Yth. Ibu Nuni Kurniati Utami,
Saya memang tidak ingin macam-macam. Yang saya perlukan cukup
jiwa kesatria anda untuk mengakui hal yang sebenarnya. (Eh, kesatria itu
kan laki-laki ya....., kalau perempuan apa, mungkin jiwa pertiwi?)
Saya cukup salut dengan Ibu Nuni yang telah menunjukkan jiwa pertiwinya
dengan memohon maaf, apalagi dengan e-mail terbuka ini. Dan hormat saya
kepada Ibu Nuni sebagai pengasuh rubrik.
Dengan membandingkan kedua tulisan yang saya lampirkan waktu itu,
tentunya pembaca dapat melihat, bahwa Ibu Nuni hanya seperti editor
pada tulisan asli saya. Yaitu Ibu Nuni hanya menghapus beberapa bagian
agar muat di satu halaman web, dan menambahkan satu-dua kata, kemudian
menambahkan paragraf pertama.
Sehingga Ibu Nuni tidak perlu berkelit lagi dengan mengatakan :
"tetapi saya juga mengkompile dengan
bahan dari sumber tulisan lain serta
melakukan tanya jawab dengan dokter di sini.
Setelah diedit jadilah tulisan seperti itu."
Karena jelas bahwa itu hanya dari 1 tulisan saya. Itu hanya mengurangi
nilai dari jiwa pertiwi anda.
Namun sejak awal, pada e-mail saya yang lalu, saya ikhlas semata-mata
demi orangtua dan anak-anak mereka. Jadi tentu saja saya maafkan.
Apalagi pada bulan Ramadhan ini, bulan baik, bulan yang penuh barokah
serta rahmah. Semoga itu jadi amal jariah saya serta Ibu Nuni yang telah
membantu menyebarluaskan pengetahuan. Amin!
Dengan ini pula, saya nyatakan bahwa masalah ini sudah jelas, dan tidak
perlu diperpanjang lagi.
Terimakasih banyak atas perhatian semua pihak.
Dr. Rudy Sutadi, SpA
----- Original Message -----
From: Nuni Kurniati Utami <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 20 Desember 2000 11:51
Subject: [balita-anda] intelectual
> Terimakasih atas tanggapannya, sebelumnya saya minta maaf kalau tulisan
itu
> mirip dengan tulisan Anda, karena memang saya kebetulan ikut menjadi
anggota
> milis IDAI. Dan topik yang dikemukakan di atas memang sebagian saya ambil
> dari beberapa tulisan Anda, mohon maaf kalau itu menganggu Anda,
sebetulnya
> saya ingin menyertakan nara sumber tulisan itu, tetapi saya juga
mengkompile
> dengan bahan dari sumber tulisan lain serta melakukan tanya jawab dengan
> dokter di sini. Setelah diedit jadilah tulisan seperti itu.
>
> Sebelumnya saya berpikir, bahwa tulisan dokter Rudi dalam milis tersebut
> sangat menarik dan juga berguna bagi para orangtua yang mempunyai anak
> balita. Jadi tidak ada maksud atau pretensi tertentu dari saya.
>
> Kiranya e-mail ini cukup bagi Anda untuk mengerti dan memaafkan saya.
>
> NB : Saat ini tulisan tersebut sudah kami ralat dan ditujukan pula ke
dokter
> Rudy. Saya harap dengan keluarnya tulisan ini masalah yang merupakan
> kekhilafan saya bisa selesai dan tidak berlanjut. Terimakasih banyak atas
> perhatiannya.
>> Cake, parcel lebaran & bunga2 Natal? Klik, http://www.indokado.com
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]