Benar sekali pendapat Bpk Dr Rudy Sutadi. Sebelum mendapat tanggapan begini.
Mulanya saya pribadi juga berpikir bahwa Dr Rudy Sutadi hanya memposting
artikel yang ada di satu wanita.com.Mungkin netters yang lain juga ada yang
beranggapan sama dengan saya .Kalau ternyata hal ini merupakan hasil
pemikiran dari beliau , sudah selayaknya kita menghargai hak cipta
beliau.Agar karya terbaru dari anak-anak bangsa terbaik di negara ini tetap
bermunculan.Untuk redaksi satuwanita.com mohon mengklarifikasi-kan masalah
ini. saya sebagai orang awam merasa perlu mendapat sumber atau informasi
yang benar.Untuk Dr. Rudy Sutadi saya ucapkan salut pada bapak karena karya
bapak sangat bagus dan selalu menjadi referensi bagi kami sebagai orang tua
anak-anak kami..
wassalam
----- Original Message -----
From: Rudy Sutadi, MD <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, December 19, 2000 3:23 PM
Subject: [balita-anda] Intellectual Rights???
> Yth. Redaksi SatuWanita.Com ([EMAIL PROTECTED]),
> Yth. Ibu Nuni Kurniati Utami ([EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]),
>
> Saya cukup kaget juga membaca forward dari seseorang (kLaR@ VemBriaRTo
> <[EMAIL PROTECTED]>) di mail-list [EMAIL PROTECTED]
> dengan judul "Mengapa Anak Lambat Bicara" yang merupakan forward
> dari SatuWanita.com
>
> Yang mengagetkan saya adalah isinya persis sama dengan posting saya
> di [EMAIL PROTECTED] pada tanggal 15 Desember 2000, yang kemudian
> juga saya forward-kan ke [EMAIL PROTECTED] dan
> [EMAIL PROTECTED] Hanya saja pada satuwanita.com dilakukan
> _sedikit_ editing dan penambahan pada paragraf pertama.
> Mohon sudilah redaksi membaca dan membandingkan kedua artikel yang ada
> di bawah ini. Aslinya posting saya adalah jawaban dari pertanyaan/keluhan
> dua orang tua, seperti yang tertulis pada posting saya.
>
> Saya sih ikhlas saja, semata-mata demi orangtua dan anaknya.
> Namun, yang sangat tidak mengenakkan saya adalah embel-embel di bawah
> tulisan yang ada di bawah tulisan tersebut pada www.satuwanita.com yaitu
>
> copyright � 2000 satuwanita.com. All rights reserved
>
> Kalau satuwanita.com menginginkan "rights" nya dihargai, kenapa tidak
> menghargai "rights" orang lain, yaitu dengan menuliskan sumbernya
misalnya.
> Hal yang paling tidak mengenakkan adalah, orang bisa mengira saya
> yang menjiplak mentah-mentah dari satuwanita.com tanpa menyebutkan
> sumbernya. Padahal itu adalah *asli* tulisan saya, dan plagiat sangat
> diharamkan dalam dunia ilmu, khususnya kedokteran. Sebagai tambahan,
> data-data yang saya tulis supaya dipersiapkan oleh orangtua adalah
> sebagian yang terdapat pada formulir isian pada status (medical-record)
> Klinik JMC, yang saya minta orangtua mengisi sebelum konsultasi dengan
> saya.
>
> Namun, hal yang membanggakan adalah bahwa ternyata tulisan saya
> sudah layak muat.
>
> Semoga redaksi satuwanita.com dapat menanggapinya dengan bijaksana.
> Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih.
>
> Dr. Rudy Sutadi, SpA
>
>
> ====================
> dari satuwanita.com
> ====================
>
> Mengapa Anak Lambat Bicara
>
> satuwanita.com Orangtua mana yang tidak resah saat anak yang dicintainya
> masih belum bisa bicara hingga usia tertentu. Dan memang kalangan
kedokteran
> pun menganggap anak yang belum bisa bicara pada umur-umur tertentu, harus
> ditangani serius.
