Jadi ingin ikutan nimbrung nih tentang cium dari dan untuk anak.
Jaga anak itu bukan pekerjaan kayak di kantoran lho, tidak rutinitas, tapi
melibatkan emosi atau perasaan, jamnya juga tergantung mood dari anak.
Kadang nggak mau makan, harus ditelatenin, dari masalah BAB, BAK yang tidak
terjadwal. Belum kalau anak udah bisa lari sana, lari sini.. aduuh kebayang
kan.
Kalau kita di rumah (Sabtu dan minggu), anak memang sama kita, tapi saat
giliran anak pipis, kadang masih minta tolong sama mbak untuk pel kan bekas
pipisnya, kita yang bersihin anak kita, kadang mau ambil sesuatu, tolong
mbak ambilkan itu, ini. Secara tidak langsung kita masih melibatkan si Mbak.
Bukan masalah mbaknya digaji atau nggak, hanya bayangkan kalau posisi
mbaknya yang sehari-hari dirumah mengasuh si kecil, tanpa ada orang lain.
Repot juga kan?
Melihat dari alasan itu, mungkin ibu-ibu yang lain juga sudah tau ya,
makanya saya ambil kesimpulan, wajar aja kalau memang anak memberi ciuman ke
mbaknya atau mbaknya sayang ke anak kita. Malah sewajarnya kalau kita merasa
bersyukur, kalau ada orang yang begitu sayang dan care sama anak kita selama
kita nggak dirumah. Jangan sampai deh kalau mbak yang ngasuh anak kita,
berpikir, saya kan kerja dan dibayar.., bukan anak saya ini..,wah.. yang
jadi korban adalah si kecil juga.
Ma'af kalau ada yang tidak berkenan dengan kesimpulan saya ini.
Salam
ibunya Laras
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED]]On Behalf Of
[EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, February 23, 2001 9:25 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [balita-anda] Cium
Maaf Bu Ira,
Adakah efek lain terutama ke Rafi karna di cium PRT anda, Misalnya dia makin
sayang
ke PRT, atau Rafi jadi sakit/benci karna ndak suka ke PRT, atau malah seneng
karna
di ajak bercanda. Maaf kalau saya juga pengin tahu apa sih sebenarnya
pengaruh yang
paling buruk akibat di cium PRT ini,karna mungkin rada beda prinsipnya
dengan saya
ya, PRT bebas mengasuh anak, sementara pendidikan anak diusahakan agar oleh
orang
tua setelah pulang kerja atau hari libur,saya berusaha mendidik anak saya
supaya
hormat ke siapapun terutama orang yang lebih tua, tidak main bentak atau
suruh
sekalipun ke PRT, dan bebas bergaul dengan sebayanya, yang penting anak
sendiri
tidak dalam keadaan sakit, dan temennyapun begitu juga, satu hal lagi
mungkin
menjauhi temennya yang suka berkata jorok.
Enaknya apa, ya kalau sewaktu waktu kami kerja pagi bareng dengan istri
sementara
PRT mau mandi atau Sholat dzuhur/Asar, tetangga ternyata dapat kita titipin
dan
mereka merasa ndak kerepotan untuk ini, malah seneng karna anaknya ada temen
main.
Ada lagi manfaat lain mungkin bahwa dengan bergaul dengan temen-temennya itu
dia
jadi lebih berani mempertahankan mainan miliknya, tidak cengeng, dan
perbendaharaan
katanya jadi bertambah banyak.
Ira Mashura wrote:
> Kalo' problem saya lain, si mbaknya yg suka sekali mencium anak saya
> walaupun sudah saya tunjukkan perasaan tidak senang, tapi dianya tidak
> mengerti. Kasihan anak saya, Rafi, mana kalo' mencium suka ditekan
> sekuat2nya. Sudah pernah saya katakan spy jangan mencium adik spt itu,
tapi
> jawabnya, abis adik gemes sih kak.. Ani nggak tahan kalo' nggak nyium.
Duh..
> gimana ya netters, cara ngebilanginnya, soalnya PRT saya yg satu ini
memang
> rada2 bandel, susah dibilangin. Nanti kalo' dikasarin, dianya malah nggak
> tahan. Kadang dia nggak segan, biarpun anak sedang saya gendong, enak aja
> dia nyelonong cium dari belakang saya sambil melukin dari belakang.. duh
> ngenesnya... Saya selalu berusaha menciptakan suasana demokratis di rumah,
> tapi ya.. akibatnya begini.. pembantu pada ngelunjak semua..
>
> Mohon saran/sharing dari netters.
> Terima kasih sebelumnya.
>
> Wassalam,
> Mama Mia&Rafi.
