Ini hasil forwarded dari message
From: Myrna Mihardja <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Pelita] Gangguan Kehamilan Bisa Terjadi Mendadak



Gangguan Kehamilan Bisa Terjadi Mendadak

 Reporter/Penulis: Ratih Sayidun

JAKARTA, Mandiri - Kebanyakan kehamilan berakhir dengan persalinan dan masa nifas yang 
normal. Tapi 15-20 diantara 100 ibu hamil mengalami gangguan pada kehamilan, 
persalinan atau nifas. 

Gangguan tersebut dapat terjadi secara mendadak dan biasanya tidak dapat diperkirakan 
sebelumnya. Karena itu, setiap ibu hamil, keluarga dan masyarakat perlu mengetahui dan 
mengenali tanda-tanda bahaya tersebut. Tujuannya, agar mereka bisa segera mencari 
pertolongan ke bidan, dokter, atau langsung ke rumah sakit untuk menyelamatkan jiwa 
ibu dan bayinya. 

Menurut informasi yang dikeluarkan oleh Direktoran Bina Kesehatan Keluarga bekerjasama 
dengan Pusat Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Depkes dan Kesos, Tim Penggerak PKK Pusat 
dan Kantor Perwakilan WHO di Jakarta, tanda bahaya pada kehamilan, persalinan dan 
nifas adalah gejala yang menunjukkan bahwa ibu atau bayi dalam keadaan bahaya. 
Biasanya ibu perlu segera mendapat pertolongan di rumah sakit. 

Ada 10 tanda bahaya yang perlu dikenali : 

1. Ibu hamil tidak mau makan dan muntah terus. 
2. Berat badan ibu hamil tidak naik. 
3. Perdarahan. 
4. Bengkak tangan/wajah, pusing, dan dapat diikuti kejang. 
5. Gerakan janin berkurang atau tidak ada. 
6. Kelainan letak janin di dalam rahim. 
7. Ketuban pecah sebelum waktunya. 
8. Persalinan lama. 
9. Penyakit ibu hamil yang berpengaruh terhadap kehamilan. 
10. Demam tinggi pada masa nifas. 

Kebanyakan ibu hamil sering merasa mual dan kadang-kadang muntah pada usia kehamilan 
1-3 bulan. Keadaan ini normal dan akan hilang dengan sendirinya pada kehamilan lebih 
dari tiga bulan. Tapi bila ibu tetap tidak mau makan, muntah terus-menerus, sampai 
lemah dan tidak dapat bangun, maka keadaan ini berbahaya bagi janin dan kesehatan ibu. 

Selama kehamilan, berat badan ibu naik sekitar 9-12 kg. Karena adanya pertumbuhan 
janin dan bertambahnya jaringan tubuh akibat kehamilan. Kenaikan berat badan ini 
biasanya terlihat nyata sejak kehamilan empat bulan sampai menjelang persalinan. 

Bila berat badan ibu hamil tidak naik pada akhir bulan keempat kehamilan atau kurang 
dari 45 kg pada akhir bulan keenam, pertumbuhan janin mungkin terganggu. Pada kondisi 
tersebut ibu mungkin mengalami kekurangan gizi atau mempunyai penyakit lain, seperti 
batuk menahun atau malaria. 

Penyebab kematian ibu hamil tersering adalah akibat perdarahan. Perdarahan melalui 
jalan lahir pada kehamilan, persalinan dan nifas sering merupakan tanda bahaya yang 
dapat berakibat kematian ibu dan/atau janin. 

Perdarahan melalui jalan lahir pada kehamilan sebelum tiga bulan bisa disebabkan oleh 
keguguran. Janin mungkin masih dapat diselamatkan. Bila tidak, ibu perlu mendapat 
pertolongan medis agar kesehatannya terjaga. 

Perdarahan melalui jalan lahir disertai nyeri perut bawah yang hebat, pada ibu yang 
terlambat haid 1-2 bulan, merupakan keadaan sangat berbahaya. Kehidupan ibu terancam 
dan harus langsung dibawa ke rumah sakit untuk diselamatkan jiwanya. 

Sedangkan perdarahan pada kehamilan 7-9 bulan, meskipun hanya sedikit, tetap merupakan 
ancaman bagi ibu dan janin. Sedangkan perdarahan yang banyak, segera atau dalam waktu 
satu jam setelah melahirkan, sangat berbahaya, dan menjadi penyebab kematian dalam 
waktu kurang dari dua jam. Tanda bahaya lain adalah perdarahan pada masa nifas, yaitu 
dalam waktu 42 hari setelah melahirkan. Perdarahan tersebut biasanya berlangsung terus 
menerus, disertai bau tak sedap dan demam. 

Gejala lain yang harus diwaspadai adalah bengkak di tangan atau wajah. Apalagi bila 
disertai tekanan darah tinggi dan sakit kepala. Bila keadaan ini dibiarkan, ibu 
berisiko mengalami kejang-kejang. Keadaan ini disebut keracunan kehamilan atau 
ekslamsia. 

Kemudian ada beberapa penyakit yang merugikan kehamilan. Yaitu penyakit jantung, 
ditandai dengan ibu sering berdebar-debar dan mudah sesak napas bila melakukan 
kegiatan ringan sehari-hari. Penyakit lain adalah kurang darah (anemia) akut, ditandai 
dengan gejala pucat, lesu, lemah, pusing dan sering sakit. Juga penyakit TBC, malaria 
dan infeksi pada saluran kemih, yang gejalanya tidak selalu nyata, misalnya keputihan, 
luka atau nyeri pada alat intim wanita. 

Gejala-gejala yang membahayakan ibu hamil ini bisa dihindari bila keluarga dan 
masyarakat sama-sama mengawasi kehidupan ibu hamil tersebut. Inilah yang merupakan 
salah satu alasan diluncurkan kembali kampanye Suami Siaga (Siap, Antar, Jaga) dengan 
daerah sasaran wilayah Jawa Barat. Tujuan utamanya untuk mengajak para suami dan 
masyarakat untuk berpartisipasi menjaga kesehatan ibu hamil, sejak awal kehamilan 
hingga paska kehamilan. [RAS] 

Sumber: http://www.mandiri.com

= Myrna Mihardja = 



>> kirim cake & bunga ke 20 kota di Indonesia? klik, http://www.indokado.com  
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]


















Kirim email ke