>
> Jangan dianggap normal atau biasa saja sampai memang benar-benar terbukti
> tidak ada kelainan. Jangan terpengaruh ucapan-ucapan dari teman atau
> tetangga, saudara bahkan para profesional yang harus membuat Anda tabah
> menunggu sampai akhir.
>
> Juga jangan percaya terhadap mitos-mitos seperti berikut. "Dia kan anak
> laki, ya ngomongnya lebih lambat." Atau mitos trias perkembangan antara
> bicara-jalan-gigi. "Dia kan sedang belajar jalan dan tumbuh-gigi duluan,
> jadi bicaranya belakangan."
>
> Pada usia 1 tahun seharusnya anak sudah bisa mengucapkan 4-6 kata. Di luar
> kata mama, papa. Kemudian semakin hari semakin bertambah secara konstan
> sehingga pada usia 2 tahun, perbendaharaan kata sekitar 50 kata dan sudah
> dapat merangkai 2 kata.
>
> Banyak penyebab anak belum bisa bicara. Namun sebelumnya harus dibedakan
> dulu apakah belum atau terlambat bicara karena sebab autisme atau sebab
> lainnya. Karena pada autisme umumnya terdapat gangguan pada fungsi
reseptif,
> kognitif, maupun ekspresifnya.
>
> Sedangkan pada kelainan bukan autisme, umumnya hanya salah satu dari
ketiga
> hal tersebut. Untuk mengetahui kemungkinan anak autisme atau tidak pada
usia
> 18 bulan, mohon dibaca mengenai CHAT (Checklist for Autism in Toddler).
> Sedang untuk gejala-gejala autisme dapat membaca buku gejala-gejala
autisme
> yang banyak beredar di pasaran.
>
> Yang paling penting, saat ini orangtua harus segera mencari pertolongan
> /konsultasi dengan profesional yang memang mengerti mengenai masalah ini.
> Karena intervensi dini akan menentukan prognosisnya, yaitu semakin dini
> ditangani maka hasilnya akan semakin baik.
>
> Bapak & Ibu harus menyiapkan data atau keterangan yang perlu diberikan
> kepada profesional. Yaitu sejak masa sebelum kehamilan, masa hamil, saat
> melahirkan, masa bayi dan pertumbuhan serta perkembangan anak.
>
> Data masa sebelum hamil misalnya harus diperhatikan secara seksama.
Tentunya
> berikut riwayat kelahiran, apakah sering keguguran, pemakaian obat-obat
> (penyubur, narkoba, alkohol, jamu, dll), penyakit kronis, tidak
direncanakan
> hamil.
>
> Data masa kehamilan misalnya usaha menggugurkan, perdarahan, kontraksi,
> trauma fisik, trauma psikis, sakit, penyakit, obat-obat (penguat rahim,
> narkoba, alkohol, jamu, peluntur, dll).
>
> Data kelahiran misalnya, cukup/kurang/lebih bulan, cara kelahiran
(spontan,
> operasi, vakum, tang, sungsang, brojol, dll). Proses kelahiran di mana,
> ditolong siapa, berat lahir, panjang lahir, lingkar kepala, nilai
> Apgar,pertolongan/bantuan yang diberikan kepada anak (obat-obat,
inkubator,
> mesin pernafasan, dll).
>
> Juga soal kelainan/cacat, riwayat kuning serta penanganannya. Data masa
bayi
> misalnya, riwayat pertumbuhan dan perkembangan, penyakit-penyakit,
> vaksinasi, pernah kejang, pernah terbentur kepalanya, pernah dirawat
karena
> sesuatu hal.
>
> Hal yang cukup sederhana yang dapat dilakukan sementara ini adalah dengan
> melakukan tes pendengaran anak.
