On Tue, 5 Jun 2001 19:22:09 -0700 (PDT)
enda ok <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Dear temens,
> Saya sedang hamil hampir tiga bulan. Saya ingin memberikan nutrisi yg baik buat
>janin yg saya kandung.
> Tapi perut saya tidak bisa menerima susu untuk ibu hamil (prenagen). Setelah minum
>susu itu perut saya
> mual dan tak lama kemudian susu itu saya muntahkan. Saya sedih bila membayangkan
>bayi saya tidak
> mendapatkan yg terbaik� tapi saya tersiksa kalo minum susu prenagen� hicks!
> Gimana ya�. Caranya biar susu bisa masuk dengan mulus� Ato bisa gak kalo prenagen
>diganti dg susu ultra
> (kebetulan saya suka�). Apa susunya harus susu untuk ibu hamil?
> Bagaimana dg sugesti bagi ibu hamil�. Sebenernya berpengaruh gak sih�.
Minum susu apa saja ok-ok aja kok, gak mesti susu ibu hamil yang rasanya
memang kurang enak, sebab ditambahin macem-macem. Apalagi kalau
trimester awal memang lagi heboh2nya mual dan muntah. Kalau makan mbak
Enda sudah seimbang, tidak perlu susu khusus ibu hamil. Bisa juga
disiasati dengan membuat olahan dari susu seperti es krim atau puding.
Juga bisa juga olahan dari keju. Dokter juga biasanya memberi tambahan
vitamin, zat besi, kalsium dan asam folat. Beritahu saja dokter kalau
mbak Enda gak suka susu, nanti dokter yang akan memberi saran atau kalau
mbak Enda butuh tambahan zat besi/kalsium, akan diberikan suplemennya.
Sugesti ibu hamil, boleh percaya boleh tidak, bisa saja terjadi.
Kehamilan dan kelahiran selain merupakan peristiwa medis juga merupakan
peristiwa supranatural (ini istilah saya sendiri). Bahkan orang2 tua
sangat percaya perilaku ibu dan ayah sewaktu kehamilan bisa berakibat
pada janin. Makanya sewaktu ibu hamil, ayah dilarang menganiaya
binatang, ibu dilarang mengumpat, dan semua perilaku kurang baik
seyogyanya dihindari semasa kehamilan. Namanya juga sugesti, ini bisa
berlaku pada orang yang mempercayainya. Kalau yang tidak percaya,
sugesti tidak akan terjadi. Kalau pun sesuatu yang baik atau buruk
terjadi, maka orang yang tidak percaya sugesti tidak akan menghubungkan
antara satu kejadian dengan kejadian lainnya.
Kehamilan sebaiknya dihadapi dengan santai dan penuh semangat dan gak
usah mikir macam-macam. Begitu juga dengan melahirkan, terutama yang
berniat untuk melahirkan normal. Persalinan normal sangat erat kaitannya
dengan kondisi mental ibu. Kalau ibu santai, dan percaya diri bahwa ia
akan mampu melewati semuanya, maka percayalah persalinan akan berjalan
dengan sangat cepat dan tidak sesakit yang ditakutkan. Tidak lupa berdoa
kepada Tuhan, dan mohon doa restu dari orang tua dan suami. Suami juga
sangat besar peranannya dalam mendukung istri, terutama saat
kontraksi-kontraksi awal yang cukup melelahkan. Kalau suami kuat, bahkan
bisa mendampingi istri.
Sebaliknya kalau ibu terlalu cemas dan panik, maka kesulitan persalinan
bisa timbul misalnya pembukaan jalan lahir yang tidak maju-maju, panik
mengejan sehingga ibu terlalu lelah dan membuang tenaga percuma, tekanan
darah mendadak naik, dan sebagainya. Juga berlatihlah pernapasan yang
benar. Saat sakit kontraksi menyerang, tarik napas dalam2 tahan dan
hembuskan perlahan. Ibu bisa mengurangi rasa sakit kontraksi tanpa perlu
mengaduh-aduh kesakitan yang bisa menguras tenaga yang akan sangat
diperlukan pada saat mengejan nantinya.
Jadi sekarang yang penting tenang, dan syukurilah kehamilan karena
kehamilan adalah karunia. Begitu banyaknya pasangan yang bersusah payah
untuk memperoleh keturunan.
Semoga membantu.
Regards,
F e r o n a
Bunda Segara
>> Rayakan ultah putra/i Anda dengan kue Teletubbies dll! Klik,
>http://www.indokado.com/kueultah.html
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]