Ibu Siska, Kebetulan saya kerja di asuransi Sewu New York Life. Kami juga ada program asuransi pendidikan yang menurut saya cukup bagus (promosi dikit..hehe..)
Tapi mungkin fokus saya bukan ke produknya, nanti kalau Ibu Siska ingin tahu info detailnya bisa japri ke saya. Saya cuma ingin sharing sedikit mengenai seluk beluk asuransi karena saya beberapa kali dengar pengalaman seperti yg Pak Taufan alami, baik di tempat saya maupun dari asuransi2 lain karena saya menangani bagian Customer Service. Penjualan asuransi lazimnya dilakukan lewat agen-agen yang bukan berstatus sebagai karyawan tetap di sebuah perusahaan asuransi. Agen-agen itu memang hanya bertugas menjual dan pendapatan mereka murni dari komisi pembayaran premi nasabah, karena itu tidak mengherankan kalau pada saat menjual atau menagih pembayaran mereka 'getol' tapi pada saat melakukan after sales service mereka kurang. Nah, biasanya problem timbul dari agen, bukan dari perusahaan asuransinya, seperti apa yang Pak Taufan alami. Menurut pengamatan saya selama bekerja di asuransi, masih banyak nasabah asuransi yang belum mengerti sepenuhnya mengenai asuransi, baik produknya, prosedurnya maupun ketentuan2nya sehingga sangat banyak yang menggantungkan diri pada agen untuk mengurus semua hal yang berkaitan dengan polis asuransinya. Padahal sebetulnya agen asuransi sama saja dengan sales kartu kredit atau yang sekarang sedang marak, sales untuk kredit tanpa agunan dari bank. Tugas mereka hanya menjual, selebihnya setelah penjualan berhasil (istilahnya closing), sebagian besar dari mereka hanya memberikan service selama komisi masih diterima. Bedanya, asuransi menjual sesuatu yang tidak kasat mata dan sifat keuntungannya jangka panjang, sementara produk bank langsung jelas kelihatan produk dan keuntungannya. Tentu saja saya tidak mengatakan kalau semua agen begitu, itu tergantung individunya juga. Banyak juga agen yang bekerja dengan sangat baik dan selalu siap menolong nasabahnya kapanpun diperlukan. Tapi yang ingin saya katakan adalah jangan menggantungkan semuanya pada agen, terutama pembayaran premi. Jadi apabila netters berniat membeli asuransi, pastikan bahwa netters mengerti betul produk yang dijual, dan karena asuransi adalah 'bisnis janji', usahakan pada saat agen melakukan penjualan, minta secara tertulis apa-apa yang dijanjikan agar tidak ada masalah di kemudian hari. Dan yang terutama, netters harus tahu nomor kontak perusahaan (biasanya Customer Service) karena fungsi after sales service dilakukan oleh Customer Service, bukan oleh agen. Pelayanan dari agen adalah suatu nilai lebih yang diberikan oleh agen tersebut. Juga netters harus tahu nomor rekening perusahaan asuransi untuk pembayaran premi sehingga apabila agen berhalangan untuk membantu, netters bisa melakukan pembayaran sendiri tanpa lewat batas waktu. Meskipun kebijakan dari tiap perusahaan asuransi berbeda-beda, namun garis besarnya adalah seperti itu. Demikian sharing saya, maaf kepanjangan, dan semoga berguna buat netters semua. Salam, Mila. ----- Original Message ----- From: "Taufan Surana" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Thursday, December 06, 2001 11:38 AM Subject: RE: [balita-anda] Asuransi Pendidikan > Sharing ttg Allianz ya... > > Sebenarnya saya tdk ingin ikutan comment, tapi tergelitik > ikut nimbrung dg komentar bahwa "asuransi pendidikannya > lebih bagus dr yg lain". > > Saya dulu juga ikutan asuransi allianz, krn kakak saya > kerja di situ. Krn sesuatu hal kakak saya berhenti, dan > yg menangani saya digantikan org lain. > > Penagihan asuransinya cukup lancar sih. Soalnya mereka > nagih uang kita :) > Tetapi, ketika 2 tahun yll saya harus ke Jepang, saya > ingin berhenti dari Allianz. > Wah..... susahnya minta ampun ! > org yg menangani saya kalau di telp. katanya selalu > tidak ada. Pernah sekali saya telp. dan kebetulan > yg ngangkat org tsb (krn saya hafal suaranya), tetapi > begitu saya bilang dari Taufan, langsung deh suara dia > berubah dg sengaja. > Ya sudah... akhirnya asuransinya saya tinggal begitu saja > berangkat ke Jepang ini. > Eh... bbrp bulan yll ada telp. ke rumah mau nagih tunggakan > asuransi yg besarnya berapa juta begitu... > Sampai sekarang saya diamkan saja sih. Saya memang rugi > krn hak saya dr iuran asuransi yg dijanjikan akan dikembalikan > bbrp persen kalau saya berhenti akhirnya hilang. > > Itu saja pengalaman saya. > Saya yakin tiap org punya pengalaman yg berbeda. > Ada yg punya pengalaman baik waktu mau > berhenti dari asuransi spt saya ? > > Asuransi pendidikan memang cukup penting. > Lebih penting lagi adalah memilih perush. > asuransinya. Dan ini yg sangat sulit.... > Istilahnya, > Tidak ada kecap yang nomor 2 :) > > salam, > > Taufan > > > Sent: Thursday, December 06, 2001 12:12 PM > To: [EMAIL PROTECTED] > Subject: Re: [balita-anda] Asuransi Pendidikan > > > > Salam kenal sebelumnya.... > > saya mau memperkenalkan diri dulu, saya mamanya fira > kalau bu siska tertarik dng asuransi pendidikan ini saya coba kasih > referensi > untuk asuransi Allianz dng Bp. Irfan HP : 08161859146 dan bu siska bisa > tanya > langsung mengenai program asuransi untuk pendidikannya apalagi u/ asuransi > pendidkannya lebih bagus dari asuransi yang lain. > > Ok, bu siska. > > terima kasih. > > > > > >> Kirim bunga ke kota2 di Indonesia dan mancanegara? Klik, http://www.indokado.com/ > >> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com > Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED] > > >> Kirim bunga ke kota2 di Indonesia dan mancanegara? Klik, http://www.indokado.com/ >> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