>
> =========================
> dari posting dr. Rudy
> ========================
>
>
> ----- Original Message -----
> From: Rudy Sutadi, MD <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Cc: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: 15 Desember 2000 11:27
> Subject: Re: [IDAI-OT] anak belum bicara
>
>
> > Yth. Ibu Siti Mardiana dan Bapak Sugeng Yuniarto,
> >
> > Anak belum bisa bicara pada umur-umur tersebut, harus ditangani
*serius*.
> > Jangan dianggap normal/biasa saja sampai memang benar-benar _terbukti_
> > tidak ada kelainan.
> > Jangan terpengaruh ucapan-ucapan dari teman/tetangga/saudara bahkan
> > profesional seperti : "Ah, tunggu aja dulu, nanti juga bisa", "Si anu,
si
> > itu dulu
> > juga telat ngomongnya, sekarang cerewet", "Tunggu sampai usia sekian",
> > "Ah, loe terlalu cemas aja", "Kedua orangtuanya kan bekerja,
> baby-sitternya
> > juga pendiam sih", dll. Juga jangan percaya terhadap mitos-mitos seperti
> > "Dia kan anak laki, ya ngomongnya lebih lambat", atau mitos trias
> > perkembangan
> > antara bicara-jalan-gigi yaitu "Dia kan jalan/tumbuh-gigi duluan,
jadinya
> > bicaranya belakangan".
> > Pada usia 1 tahun seharusnya anak sudah bisa mengucapkan 4-6 kata,
> > di luar kata mama, papa. Kemudian semakin hari semakin bertambah
> > secara konstan sehingga pada usia 2 tahun, perbendaharaan kata
> > sekitar 50 kata, dan sudah dapat merangkai 2 kata.
> >
> > Banyak penyebab anak belum bisa bicara. Namun sebelumnya harus
> > dibedakan dulu apakah belum/terlambat bicara karena sebab autisme
> > atau sebab lainnya. Karena pada autisme umumnya terdapat gangguan pada
> > fungsi reseptif, kognitif, maupun ekspresifnya. Sedangkan pada kelainan
> > bukan autisme, umumnya hanya salah satu dari ketiga hal tersebut.
> > Untuk mengetahui/mentes kemungkinan anak autistik/tidak pada usia
> > 18 bulan, mohon dibaca posting saya mengenai CHAT (Checklist for
> > Autism in Toddler). Sedang untuk gejala-gejala autisme dapat dibaca
> > pada posting saya mengenai gejala-gejala autisme. Bila Ibu & Bapak
> > terlewat, akan saya posting ulang.
> >
> > Yang paling penting, saat ini Ibu & Bapak _harus_ *segera* mencari
> > pertolongan/bantuan/konsultasi dengan profesional yang memang mengerti
> > mengenai masalah ini. Karena intervensi dini akan menentukan
prognosisnya,
> > yaitu semakin dini ditangani maka hasilnya akan semakin baik.
> > Bila ada profesional yang hanya mendengarkan/melihat +/-10 menit
> > kemudian bilang "Ah, tidak apa-apa". Ucapkan saja terimakasih, dan cari
> > profesional yang lain. Atau misalnya ada yang menganjurkan stimulasi
> > dini. Karena stimulasi dini dilakukan bila belum ada masalah/gejala,
> > sedangkan bila sudah ada yang dilakukan adalah *intervensi* _dini_.
> >
> > Bapak & Ibu harus menyiapkan data/keterangan yang perlu diberikan
> > kepada profesional. Yaitu sejak masa sebelum kehamilan, masa hamil,
> > saat melahirkan, masa bayi, dan pertumbuhan serta perkembangan anak.
> >
> > Data masa sebelum hamil misalnya : Lama baru hamil, riwayat sering
> > keguguran, pemakaian obat-obat (penyubur, narkoba, alkohol, jamu, dll.),
> > penyakit kronis, tidak direncanakan hamil, dlsb.