>
> -----Original Message-----
> From: mamanya Dafi [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: 21 Februari 2001 10:20
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [balita-anda] Cium
>
> Halo Mbak Yani,
> Kayaknya lebih baik terus terang aja ke mbaknya
> Farhan, bilangnya kalau bisa tidak mencium Farhan dan
> kalau Farhan mau mencium dialihkan ke yang lain,
> ungkapan sayangnya boleh dengan membelai rambut atau
> memeluk. Ke Farhannya juga perlu sering diingatkan
> kita hanya boleh mencium Ayah-Ibu dan adik (kakek atau
> nenek) karena mereka sangat dekat dan istimewa bagi
> kita.
> Kalau sudah lebih besar sedikit mungkin prinsip muhrim
> dan bukan muhrim ( bagi yang muslim) bisa dijelaskan,
> tentu saja ini nggak akan berhasil dalam waktu dekat.
> Setiap kali ibu melihat dia mencium mbaknya bisa
> diingatkan misalnya "Farhan sayang ya sama mbak, kalau
> sayang peluk aja ya" atau tindakan lain yang menurut
> ibu lebih baik dari mencium.
> Rasanya hampir semua anak pertama punya sifat seperti
> Farhan, mereka kan pernah jadi bintang dalam keluarga
> jadi maunya terus diperhatikan namun karena usianya
> sudah 4,5 tahun harus mulai diberikan sedikit tanggung
> jawab sesuai dengan usianya (kalau mbak punya artikel
> montessory, disana disebutkan kemampuan dan tanggung
> jawab apa saja yang bisa dilakukan) selain melatih dia
> lebih mandiri juga memberi penghargaan baginya bahwa
> dia sudah 'besar',prinsipnya apa yang sudah bisa dia
> kerjakan sendiri maka harus dilakukan sendiri, berikan
> penghargaan kalau perlu untuk menarik minatnya
> melakukan sesuatu. Misalnya saat mandi, setelah
> disabun biarkan dia sendiri yang menyiram badannya
> (tentu kita pinter-pinter gosok punggungnya biar
> bersih), setelah itu kita puji "Wah Farhan sudah
> pinter ya, bisa mandi sendiri, nah sekarang pakai
> celana sendiri bisa nggak?"
> Begitu juga untuk hal lain, mengambil gelas, membawa
> tas sekolah, menggosok gigi dll.
>
> Mamanya Dafi
>
> --- Yani-Prime Indonesia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Rekan Netters ,
> >
> > Mohon sharing..anak saya Farhan (4,5 thn).. kemarin
> > malam saya lihat mencium pengasuhnya (ketika sedang
> > dipakaikan celana setelah pipis).....
> > saya sempat kaget tapi mau saya larang didepan
> > Mbaknya takut nanti si Mbak tersinggung..memang
> > sepertinya saat ini Farhan senang sekali karena
> > sekarang ada yang mengasuh..karena sebelumnya saya
> > hanya mempunyai satu pembantu dan tugasnya ya
> > menjaga adiknya yang kecil, dan Farhan lebih sering
> > bermain sendiri (siang hari).
> >
> > Mungkin Farhan merasa sekarang ada yang
> > memperhatikan dan menemaninya bermain (Farhan type
> > anak manja..yang kalau tidur senangnya dipijit dan
> > kalau mau apa-apa maunya dilayani)..Karena si Mbak
> > yang menjaga Farhan ini sering menuruti kemauan
> > Farhan sepertinya Farhan suka..memang seharusnya
> > juga Farhan dekat dengan Mbaknya ya ..tapi ...kalau
> > sampai mencium saya agak keberatan... bagaimana ya
> > memberitahu Farhan agar tidak mencium si Mbak
> > ..karena kalau saya mencium Farhan saya selalu
> > bilang bahwa "Ibu sayang sekali sama Farhan " dan
> > saya akhiri kalimat saya dengan menciumnya..kalau ia
> > jawab "biarin orang Aang sayang sama Mbak ..."saya
> > jawabnya gimana dong...
> > Juga bagaimana ya mengajarkan agar anak
> > mandiri..karena Farhan sekarang sudah semakin besar
> > tapi masih kolokan
> >
> > Mohon sharing dari rekan netters ..maaf
> > kepanjangan...
> >
> > Regards,
> > Ibu Farhan + Raihan
> >
> >
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Yahoo! Auctions - Buy the things you want at great prices!
> http://auctions.yahoo.com/
>
> >> kirim cake & bunga ke 20 kota di Indonesia? klik,
http://www.indokado.com
>
> >> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
> Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
> Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
>
> >> kirim cake & bunga ke 20 kota di Indonesia? klik,
http://www.indokado.com
> >> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
> Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
> Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
>> kirim cake & bunga ke 20 kota di Indonesia? klik, http://www.indokado.com
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
>> kirim cake & bunga ke 20 kota di Indonesia? klik, http://www.indokado.com
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]