Mbak Ariwiati,

Memang susah ya bagi orang awam spt kita ini untuk mengetahui apakah
pemberian obat sudah tepat atau tidak. Kebetulan suami saya punya latar
belakang medis dan sedikit tahu ttg obat-obatan, jadi kami hati-hati sekali
kalau menebus resep dokter. Kalau mbak mau, setiap dokter selesai memberikan
resep bisa ditanyakan langsung resep apa saja yg diberikan. Alternatif lain,
minta pihak apotik untuk membuat copy resep yg diberikan dgn tulisan yg
jelas. Kalau mbak sudah punya catatan resepnya mbak bisa cari tahu ttg obat
tsb di buku obat yg dijual bebas di toko-toko buku, semacam buku DOI -
Daftar Obat Indonesia. Misalnya untuk obat X, lihat di index, kmdn masuk ke
halaman obat tsb, di sini bisa dilihat obat X tsb termasuk kelompok obat apa
(analgetik = penghilang rasa sakit, antibiotik, atau apa....), produsen,
indikasi, kontraindikasi, efek samping, dosis, dll. Khusus untuk dosis
biasanya diberikan tergantung pada usia dan BB.

Kemudian dari hasil yg mbak baca bisa diskusikan lagi dgn dokter yg
bersangkutan. Dokter yg baik akan bersedia mendiskusikannya. Kalau dia tdk
bersedia ada 2 kemungkinannya,  dokter ini bodoh (meminjam istilah dari
Prof. Iwan Darmansjah, guru besar Farmakologi) atau tdk punya niat baik
untuk memberikan obat yg benar krn sudah terikat dgn produsen tertentu.
Jangan kaget mbak, menurut Prof. Iwan, sebagian besar dokter di Indonesia
adalah gabungan dari keduanya.

Semoga bermanfaat -endra

----- Original Message -----
From: Ariwiati <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, January 10, 2001 4:26 PM
Subject: Re: [balita-anda] DSA --> was :Re: [balita-anda] Obat jenis
antibiotik ??


> Mbak Endra,
> Buat orang awam seperti saya, gimana ya bisa tau obat-obatan itu termasuk
> jenis antibiotik atau bukan ?.. trus saya juga pernah denger ada DSA yg
> nge-top, tapi kata istri temen saya yg kebetulan juga dokter  ternyata DSA
> itu suka ngasih obat dg dosis cukup tinggi istilahnya "nge-bom" (ini
> berdasarkan pengalaman dia pribadi setelah bawa anaknya berobat ke sana)..
>
> ----- Original Message -----
> From: Endra Wimajanti <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Wednesday, January 10, 2001 10:14 AM
> Subject: Re: [balita-anda] DSA --> was :Re: [balita-anda] Tanya ttg Prof.
> Iskandar Wahidiyat
> > Engga semua dsa di Jkt musti ngantrinya lama, memang kalau yang 'top'
> > biasanya begitu. Pengalaman saya dulu sebelum ketahuan anak saya punya
> > masalah dgn pencernaannya, saya cari dsa yg 'biasa-biasa' saja alias
> > ngantrinya engga terlalu lama. Jadi kalau memang tdk ada masalah serius
> atau
> > hanya mau kontrol biasa ya cari saja dsa yg 'biasa', kasihan anaknya
juga
> > kalau harus terlalu lama nunggu untuk kontrol biasa. Cuma mbak, saran
saya
> > lagi perhatikan benar apa obat-2an yg diberikan, di Indo ini banyak
dokter
> > yg kurang komunikatif dan masih banyak yg obral obat-2an terutama
> > antibiotik.
> >
>
>
>
> >> http://www.indokado.com -> kirim cake & bunga ke 20 kota di Indonesia
> >> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
> Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
> Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


>> http://www.indokado.com -> kirim cake & bunga ke 20 kota di Indonesia
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]

















Kirim email ke