Lagi" mengenai efek samping dari MMR, tapi diakhir tulisan ini ditulis,
bahwa resiko akibat pemberian vaksin MMR ini masih lebih rendah dibanding
keuntungannya dalam melindungi tiga penyakit berbahaya, campak, gondongan,
dan campak jerman. Tapi terus terang saja sebagai orang tua kita (saya
pribadi) bingung juga dengan kasus ini.
                                                
Kekhawatiran Baru Terhadap MMR  oleh: Iwan S. Handoko   

Vaksin MMR tidak habis-habisnya dibicarakan. Selama ini, pemberian vaksin
MMR sering dihubungkan dengan terjadinya autisme. Belum lagi kontroversi itu
mereda, kini MMR malah dihubungkan dengan terjadinya suatu gangguan
perdarahan pada anak-anak.  Sebuah penelitian baru telah menemukan kaitan
antara vaksin MMR dan suatu gangguan yang disebut Idiopathic
Thrombocytopenic Purpura (ITP) yang menyebabkan perdarahan di bawah kulit.
Gangguan ini disebabkan oleh berkurangnya jumlah keping darah (trombosit).
Gejala ITP bervariasi. Kebanyakan orang hanya mengalami gangguan ringan,
rasa tidak nyaman dan bisa diobati secara mudah dengan obat-obatan. Tapi,
sebagian lagi merasakan gejala yang lebih berat seperti rasa lelah dan
demam, serta timbul ruam keunguan di kulit yang berubah menjadi hitam dan
menyebar ke seluruh tubuh. Dalam beberapa kasus yang ekstrim, ada
kemungkinan limpa harus diangkat atau diberikan transfusi darah.  Para
peneliti di Public Health Laboratory Service (PHLS) dan Royal Free Hospital,
London, mendapatkan data mengejutkan dimana 2 dari setiap 3 kasus ITP dalam
6 minggu setelah imunisasi disebabkan karena MMR. Satu dari 22,300 vaksinasi
MMR akan menyebabkan anak dirawat di rumah sakit karena ITP. Namun masih
belum ada data tentang dosis ulangan dan risiko ITP.  Data ini didapatkan
setelah para peneliti menganalisa beberapa catatan kunjungan anak-anak di
rumah sakit karena mengidap ITP. Catatan tersebut termasuk seluruh anak yang
berusia dibawah 5 tahun setelah menerima vaksin MMR dalam 6 minggu di
Wilayah Thames bagian Tenggara, dan Thames bagian Timur Laut antara bulan
Oktober 1991 dan September 1994.   Terdapat 28 kunjungan rumah sakit pada 21
anak yang berusia diatas 2 tahun, yang telah divaksinasi dengan MMR. Dari
jumlah tersebut, sebanyak 9 anak telah dirawat selama 6 minggu, dan tidak
satupun yang pernah mengalami ITP sebelumnya.   Anak-anak yang penyakitnya
dikaitkan dengan vaksin MMR cenderung mengalami gejala yang ringan dan
dirawat di rumah sakit lebih singkat dibanding mereka yang mengalami ITP
yang tidak terkait dengan vaksin tersebut. Anak-anak yang pernah mengalami
ITP tidak mengalami risiko kekambuhan yang lebih besar dikarenakan oleh
vaksinasi tersebut. Penelitian ini dipublikasikan di jurnal Archives of
Disease in Childhood.  Walaupun demikian, tampaknya resiko akibat pemberian
vaksin MMR ini masih lebih rendah dibanding keuntungannya dalam melindungi
tiga penyakit berbahaya, campak, gondongan, dan campak jerman. Oleh karena
itu, para peneliti tetap menganjurkan agar para orangtua tetap memberikan
vaksin MMR kepada anak-anaknya.

 <<...>>  <<...>>  Informasi yang ada di sini bukan sebagai pengganti
anjuran dan terapi yang diberikan oleh dokter, namun diharapkan dapat
menambah pengetahuan mengenai kondisi medis tertentu yang Anda perlukan.
Sebaiknya Anda tetap mengkonsultasikan masalah medis dengan dokter keluarga
Anda.                   


Copyright © 1999-2001 satumed.com all rights reserved Seluruh isi dari
satumed.com dilindungi oleh undang-undang hak cipta. Segala bentuk
pelanggaran atas hak cipta kami akan ditindak sesuai dengan hukum. email:
tim satumed | info iklan        
 <<...>>  <<...>> 


>> kirim cake & bunga ke 20 kota di Indonesia? klik, http://www.indokado.com
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]


















Kirim email ke