Mbak Ika,
saya tanyakan ke dokter keluarga saya yg. spesialis Farmakologi, kira2 begini
jawabnya :
1. Luminal memang menyebabkan kantuk dan lemas, karena termasuk golongan
sedativa (penenang).
2. Sebenarnya, pemakaian jangka panjang dari obat2 sedativa tidak dianjurkan.
Tapi jika memang atas saran dokternya ya apa boleh buat, tapi sebaiknya tetap
kontrol ke dokter, paling tidak sesudah 2 bulan tadi selesai. (Mungkin beliau
juga tidak enak pada teman sejawat, jika menyalahkan TS ?) Menurut beliau,
sebenernya penggunaan Stesolit (Valium2) lebih aman utk. kejang demam, karena
tidak terus menerus digunakan, hanya saat serangan terjadi saja. Dan serangan
kan terjadi karena demam tinggi saja, yang tidak terjadi setiap hari...,
kecuali memang ada penyebab lain, spt. ayan.
3. Efek samping jika digunakan pada jangka panjang, anak bisa mengalami
penurunan kecerdasan. Tapi ini terjadi pada kasus yang ekstrim lama, misalnya
sampai setahun, begitu.

Saya juga ingat ada sepupu saya yg. langganan kejang ketika batita, harus
mengkonsumsi sedativa hingga 2 tahunan. Ya memang, dibandingkan dengan
saudara2nya yg. lain, dia tidak terlalu 'cemerlang' kemampuannya....

Semoga membantu.

Salam,
rien.

Ika Rinawati wrote:

> Yg mau ditanyakan :
> 1. Apakah Luminal menyebabkan kantuk/lemas pada anak ?
> 2. Apakah aman diberikan dlm kurun waktu 2 bulan (2 kali sehari) ?
> 3. Apakah tdk menyebabkan kecanduan & adakah efek samping lainnya ?


>> kirim bunga ke negara2 di Asia? klik, http://www.indokado.com  
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]


Kirim email ke