Mbak Watini,
Komentar saya "Bukan main" melihat panjangnya daftar
obat yang ibu sebutkan. Terus terang saya heran begitu
banyak obat yang diberikan dokter tersebut. Saya bukan
dokter lho bu, tapi sedikit-sedikit saya belajar dari
pengalaman tentang obat-obatan. Saya coba jawab satu
persatu ya :
Pyravit : Untuk mencegah TBC dan mengobati TBC pada
anak (kalau untuk mengobati harus ditambah obat lain
dengan bahan Rifampin).
Sanvita B : vitamin B complex yang diperlukan saat
pengobatan TBC anak, karena INH (Isoniazid) pada
Pyravit bisa menyebabkan penyerapan gizi anak
berkurang, sehingga perlu vitamin B complex.
Livit/Elkana : isinya kalsium (kalau ibu hamil kan
sering dikasi elkana)
Transbroncho Pediatric : obat batuk
Trifed : obat pilek yang ada anti alerginya.
Thiamycin : Saya tidak ahu obat ini, kemungkinan
antibiotik.
Imunex : obat alergi.
Alerfed dan Avil : juga obat alergi (untuk dosis harus
ditanyakan ke apotek).

> - Apakah fungsi masing-masing obat tadi sebab saat
> terima sudah tanpa
> kemasan/brosur?

Sudah dijawab

> - Jika sudah sehat dari batuk pilek obat masih ada,
> obat mana yang perlu
> sekali saya stop?

Yang paling perlu di stop adalah obat alergi.
Penggunakan yang berlebihan akan mengganggu
pertumbuhan anak. Setelah itu obat batuk/pilek setelah
gejalanya hilang. Untuk vitamin dan Pyravit harus
tetap diteruskan samapi diberhentikan oleh dokter (6
bulan sampai 1 tahun).

> - Anak saya sudah tdk pilek hanya jika batuk seperti
> banyak lendirnya,
> bagaimana cara mengeluarkan
>   lendir/dahak?

Obat batuk untuk mengecerkan dahak bisa membantu.
Kadang kalau lendir sudah terlalu banyak, anak muntah,
ini mekanisme otomatis yang membantu pengeluaran
dahak.

> - Makanan apa yang jadi pemicu batuk pilek sehingga
> perlu saya hindarkan?

Sebenarnya pilek disebabkan oleh virus bukan makanan
tetapi karena sudah kena, hindarkan makanan/minuman
dingin agar tidak memperburuk keadaan.

Semoga keterangan ini membantu ibu ya.
Untuk lain kali, usahakan mencatat obat yang diberikan
dokter kepada anak, terutama untuk puyer. Dokter kan
menuliskan bahan untuk puyernya satu per satu di
lembar resep, jadi masih bisa diketahui apa saja bahan
puyer tersebut. Kalau tidak mintalah pada apotek untuk
mencatatkan bahan pembuat puyer di belakang kuitansi
pembayaran, agar ibu bisa menyalinnya di buku berobat
anak. Suatu saat dokter yang biasa mengobati tidak
ada, catatan tersebut bisa berguna untuk dokter
penggantinya. Bungkus dan brosur juga harus jadi
perhatian, minimal kalau kardusnya tidak ada, ada
aturan pakai yang ditempel di botolnya. Sepertinya
kita punya hak lho untuk tahu untuk apa sih obat-obat
tersebut dan untuk menghindari salah dosis.
Satu lagi, biasanya dokter memberikan maksimal 3-5
obat untuk semua sakit yang ada. Untuk kasus anak ibu,
selain pyravit dan obat TB nya, anak ibu butuh obat
batuk, obat pilek dan alergi. Kalau batuknya berdahak
pakai obat batuk untuk dahak, kalau batuknya kering
kemungkinan alergi (apalagi anak ibu kan biduran),
jadi bisa pakai obat batuk untuk batuk kering (sudah
ada anti alerginya) atau obat batuk biasa ditambah
anti alergi. 

Mamanya Dafi


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get personalized email addresses from Yahoo! Mail - only $35 
a year!  http://personal.mail.yahoo.com/

>> kirim cake & bunga ke 20 kota di Indonesia? klik, http://www.indokado.com  
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]


















Kirim email ke