Dear all,

Rasanya kita sebagai orang tua selalu menginginkan yang
terbaik untuk anak-anak kita kan ? Termasuk juga dalam
penanggulangan penyakit, perawatan etc.  Kalau kita simak
dua pengalaman di dua rumah sakit besar berikut tentu
kita jadi agak takut-takut, dan berpikir jauuuh kalau suatu
saat anak-anak kita sakit (semoga tidak ya ?). Apalagi
kalau anak kita termasuk pasien salah satu RS yang
disebutkan dalam hal ini Pondok Indah dan Bunda (tentu
kita juga masih ingat kasus RS MMC **Email Subject:
Anakku meninggal di RS MMC**)

Saya rasa, ada perlunya juga solusi atau share dari
teman-teman ttg pelayanan di RS lain daripada yang
pernah mendapat kasus supaya kita sebagai orangtua juga
punya second opinion, punya alternatif .. Tentu hal ini
tidak lepas dari DOKTER SIAPA yang menangani penyakit
kita kan ? Tapi kalau bisa ada cerita ttg pengalaman2
yang baik tentunya di rumah sakit lain .. tidak ada
salahnya dishare ke kita-kita tanpa harus meng-initial-kan
dokter ataupun susternya (krn cerita baik, tentu ybs tidak
akan keberatan di-promosikan di milis Balita Anda kan ?)

Well, daripada kepanjangan ... ditunggu sharingnya...

*bunda Qiya* 

>>> Allyn Marlina <[EMAIL PROTECTED]> 09/24/01
01:03pm >>>
Dear All,

Tentang RS yang mengecewakan juga saya alami terhadap
RS Bunda Jakarta,
tepatnya di bagian ICU Bayi.
Salah satu anak kembar  saya BL 1.9 Kg, saat 40 hari
buang-buang air sampai
dehidrasi akhirnya disarankan dokter u/ dirawat.

1. Hari pertama dokter dan susternya welcome dan saya
lihat peralatannya
cukup canggih, anak saya masuk inkubator dan pakai baju
dari RS.
DSA nya menerangkan tetang penyakit dan tindakan yang
akan dilakukan.

2. Hari kedua inkubatornya off sehingga telapak kaki
anak saya dingin karena
ruang AC. , saya  complain dengan halus dan masih
berusaha sabar lalu saya
tanya perkembangannya karena belum bertemu DSA-nya ,
sama susternya malah
dijawab ngga tau sembari tidak digubris .
Sedih hati saya karena saya pikir saya bela-belain cari RS
"swasta ",
"khusus ibu dan anak" dan terkenal pula.

3. Lalu popok anak saya jarang diganti karena mereka
memakai pelapis dari
bahan seperti perlak yang tidak tembus sampai anak saya
beruntusan., padahal
anak saya sudah menangis karena tidak nyaman.

4. Anak saya minum susu pakai dotnya agak lama susternya
ngga sabar , jadi
harus di sonde , padahal saya menawarkan diri untuk
selalu disisinya tetapi
mereka melarang orang tua terlalu lama di dalam (
seringkali di suruh keluar
dengan ketus).

Saya tadinya sudah mau pindah ke RSAB Harapan Kita
tetapi karena anak
saya di infus dan di sonde , jadi ngga tega karena harus
mengulang dari
pertama.

Setelah dua minggu buang airnya sudah mulai berkurang
tapi paha dan mulutnya
seperti perih akhirnya saya minta DSA-nya untuk
membolehkan anak kami
pulang.

Sampai saat ini anak kami sehat.
Dan kejadian dulu itu seperti mimpi buruk  bagi saya.

Hampir semua orang tua yang anaknya dirawat disitu
mengalami hal yang sama
seperti saya.
Kadang-kadang kami curhat tapi ngga bisa berbuat
banyak.

Mama Aldwin, Hana dan Rosa






>> Kirim bunga dukacita, ucapan selamat dll ke
mancanegara? Klik,
http://www.indokado.com/international/
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke:
[EMAIL PROTECTED]






>> Kirim bunga dukacita, ucapan selamat dll ke mancanegara? Klik, 
>http://www.indokado.com/international/
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]







Kirim email ke