> > Data masa kehamilan misalnya : Usaha menggugurkan, perdarahan,
> > kontraksi, trauma fisik, trauma psikis, sakit/penyakit, obat-obat
(penguat
> > rahim,
> > narkoba, alkohol, jamu, peluntur, dll.), dlsb.
> > Data kelahiran misalnya : Cukup/kurang/lebih bulan, cara kelahiran
> (spontan,
> > operasi, vakum, tang, sungsang, brojol, dll.), lahir di mana, ditolong
> > siapa,
> > berat lahir, panjang lahir, lingkar kepala, nilai Apgar,
> pertolongan/bantuan
> > yang diberikan kepada anak (obat-obat, inkubator, mesin pernafasan,
dll.),
> > kelainan/cacat, riwayat kuning serta penanganannya, dlsb.
> > Data masa bayi misalnya : Riwayat pertumbuhan dan perkembangan,
> > penyakit-penyakit, vaksinasi, pernah kejang, pernah terbentur kepalanya,
> > pernah dirawat karena sesuatu hal, dlsb.
> >
> > Hal yang cukup sederhana yang dapat dilakukan sementara ini adalah
> > dengan melakukan tes pendengaran anak, misalnya dengan cara BERA.
> >
> > Semoga bermanfaat.
> >
> > Dr. Rudy Sutadi, SpA
> >
> >
> >
> > ----- Original Message -----
> > From: Siti Mardiana <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: <[EMAIL PROTECTED]>
> > Sent: 15 Desember 2000 4:42
> > Subject: Re: [IDAI-OT] anak belum bicara
> >
> >
> > > Saya juga punya kecemasan yang sama. Anak saya saat ini usinya hampir
18
> > > bulan, tapi cuman bisa ngomong "ni" (ini) "no" (tidak) "num" (minum)
> > "tatak"
> > > (bapak).
> > > Saya pernah membaca bahwa anak yang tumbuh di lingkungan bilingual
(atau
> > > lebih) jadi lebih lambat kemampuan berbicaranya (misal orangtua
> berbicara
> > > dalam bahasa daerah dan bhs. Indonesia, atau bhs. Indonesia dan bhs.
> > asing).
> > > Apa karena itu ? Atau, karena kita orangtua sering membandingkan anak
> kita
> > > dengan anak lain, maka hasilnya adalah : kalau tidak bangga ya cemas.
> Apa
> > > karena itu ?
> > > Mohon sharing-nya juga :-).
> > >
> > > Salam,
> > > Ibunya Jasmine
> > >
> > >
> > > >From: Sugeng Yuniarto <[EMAIL PROTECTED]>
> > > >Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
> > > >To: [EMAIL PROTECTED]
> > > >Subject: [IDAI-OT] anak belum bicara
> > > >Date: Thu, 14 Dec 2000 11:37:12 +0700
> > > >
> > > >
> > > > > Salam kenal untuk netter semuanya.
> > > > > Begini.. saya mau menanyakan tentang anak saya !!!
> > > > > Anak saya laki-laki sekarang umur 1 tahun 7 bulan, tetapi sampai
> saat
> > > >ini
> > > > > ngomongnya belum jelas. Hanya yang paling jelas kalau saya ngomong
> > > > > "ciluk...." dia nerusin "ba...".
> > > > > Mohon untuk sheringnya !!!!
> > > > > terima kasih sebelumnya.
> > > > > sugeng
> > > > >
> >
> >
> >
> >
> > eGroups Sponsor
> >
> >
> > Mohon tidak mengirim posting untuk kepentingan komersial ataupun
> kepentingan organisasi lain selain IDAI.
> > Untuk berhenti berlanggananan kirim email tanpa berita ke
> [EMAIL PROTECTED]
> >
> >
>
>
>
> >> Cake, parcel lebaran & bunga2 Natal? Klik, http://www.indokado.com
> >> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
> Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
> Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>> Cake, parcel lebaran & bunga2 Natal? Klik, http://www.indokado.com
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]