satuwanita.com - Setelah tiga masalah makan pada anak yang dibahas kemarin,
di bawah ini adalah beberapa masalah makan lainnya yang juga cukup
mengganggu banyak para ibu. Dengan memahami inti masalah yang sebenarnya,
Anda diharapkan lebih bijak mengambil tindakan sehingga tidak mengganggu
perkembangan anak secara psikologis.
1. Tidak bisa atau tidak mau makan sendiri. Pada umumnya, anak yang memiliki
kecenderungan seperti ini disebabkan kebiasaan makan yang selalu disuapi.
Selain tidak dilatih juga anak tidak mempunyai kesempatan untuk makan
sendiri. Dan melatih anak untuk makan sendiri juga memang membutuhkan
pengorbanan, antara lain cucian tambah banyak karena baju anak kerapkali
ternoda oleh makanan. Atau Anda akan ekstra membersihkan rumah karena
berantakan oleh remah makanan yang tercecer. Namun itu bukan masalah karena
yang sedang Anda tanamkan adalah kemandirian yang akan berguna di kehidupan
anak Anda kelak.
2. Disiplin pada waktu makan. Kebiasaan buruk yang seringkali ditanamkan
oleh Anda atau pengasuh Anda adalah membawa anak makan dalam situasi yang
seenaknya anak. Misalnya mengikuti kemana ia lari, sambil menonton TV, atau
aktivitas lain yang intinya bergerak daris atu tempat ke tempat lain.
Seharusnya Anda mendidik anak untuk makan dengan diam pada satu tempat
walaupun contohnya dalam suasana santai di depan televisi namun tetap tujuan
utamanya adalah duduk diam dan makan.
3. Ruminasi atau muntah. Jika Anda memiliki anak cenderung suka muntah atau
mengeluarkan makanan dan menelannya kembali (ruminasi), maka diperlukan
kesabaran untuk membimbingnya. Alasan utama mereka melakukan ini adalah
karena mereka terlalu aktif ingin melakukan percobaan dengan mulutnya
termasuk mengunyah atau memuntahkan makanan mereka. Malangnya anak yang
sering melakukan ini seringkali mendapatkan reaksi negatif dari
lingkungannya dan terkadang membuat si anak seperti tidak diperhatikan dan
dikucilkan. Akibatnya si anak akan over acting untuk menuntut perhatian
lebih. Solusi menghadapinya, Anda harus sabar menerima kalau ia muntah dan
menganggapnya itu hal yang wajar. Jangan memarahi atau terkesan malu jika
anak Anda melakukannya.
4. Kolik disertai tangisan yang berlebihan, terutama pada saat diberi makan
tentu akan menyebabkan kepanikan bagi Anda sebagai ibu ataupun pengasuh anak
Anda. Anggapan Anda kemungkinan besar adalah anak Anda lapar atau sudah
kenyang. Namun sebenarnya belum tentu demikian, langkah terbaik yang bisa
Anda lakukan adalah mengkonsultasikannya dengan dokter anak Anda apalagi
jika anak Anda menangis sampai mukanya kebiru-biruan.
____________
DISCLAIMER :
The information contained in this communication is intended solely for the use of the
individual or entity to whom it is addressed and others authorized to receive it. It
may contain confidential or legally privileged information. If you are not the
intended recipient you are hereby notified that any disclosure, copying, distribution
or taking any action in reliance on the contents of this information is strictly
prohibited and may be unlawful. Unless otherwise specifically stated by the sender,
any documents or views presented are solely those of the sender and do not constitute
official documents or views of The Indonesian Bank Restructuring Agency (IBRA).
If you have received this communication in error, please notify us immediately by
responding to this email and then delete it from your system. IBRA is neither liable
for the proper and complete transmission of the information contained in this
communication nor for any delay in its receipt.
>> Rayakan ultah putra/i Anda dengan kue Teletubbies dll! Klik,
>http://www.indokado.com/kueultah.html
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]