Dear Netters.. Saya mau sharing pengalaman yang dialami saudara saya. Anak mereka kembar, laki dan perempuan. Sekarang usianya hampir 3 tahun. Sejak bayi, mereka selalu muntah sehabis minum susu.. Sejak itu setiap makan ato minum pasti muntah,entah itu sebagian atau dimuntahkan seluruhnya. Sampai saat ini makannya masih bubur. Jika diberi makanan yang agak keras, mereka akan memuntahkannya lagi. Badan mereka tumbuh besar seperti umumnya anak seusia mereka. Kalau dilihat dari besar badannya rasanya sih gak percaya kalo mereka masih makan bubur. Acara makan kemudian menjadi acara yang menegangkan bagi semua. Ortu tentunya merasa was was setiap kali akan memberikan makanan pada anaknya,karena khawatir akan dimuntahkan lagi.Kelihatannya pada anaknya juga demikian, nampaknya mereka jadi agak takut kalo mau makan karena setelahnya biasanya mereka muntah (tentunya "muntah" adalah sesuatu yang tidak menyenangkan juga untuk mereka). Kemudian Ortu memeriksakan keadaan mereka, pada saat mereka berusia 1 tahun lebih. Hasil yang didapat dari pemeriksaan yaitu adanya kelainan bawaan sejak lahir yaitu kurang atau belum berkembang dengan sempurnanya, sistem pencernaan mereka,( pada saluran antara kerongkongan dengan usus, nama medisnya maaf saya kurang tahu). Kemudian saudara saya itu dianjurkan menerapkan pola makan sedikit tapi sering. Jadi kalau biasanya diberikan semangkuk bubur pada waktu makan, sekarang caranya diubah.porsi makannya menjadi seperempat mangkuk. Jika itu sudah dihabiskan. ditunggu sekitar 30-60 menit supaya makanan sebelumnya masuk dan "save" dulu kedalam perutnya. Setelah itu baru diberikan porsi berikutnya. Memang cara makan ini melelahkan orang tuanya, tapi nampaknya ada hasil nya juga, selain muntahnya menjadi jarang, sianak jadi mau makan lagi (mungkin karena dia juga senang karena tidak selalu muntah). Lama2 porsinya ditambah menjadi setengah mangkuk,kemudian ditunggu kemudian setengah mangkuk berikutnya. Selain porsi makannya yang meningkat, kalau sudah keliatan lebih baik, kadar kekentalan buburnya juga bisa ditingkatkan. Anak yang perempuan sekarang makannya bubur yang lebih kental dan porsinya sudah bisa tiga perempat mangkuk. Nampaknya cara ini bisa diterapkan juga bagi ibu yang anaknya masih bayi. Minum susunya bisa dibagi dalam beberapa bagian. Misalnya takaran 100cc dibagi 4 babak, lama lama porsinya ditingkatkan. Saya kurang tahu apakah kondisi ini sama dengan yang disebut mbak Ina (saraf mual peka sekali). Untuk lebih jelasnya bisa ditanyakan ke DSAnya, apakah cara ini sesuai untuk kondisi putra putri bapak ibu semuanya. Demikian sharing dari saya, maaf kalo kepanjangan ya (rasanya ini sudah sesingkat mungkin lho) Mudah2an ada manfaatnya untuk Netters semua..
Salam Kania ----- Original Message ----- From: "mega rahayu" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Monday, March 18, 2002 7:40 AM Subject: Re: [balita-anda] SUSAH MAKAN > mbak Ina kalo saraf mual peka sekali apa yang mesti di lakukan memberikan > obat atau terapi? keponakan mbak Ina DSA-nya berikan apa, tolong yah mbak > sharingnya saya tunggu sekali. > > terima kasih > > *mega* > > > > ----- Original Message ----- > From: <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[EMAIL PROTECTED]> > Sent: Monday, March 18, 2002 12:39 PM > Subject: RE: [balita-anda] SUSAH MAKAN > > > > > > Mbak Niken sebaiknya ditanyakan saja ama DSA, soalnya keponakan saya juga > > begitu, menurut DSAnya saraf mualnya peka sekali, umurnya sekarang 1,5 > > tahun. > > > > > > > > > > > > >> Kirim bunga ke kota2 di Indonesia dan mancanegara? Klik, http://www.indokado.com/ > >> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com > Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED] > > __________________________________________________ Do You Yahoo!? Yahoo! Sports - live college hoops coverage http://sports.yahoo.com/ >> Kirim bunga ke kota2 di Indonesia dan mancanegara? Klik, http://www.indokado.com/ >> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
