At 07:50 PM 7/2/2002 +0700, you wrote: >Ibu Meiti, > >Ada 2 kemungkinan yang terjadi pada anak ibu:
Terima kasih atas jawaban dokter yg sangat cepat, pertanyaan tersebut saya forward dari member milis balita-anda (bukan anak saya sendiri) Akan saya teruskan jawaban dokter ke ybs ------------------------------------------------ >1. Bila demam akan naik tinggi, tubuh mulai bereaksi dengan menciutkan >pembuluh darah di kulit. Anak terlihat biru, menggigil walaupun suhunya >panas yang disebut sebagai shivering/ menggigil. Dalam keadaan ini boleh >diselimuti sebentar, berikan obat penurun panas. Lebih baik lagi bila >anak diseka dengan air hangat. Bila air sudah menguap suhu badan akan >turun dan anak tidak menggigil. Kompres dingin atau alkohol tidak >dianjurkan lagi, karena menyebabkan anak menggigil, dan biru. Kompres >dingin hanya menyebabkan suhu di kulit yang terasa dingin, tetapi suhu >di dalam tubuh justru meningkat karena menggigil. > >2. Mungkin juga anak anda mengalami kejang demam atau stuip, sejenis >kejang yang terjadi karena sel saraf tidak tahan terhadap demam. Keadaan >ini sering ditemukan dan biasanya tidak berbahaya kecuali kejangnya >berlangsung lama lebih dari 15-30 menit. Obat paling baik untuk kejang >demam adalah stesolid yang dimasukkan melalui anus. > >Moga2 sekarang sudah tidak demam lagi. > >Dr. Hardiono D. Pusponegoro > > >On Thu, 07 Feb 2002 16:44:13 +0700 >Meti Kurnia <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > >Dear netter. > > >Saya mau minta tolong dan sekalian minta bagi pengalaman, pada hari senin > > >jam 18.30 anak saya mengalami panas yang mendadak dan langsung tinggi, > > >pertolongan pertama saya berikan dengan memberikan tempra sesuai > dosis, tapi > > >tidak mempan. Dan keesokan harinya saya membawanya kedokter, sepulang dari > > >dokter sewaktu menebus obat saya tinggalkan dia dimobil bersama > pengasuhnya, > > >karena diluar hujan. Seperti biasa kami menunggu hasil racikan recep dan > > >tiba-tiba dari luar ada seseorang mencari saya dan mengatakan anak > saya ada > > >masalah, setelah itu saya langsung keluar menuju mobil (parkir pas didepan > > >apotik Roxi Cipulir) dan melihat banyak orang mengelilingi mobil saya, > saya > > >langsung panik karena saya lihat anak saya didalam mobil bibirnya > sudah biru > > >dan mengeluarkan busaa dimulutnya, separuh badan keatas panas dan separuh > > >badan kebawah dinginnya bukan main. Akhirnya saya ditolong oleh orang yang > > >bekerja diapotik tersebut (termasuk apotekernya). Salah satu dari mereka > > >meminta dokter anak disekitar situ (2 ruko disebelah) untuk > mengunjungi anak > > >kami (Dokter Lukas Berpraktek di Jl. Cileduk Raya Cipulir), tapi dia tidak > > >mau kesini tapi kami yang disuruh kesana, karena saya tidak mau > berpaku pada > > >bantuan dokter tersebut saya minta bantuan dokter anak saya yang rela > > >memberikan no hp nya bila terjadi hal yang tidak diinginkan, tapi mungkin > > >cuacanya yang tidak baik maka tdk tersambung. Akhirnya anakku > terselamatkan > > >atas bantuan team apoteker yang bertugas di apotik tersebut. Tapi saya > masih > > >heran sakit apakah anak saya hingga hal tersebut bisa terjadi, diagnosa > > >dokter hanya sakit tenggorokan, tapi kenapa bisa biru bibirnya dan > > >mengeluarkan busa (selama itu dia tidak makan apa-apa kecuali susu dalam > > >pengawasan saya). Mungkin ada Rekan-rekan yang bisa memberikan penjelasan. > > >Terima kasih atas informasinya yang sangat saya butuhkan. > > > > > >Mamanya Afif ------------ Mamanya Azzaam <[EMAIL PROTECTED]> >> Kirim bunga ke kota2 di Indonesia dan mancanegara? Klik, http://www.indokado.com/ >> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
