Saya juga ikut berbela sungkawa dengan musibah yang Ibu Maimun alami.
Beberapa tahun yang lalu, saya pernah berobat ke MMC (spesialis THT) dengan
pertimbangan
lokasinya dekat kantor.
Waktu itu dokternya belum datang walaupun sudah lewat jam yang ditentukan. Begitu
dokter
datang, saya yang berada di urutan pertama ternyata tidak dipanggil padahal berada di
sekitar
ruang tunggu yang sangat dekat sehingga saya pasti tahu kalau nama saya dipanggil.
Saya tidak
tahu bagaimana caranya tapi orang lain sudah masuk di ruang dokter tsb. Saya complain
ke
susternya tapi tanpa penjelasan dan minta maaf, dia meminta saya menunggu lagi. Tentu
saja
saya menolak hal itu dan saya bermaksud complain ke management-nya.
Saya tidak berhasil menemui manager-nya dan saya tidak ingat kenapa (kalau tidak salah
dikatakan tidak ada di tempat). Jadi saya ingin tulis complain saja, tapi ternyata
kotak
saran-nya tidak ada kuncinya.
Pada saat itu yang bisa saya lakukan hanya segera meninggalkan RS tsb dan berjanji
tidak akan
datang lagi untuk saya dan keluarga saya. Saya juga mendengar banyak complain yang
jauh lebih
serius seperti yang dialami Ibu Maimun mengenai RS ini.
Saya ambil kesimpulan bahwa kesalahan ada di pihak Management. Salah satu indikator
yang
sangat jelas adalah tidak adanya jalur komunikasi (yang terjamin aman) antara pasien
(customer) dengan Management.
"C. Wahyono" wrote:
> Hello netters,
>
> Saya turut berbela sungkawa dengan musibah yang Ibu Maimun dapatkan,
> dan saya hanya bisa ucapkan "Sesungguhnya Semuanya adalah milik Allah
> dan semuanya akan kembali kepada Allah ...".
>
> Saya salut dengan ketegaran dan ketabahan serta ketakwaan Ibu Maimun
> sekeluarga dan mudah-mudahan Allah akan lebih memberikan ganjaran dan
> pahala atas musibah dan semua keutamaan itu.
>
> Saya sungguh sedih dan menangis didepan PC saya walaupun saya berada
> di Kantor, Saya tidak bisa membayangkan jika semua terjadi pada saya
> dan saat ini saya mempunyai bayi berusia 3 bulan oleh karena itu saya
> sangat berbela sungkawa dan memohon kepada Allah agar kejadian ini
> dapat kita ambil hikmahnya terutama buat Praktisi-praktisi hukum
> ataupun kesehatan dalam menyikapi dan menindaklanjuti kasus ini
> terutama sekali buat RS. MMC agar secara responsif menanggapi dan
> bertanggung jawab atas kasus ini.
>
> Dan secara pribadi saya mendukung jika RS. MMC serta seluruh petugas
> yang bertugas saat itu terutama para Dokter nya diajukan untuk di
> gugat ke Pengadilan dan di laporkan ke IDI, YLKI agar kasus ini tidak
> terjadi lagi.
>
> Atau bisa juga Ibu Maimun kirimkan email ibu ke berbagai media, baik
> surat kabar cetak atau online maupun radio-radio sehingga hal ini bisa
> menjadi hikmah buat semua orang dan menjadi pelajaran buat RS-RS di
> Indonesia, agar mereka sadar bahwa keselamatan dan kesehatan adalah
> yang paling utama dibandingkan dengan DUIT .
>
>> kirim bunga, pesan cake & balon ulangtahun? klik, http://www.indokado.com
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]