----------
> Waspadai Wabah Anthrax, Pilih Daging yang Baik
>
> Jakarta - 21 Feb 01 13:29 WIB - (Astaga!com)
> Wabah anthrax yang belakangan marak dibicarakan memang sempat
membuat
resah,
> utamanya masyarakat awam. Maklum saja, penyakit yang menyerang
hewan
ternak
> potong tersebut kabarnya telah menyebabkan jatuhnya korban
manusia,
bahkan
> hingga meninggal dunia.
>
> Hati-hati memilih hewah ternak potong
>
> Terlebih, dalam waktu dekat ini masyarakat muslim juga akan
merayakan
Hari
> Raya Idul Adha 1421 H, dimana membutuhkan banyak hewan kurban.
Penyakit
yang
> beberapa puluh tahun lalu juga pernah melanda hewan ternak potong
di
> beberapa tempat di Indonesia itu menyebar melalui spora bakteri
bacillus
> anthracis. Spora tersebut biasanya akan menghinggapi daging hewan
ternak,
> tanah, bahkan juga sayuran.
>
> Karenanya, penularan anthrax itu menurut Dr. Thomas Suroso, selaku
direktur
> Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang (PPBB), bukan hanya
melalui
> konsumsi daging, tapi juga lewat sayuran dan tanah. Lanjut Thomas,
akibat
> mengkonsumsi daging dan sayuran yang sudah terjangkiti bakteri
anthrax
> tersebut bisa mengakibatkan anthrax pencernaan. Gejala dari
serangan
anthrax
> pencernaan tersebut adalah sakit perut, muntah-muntah, hingga
muntah
darah.
>
> Sementara anthrax yang menyerang kulit itu umumnya datang dari
tanah yang
> telah terkontaminasi spora bakteri bacillus anthracis tadi. Gejala
dari
> anthrax kulit adalah borok, bengkak dan bintik merah. Dan
celakanya
anthrax
> kulit ini kerap menyerang anak-anak yang biasanya memang gemar
bermain
> tanah. "Seperti kasus yang terjadi di Bogor dimana umumnya
menyerang
mereka
> yang berusia di bawah 15 tahun," ujar Thomas.
>
> Di samping itu masih ada satu lagi jenis penyakit anthrax yang
diakibatkan
> oleh udara. Biasanya jenis anthrax yang satu ini kerap ditemui di
negara
> industri yang berhubungan dengan hewan, seperti industri wol.
Jenis
anthrax
> yang satu ini, biasanya menyerang paru-paru dengan diawali gejala
> batuk-batuk.
>
> Ketiga jenis penyakit anthrax tersebut, menurut Thomas, sama-sama
berbahaya
> dan mematikan. Namun, lanjut Thomas, disamping harus tetap
waspada,
> masyarakat tidak perlu panik menghadapi penyakit yang satu ini.
Pasalnya,
di
> Indonesia sendiri wilayah endemis selama lima tahun terakhir ini
> terlokalisir, seperti di Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara
Barat,
Nusa
> Tenggara Timur, dan Banten, serta di beberapa daerah saja.
>
> Apa yang sebaiknya dilakukan oleh kita?
> Masaklah daging dan sayuran matang-matang
>
> 1. Konsumsilah selalu daging yang segar dan baru
> serta jangan mengkonsumsi daging yang sudah
> tidak segar atau sudah bau.
> 2. Masak daging dan sayuran tersebut matang-matang.
> 3. Kurangi mengkonsumsi masakan yang biasanya
> setengah matang seperti sate atau steak.
> 4. Jangan membeli daging di sembarang tempat,
> karena tidak tertutup kemungkinan daging
> tersebut tidak dipotong sesuai prosedur yang
> diterapkan di rumah potong hewan dinas
> peternakan.
> 5. Bagi yang ingin menyembelih hewan, lihat lagi
> kondisi hewan tersebut sehat atau sakit. Jika
> sakit, urungkan dulu niat untuk memotongnya
> dan tunggu hingga hewan tersebut sembuh.
> 6. Bagi Anda yang ingin membeli hewan ternak
> potong, pastikan hewan itu sehat. Pastikan,
> tidak terdapat cairan di mata dan kuping,
> juga bintik-bintik di kulit hewan yang
> bersangkutan. Tiga hal tersebut merupakan
> ciri-ciri hewan yang telah terserang anthrax.
>
> (eno)
>
> -----------------------------------------------------------------
> MAILING LIST DOKTER INDONESIA (MLDI)
> Chatting, arsip, konsultasi pakar, info obat tradisional dapati
> di : http://www.mldi.or.id <http://www.mldi.or.id/>
>
ttp://www.usaid.gov/hum_response/oti
>> kirim bunga, pesan cake & balon ulangtahun? klik, http://www.indokado.com
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]