{\rtf1\ansi\deff0{\fonttbl {\f0\fswiss\fcharset0 Arial;}}
\uc1\pard\lang1033\ulnone\f0\fs20 Rekan netters\par
\par
Saya mau curhat nih ke balita anda mengenai pembantu saya. Tahun lalu saya punya dua orang pembantu untuk mengurus anak saya (sekarang 2 thn) dan urusan rumah tangga lainnya. Tarmini (28) dan Harni (17). Keduanya berasal dari kampung mertua saya di Purwokerto, dan bertetangga. Kebetulan ibunya Tarmini waktu kecil 'ngenger' (ngikut) ke neneknya suamiku dan setelah dewasa jadi pengasuh suamiku waktu kecil. Dekatnya hubungan ini menyebabkan aku percaya penuh sama Tarmini dalam ngurus anak, kebetulan dia juga sayang sama anakku. Awal tahun lalu Harni berenti kerja sama saya karena sering brantem dan diomelin sama Tarmini. Beda usia yang cukup jauh dan dikampungnya bertetangga membuat Tarmini merasa seperti pengganti keluarga Harni yang berkewajiban 'nasehatin' Harni, tapi Harninya jadi nggak betah dan keluar. Setelah Harni keluar saya berniat cari pengganti Harni, tapi Tarmini berkukuh nggak mau ditemenin lagi, katanya lebih tenang kerja sendiri aja dan dia merasa bisa ngehendel semua urusan rumah tangga termasuk ngurus anakku. Aku sih ngikut aja. Tapinya belakangan ini setelah Harni nggak ada, suaminya Tarmini jadi sering datang ke Jakarta dan nginep di rumahku, awalnya sih cuma sehari dua hari dan minta ijin dulu, tapi lama-lama bisa sampe seminggu nginep di rumah dan slonong boy aja nggak ijin dulu. Terus terang saya dan suami jadi terganggu, dan bingung karena kadang saya berpikir kayanya wajar istri di kunjungi suaminya, saya juga kalau misah jauh sama suami, duh mana tahan. Dan lagi saya lihat suaminya Tarmini cukup ramah ke anakku dan seneng ngajak main anakku. Tapi saya juga sebel, koq kaya di rumahnya sendiri aja ya. Saya ingin negor, tapi bingung gemana kalau Tarmini minta brenti atau dilarang kerja sama suaminya, kasian anakku yang udah deket banget sama Tarmini. Atau kami mesti sabar aja ya demi anak.\par
Kalau sikap rekan netter lain gemana ya??\par
\par
Silvi\par
}

Kirim email ke