengurangi kegantengan atau kecantikannya. Iya, kan, Bu-Pak?
TIDUR TENGKURAP
Sebenarnya, tutur Eric, posisi tidur bayi bisa bermacam-macam. Tentu pada
bayi baru lahir sampai usia 3 bulan, posisinya cuma telentang karena memang
kemampuan motoriknya baru sampai di situ. Nah, kita bisa membantu mengubah
posisinya dengan dimiringkan ke kanan atau kiri maupun ditengkurapkan.
Namun, posisi yang disebut terakhir, hingga kini masih kerap diperdebatkan.
"Di negara Barat, tidur tengkurap dikaitkan dengan SIDS, yaitu Sudden Infant
Death Syndrome atau sindrom kematian mendadak pada bayi. Secara statistik
atau epidemiologi penelitian, SIDS banyak terjadi pada bayi yang tidur
tengkurap," terang Eric. Apa penyebabnya tak diketahui, tapi kemungkinan
lebih sering terjadi karena sofokasi, yaitu tersedak atau tercekik saluran
napasnya hingga napasnya berhenti.
Toh, kita tak perlu khawatir karena kasus SIDS jarang ditemui di Indonesia.
Selain itu, tidur tengkurap justru lebih baik karena banyak manfaatnya. "Ada
literatur yang menyatakan, dengan tidur tengkurap, bayi jadi lebih nyaman,
bisa tidur nyenyak, tangisnya berkurang, gerak pernapasan dan perkembangan
motoriknya juga lebih baik."
Jadi, dari hasil penelitian ada yang mendukung namun ada juga yang tidak.
Nah, kita mengambil jalan tengah saja; boleh tidur tengkurap asalkan tetap
diawasi karena alasan sofokasi tadi yang bisa saja terjadi. Selain, harus
diperhatikan pula apakah si bayi bermasalah atau tidak semisal lahir
prematur.
MENCEGAH GUMOH
Kebanyakan bayi yang lahir sakit dalam arti dirawat di RS karena lahir
prematur, minumnya pakai selang atau masih pakai bantuan mesin pernapasan,
tidurnya diposisikan tengkurap atau miring ke kanan. Ini dikaitkan dengan
waktu pengosongan lambung jadi lebih mudah. "Pintu lambung itu, kan, ada di
sebelah kanan. Jadi, kalau dimiringkan ke kanan, minuman yang diminumnya
masuk ke usus-usus hingga pintu pengosongannya lebih cepat," jelas Eric.
Selain, posisi kepala yang agak lebih tinggi juga membantu dalam hal
gravitasinya.
Itulah mengapa, kala bayi hendak dibawa pulang, pihak RS kerap menganjurkan
agar bayi sering ditidurkan dalam posisi miring. Begitupun tidur tengkurap,
"minuman yang masuk akan langsung masuk ke lambung, hingga bisa mencegah
terjadi gumoh lebih banyak." Namun posisi-posisi ini lebih dianjurkan pada
bayi yang menyusui dan umumnya usia di bawah sebulan. Soalnya, kalau sudah
makan makanan padat seperti di usia 5 bulan ke atas, "posisi tak berpengaruh
terhadap pengosongan lambung, karena di usia tersebut sudah jarang gumoh."
TIDUR LASAK
Setelah usia 3 bulan, tidurnya tak lagi cuma telentang karena kini ia sudah
banyak bergerak dan bisa berguling. Ia akan mencari posisi yang dirasanya
enak semisal tengkurap. Tidurnya pun bisa berpindah-pindah alias lasak.
Umumnya mengikuti pergerakan atau insting bayi di dalam rahim. "Nggak
masalah, kok, selama hal itu tak menyebabkannya sakit. Malah boleh dibilang,
perkembangan motoriknya bagus," tutur Eric. Tapi, apakah tidur lasak ini
akan berlanjut atau tidak sampai besar, tak bisa dipastikan karena tak ada
dasar ilmiahnya.
Perlu diketahui, bayi punya refleks dan insting sendiri untuk mencari posisi
tidur yang paling enak, nyaman, dan tak membahayakan dirinya. Jadi, tak ada
yang perlu dikhawatirkan dengan posisi tidur si kecil, ya, Bu-Pak. Sekalipun
saat terbangun dari tidur, ia sudah berada di posisi yang berbeda dengan
saat ia mulai tidur. Yang penting diperhatikan, pagar pengaman sekeliling
tempat tidur si kecil harus cukup kuat. Hingga, selasak apapun si kecil tak
akan membuatnya terjatuh dari tempat tidur lantaran pagar pengamannya kuat.
Tentu tempat tidurnya juga jangan terlalu tinggi, ya.
POSISI TIDUR TAK NORMAL
Bahwa ada posisi tidur yang membedakan antara bayi sehat atau tidak, memang
benar. Perbedaan ini dilihat dari letak tangan, kaki, dan kepala. Dari situ
dokter bisa mengetahui kelainan yang terjadi pada si bayi. Sayang, posisi
tidur yang tak normal ini hanya "milik dokter", sebagaimana dikatakan Eric,
"posisi-posisi tidur bayi yang sakit ini tak perlu diketahui khalayak umum
karena lebih untuk kepentingan klinik, bukan perawatan di rumah."
Lagi pula, kejadiannya hanya ada di RS, jadi sebelum si bayi dibawa pulang.
Bukankah kalau bayi sudah boleh dibawa pulang berarti ia sudah dinyatakan
sehat oleh dokter? Jadi, posisi tidurnya pun sudah normal. "Hampir tak
pernah ada bayi sehat yang dibawa pulang lalu datang kembali ke rumah sakit
dengan keluhan posisi tidurnya, tapi lebih pada keluhan karena tiba-tiba ada
sesuatu yang menyebabkan si bayi masuk rumah sakit seperti malas minum, suhu
meningkat, muntah, mencret, dan sebagainya," tutur Eric.
Nah, sekarang sudah tak khawatir lagi, kan, Bu-Pak?
-----Original Message-----
From: FACING_TO <[EMAIL PROTECTED]>
To: '[EMAIL PROTECTED]' <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 01 Nopember 2000 1:18
Subject: [balita-anda] mau nanya nich?,...
>selamat malam,.....
>
>saya mau nanya nich,.......
>saya punya balita yang Alhamdullillah sekarang anak saya sudah berumur
>5 minggu,.....dan masalah yang saya dan istri saya hadapi adalah,...
>1. dimana kalau anak saya tidur itu dia selalu guling-guling kekanan
ataupun
>kekiri
> kadang dia tidur telungkup sediri,...layaknya anak umur 2-3 tahunan.
> > apakah dengan tidur yang demikian itu akan ada masalah selanjutnya
>atau bagaimana ?,...
>2. anak seusia anak saya biasanya kalau tidur itu selalu tetang, tapi anak
>saya ini
> setiap satu jam atau dua jam selalu bangun dan nagis,....nangisnya
>keras.
> dan kalau lagi nangis begitu saya gendong,...dia berhenti nangisnya,dan
>saya tidurkan lagi
> eeeeh,......dia malah nagis lagi
> > bagaimana cara mengatasinya selain dengan di gendong,...?
>gitu aja pertanyaan saya sekali lagi mohon maaf bial ada kata yang salah.
>
>terima kasih.
>pesA,w
>
>
>>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
>>> Kirim bunga ke-20 kota di Indonesia? Klik, http://www.indokado.com
>>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
>Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
>Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
>> Kirim bunga ke-20 kota di Indonesia? Klik, http://www.indokado.com
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]