> Awas Penyakit Kaki, Tangan dan Mulut Menyerang Jakarta! > Reporter: Dian Oriza > detikcom - Jakarta, Akhir-akhir ini banyak orang tua resah gara-gara > munculnya wabah yang menyerang anak-anak. Namanya penyakit kaki, > tangan dan mulut - dikenal dengan virus KTM. Bahkan pemerintah > Singapura sejak awal Oktober lalu, sampai perlu menutup beberapa taman > kanak-kanak untuk mencegah penularannya. Kini virus itu datang ke > Jakarta dan menyebabkan beberapa anak dirawat di RS Pondok Indah. > Hingga kini belum diketahui secara pasti jumlah penderita penyakit ini > di Indonesia. > Penyebab > Penyakit ini disebabkan virus coxsackie. Sasaran empuk virus ini anak > usia 2 minggu sampai 3 tahun. Pasalnya penyakit ini mudah terjangkit > pada orang yang daya tahan tubuhnya tergolong lemah. Tapi bukan > berarti anak yang lebih besar dan orang dewasa tidak terserang. Selama > daya tahan tubuhnya memang kurang, virus ini bisa saja mengintai Anda. > > Gejala > Sesuai namanya penyakit ini menyerang mulut, tangan dan kaki > penderita. Masa inkubasi virus ini 3-7 hari setelah terinfeksi. > Gejalanya diawali dengan bintik-bintik seperti sariawan di pipi bagian > dalam, gusi dan di sisi-sisi lidah. Bintik-bintik merah juga muncul di > telapak kaki dan tangan. Kemudian mulai melepuh dan berisi cairan. > Biasanya disertai demam. Anak yang terserang demam, tidak bergairah, > pucat, dan tidak mau makan karena mulut dan tenggorokan mereka sakit. > Penyebarannya > Virus ini sangat mudah menular. Penularan terjadi lewat kontak > langsung dengan cairan tubuh penderita. Virus ini terkandung dalam > faeces (tinja). Batuk atau bersin penderita juga mengandung virus dan > orang bisa tertular jika menghirup udara di sekitarnya. Demikian pula > cairan hidung, air liur dan cairan dalam bintik yang melepuh juga > mengandung virus. Dan bisa terinfeksi ke mulut orang lain melalui > tangan atau permukaan benda yang terkontaminasi. > Komplikasi > Meski mudah mewabah karena gampang menular, penyakit ini sebenarnya > bukan golongan penyakit yang serius. Seperti cacar air, infeksi ini > sebenarnya ringan dan dapat sembuh sendiri dalam satu minggu tanpa > penanganan khusus. > Namun, bila si anak mengalami demam yang tinggi, bisa terjadi > kejang-kejang. Lebih-lebih bila anak enggan makan dan minum, karena > mulutnya sakit. Akibatnya mereka terancam dehidrasi sehingga daya > tahan tubuh terus merosot. Dehidrasi ditambah demam tinggi memberi > peluang untuk terjadi infeksi sistem syaraf seperti meningitis atau > encephalis. Bahkan bisa menimbulkan kematian bila sudah terjadi > komplikasi berupa radang selaput otak, radang paru-paru, radang otot > jantung. > Perawatan dan Pengobatan > Meski anak bisa dirawat di rumah, namun sebaiknya dibawa ke rumah > sakit untuk perawatan maksimal dan menghindari penularan pada anggota > keluarga lain. Jika Anda merawat di rumah berjaga-jagalah dan hubungi > dokter jika ada tanda-tanda komplikasi seperti > Sakit di leher, lengan atau kaki. > Jika panas tidak turun, ada tanda-tanda dehidrasi seperti kulit yang > kering > Berat badan turun, lesu dan jarang buang air kecil dan air kecilnya > berwarna gelap. > Untuk memastikan apakah pasien terkena coxsackie atau tidak, biasanya > dilakukan pengecekan pada darah dan tinja. > Pengobatannya dengan antivirus, hanya di Indonesia untuk virus > Coxsackie belum ada. Bahkan vaksinasinya pun belum tersedia. Biasanya > pasien diberikan pengobatan suportif berupa pemberian nutrisi dan obat > modulator untuk meningkatkan kekebalan tubuh, serta obat-obat lain > untuk menghilangkan gejala. Namun untuk menurunkan demam dan > mengurangi rasa tidak enak badan, Anda dapat berikan paracetamol atau > acetaminofen. > Pencegahan > Untuk mengendalikan penularan sebaiknya hindarkan anak yang sehat dari > anak yang terinfeksi. Berikan perlindungan terbaik dengan menjaga > kebersihan. > Jangan biarkan anak Anda menggunakan, meminjam atau meminjamkan > peralatan makan dan pakaian apalagi sepatu milik orang lain > Segera laporkan ke kepala sekolah atau direktur tempat penitipan anak > jika anak Anda terinfeksi penyakit ini > Bintik yang melepuh sebaiknya dibiarkan mengering alami. Jangan > dipecahkan karena cairan di dalamnya mengandung virus > Cuci pakaian yang kotor dengan seksama. > Ajari anak Anda untuk mencuci tangan setelah buang air dan sebelum > makan. Cuci tangan Anda mengganti popok atau baju kotor anak. > Tutup hidung dan mulut bila ingin batuk atau bersin. > Virus masih terkandung dalam faeces selama beberapa hari meski gejala > sudah hilang. Karena itu segera bersihkan kotoran anak. Bersihkan > permukaan lantai atau barang-barang yang terkontaminasi kotoran anak > dengan air dan detergen. (dd) > >>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<< >> Kirim bunga ke-20 kota di Indonesia? Klik, http://www.indokado.com >> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED] Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
