Mbak Rini,
anak saya (2th2bl) juga baru 2 kali dibawa ke salon. Sejak dia 2 tahun-an,
saya mau 'memperkenalkan' salon..he-he-he... soalnya anak cewek...:-)
Waktu pertama kali, saya pilih salon yang sepi, yang di kompleks saja boleh
lah... Nggak bising dengan hairdryer, banyak orang-orang asing, mbak2
ngerumpi, bau zat kimia, dllnya... Lalu saya potong rambut duluan. Dia cuma
ngeliatin. (Katanya, trik seperti ini (ibunya duluan mengalami dan dia
menonton), juga berlaku utk. memperkenalkan anak ke dokter gigi. Supaya dia
nggak takut ke drg, kalo ibu / bapaknya kontrol / rawat gigi, anaknya ikut aja
menonton... Lama-lama dia nggak takut kalo disuruh periksa gigi.). Habis itu,
saya deg-deg an juga sih, mau nggak dia dipotong...? Tau-tau mau tuh... Dia
duduk anteng, meskipun kadang2 kepalanya ngelihat kiri-kanan. Akhirnya
selesai...
Sebelumnya...? Saya potong sendiri. Biasanya didudukkan di highchairnya, lalu
di mejanya dikasih mainan apaa..., lalu kris-kris... gunting beraksi. Yang
penting bawahnya rata, poninya nggak mencolok mata, rambut di kuping nggak
suwir-suwir masuk ke telinga, cukuplah... Nggak usah rapi jali dan model-model
kaya' hasil salon. Kadang2, hari ini cuma potong belakangnya aja. Kalo anak
udah rewel, ya berhenti. Besok-besok potong poni... begitu selanjutnya... Kalo
lagi tidur, susah ngelurusin antara kanan dan kiri, anak cewek, sih...
rambutnya nggak dipapas habis, kan...?

Salam,
Rien.




>> Rayakan ultah putra/i Anda dengan kue Teletubbies dll! Klik, 
>http://www.indokado.com/kueultah.html
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]





Kirim email ke