Assalamu'alaikum wr. wb.
Maaf, OOT

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Pepeng

==========================================
From: Mohammad Rosadi <m_rosadi@--
To: <jagakarsa@--; <seibu@--
Subject: [jagakarsa] Fwd: [imsa] Puasa Asyura (Reminder)
Date: 20 Maret 2002 8:59

From: "Mosal" Date: Tue, 19 Mar 2002 00:02:01 -0500

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Berpuasa pada tanggal hari Asyura (10 Muharram), menghapuskan dosa-dosa 
kita selama satu tahun, yaitu dosa-dosa dari tahun yang silam. Insya Allah, 
tahun ini puasa Asyura akan jatuh pada hari Sabtu (9 Muharam) dan Minggu 
(10 Muharram), yaitu pada tanggal 23 dan 24 Maret 2002.

Abu Qatatah melaporkan bahwa Rasulullah (S.A.W.) bersabda: "Menjalankan
puasa tiga hari setiap bulan dan berpuasa pada bulan Ramadhan adalah sama 
(pahalanya) dengan berpuasa setiap hari secara terus menerus. Puasa pada 
hari Arafah (9 Dzulhijjah) adalah menghapuskan dosa-dosa pada tahun 
sebelumnya dan tahun yang akan datang. Puasa pada hari Asyura (10 
Muharram)menghapuskan dosa-dosa pada tahun sebelumnya." (Hadist Riwayat Abu 
Dawud dan Muslim)

Puasa Asyura adalah puasa yang paling utama setelah puasa di bulan 
Ramadhan.Abu Hurairah (R.A.) melaporkan bahwa ia bertanya kepada Nabi 
(S.A.W.),"Shalat apakah yang paling baik setelah shalat wajib?" Nabi 
(S.A.W)menjawab, "Shalat di tengah malam". Kemudian Abu Hurairah (R.A.) 
bertanya,"Puasa apakah yang paling baik setelah puasa di bulan Ramadhan?" 
Ia (S.A.W.)menjawab, "(Puasa di) bulan Allah yang engkau sebut Muharram." 
(H.R. Ahmad,Muslim, dan Abu Dawud)

Bahkan Hafsah (Istri Nabi Muhammad) mengatakan bahwa Rasulullah (S.A.W.)
tidak pernah meninggalkan puasa Asyura. Dalam hadits riwayat Tirmidzi,
Hafsah (R.A.) mengatakan: "Ada empat hal yang mana Nabi (S.A.W.) tidak
pernah meninggalkannya:
1. Puasa pada hari Asyura,
2. Puasa pada sepuluh hari pertama Zhul-Hijjah,
3. Puasa tiga hari setiap bulan, dan
4. Shalat sunnah dua rakaat sebelum subuh."

Kebiasaan Nabi Muhammad (S.A.W.) dalam berpuasa pada tanggal 10 Muharam
sudah dilakukan semenjak beliau di Mekah sebelum masa Islam. Hal ini juga
merupakan kebiasaan penduduk Quraisy di Mekah. Setelah hijrah ke Madinah,
Nabi Muhammad (S.A.W.) melihat orang-orang Yahudi juga berpuasa pada hari
Asyura. Mereka mengatakan bahwa pada hari itulah Nabi Musa (A.S)
diselamatkan dari Firaun. Mendengar hal itu, beliau mewajibkan semua Muslim
untuk berpuasa pada tanggal 10 Muharam.

Ibnu Abbas (R.A.) menceritakan, "Nabi (S.A.W.) datang ke Madinah dan
menemukan orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Ia (S.A.W.) berkata
pada mereka, 'Puasa apakah ini?'. Mereka mengatakan, 'Hari yang baik. Allah
telah menyelamatkan Musa dan Bani Israil dari musuh mereka pada hari ini,
dan oleh sebab itu Musa berpuasa pada hari ini.' Nabi (S.A.W.) berkata,
'Kami lebih dekat kepada Musa dari pada engkau'. Kemudian ia (S.A.W.) juga
berpuasa pada hari itu dan memerintahkan umat Islam untuk berpuasa pada 
hari
itu." (Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim)

Ketika puasa bulan Ramadhan diwajibkan, puasa Asyura menjadi Sunnah. Hal 
ini
dilaporkan oleh Aisyah dalam hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan
Muslim. Aisyah pernah berkata, "Kaum Quraisy telah biasa untuk berpuasa 
pada
hari Asyura sebelum Islam datang, demikian pula halnya Nabi (S.A.W.). 
Ketika
ia (S.A.W.) datang ke Madinah, ia tetap berpuasa pada hari itu dan
memerintahkan umat Islam untuk melakukan hal yang sama. Kemudian, ketika
puasa pada bulan Ramadhan menjadi wajib, ia (S.A.W.) berkata, 'Barang siapa
yang ingin berpuasa, silahkan berpuasa. Dan barang siapa yang ingin, boleh
meninggalkannya'." (Hadist riwayat Bukhari dan Muslim)

Ibnu Abbas (R.A.) mengatakan bahwa, "Nabi Muhammad (S.A.W.) berpuasa pada 
hari Asyura dan memerintahkan umat Islam untuk puasa pada hari itu. Mereka 
berkata, 'Ya Rasulullah, ini adalah hari yang juga dimuliakan oleh orang 
Yahudi dan Nasrani.' Nabi (S.A.W.) kemudian berkata 'Tahun depan, insya 
Allah, kita akan berpuasa (juga) pada hari ke 9 (dari bulan Muharram)'. 
Tetapi Nabi (S.A.W.) wafat sebelum tahun berikutnya tiba." (H.R. Muslim dan 
Abu Dawud)

Semenjak itu, sunnah dari puasa Asyura adalah tanggal 9 dan 10 Muharram, 
bukan hanya tanggal 10 Muharramnya saja. Walaupun, tidak ada larangannya 
jika hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram.

Reference:
Fiqh-Us-Sunnah karangan Sayid Sabiq Jilid 3 halaman 125.
(http://www.usc.edu/dept/MSA/law/fiqhussunnah/fus3_52.html)

Ma'assalama,
Mosal.
----------------o0o----------------
It may happen that you hate a thing which is good for you, and it may 
happen that you love a thing which is bad for you. (Al-Qur'an 2:216)
__________________________________oOo_________________________________
                            Ayat Of The Day:

"Abu Hurairah r.a berkata; Saya telah mendengar RasuluLlah saw bersabda: 
Demi Allah, sesungguhnya saya membaca Istighfar (minta ampun) dan bertobat 
kepada Allah tiap hari, lebih dari tujuh puluh kali."
 (Bukhari)

Kirim email ke