Terima kasih atas banyaknya tanggapan yg masuk.
Usia keponakan teman saya memang bukan usia anak2 lagi.  Ia sudah duduk di
bangku kuliah saat ini.  Sepengetahuan saya, dalam keluarganya memang banyak
sekali diterapkan aturan2.  Saya tidak tahu apakah ini salah satu penyebabnya.
Contoh, setiap tidur harus memakai piyama, kalau nelpon kaki tidak boleh
diangkat, pembantu tidak boleh mengambil makanan (untuk makan si pembantu) dari
meja makan, pembantu tidak boleh pakai telpon.

Kawan saya ini kadang2 kasihan melihatnya.  Bayangkan saja, banyak yg menilai
anak itu aneh & lain daripada yg lain.  Kadang2 dalam pergaulan kerap terjadi
bentrokan, krn bagi kebanyakan orang sesuatu itu dinilai wajar, tapi bagi dia
justru kurang ajar.  Akibatnya, banyak malas bergaul dengannya karena capek
harus bersikap ekstra hati2 agar dia tidak marah/tersinggung.

Barangkali ada rekan netters yg bisa mengkaitkan masalah ini dg kecerdasan
emosi (EQ).  Saya pernah mendengar bahwa kelebihan pada  IQ saja belum cukup
jika tidak ditunjang dg EQ.
Terima kasih.

"Lely Melia K." wrote:

> Pak Ali ..
> Saya bukan ahli psikologi tapi berdasarkan pengalaman pribadi saya mudah2an
> dapat memberi masukan buat Bapak
> ... hapus...



>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
>> Kirim bunga ke-20 kota di Indonesia? Klik, http://www.indokado.com
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]















Kirim email ke