Ibu,
saya nggak setuju dengan pendapat DSA Ibu, karena produksi ASI itu
tergantung dari rangsangan untuk mengeluarkan ASI. Jadi kalau lebih sering
disedot, ASInya akan lebih banyak keluar. Makanya banyak ibu-ibu yang kalau
masuk kantor habis melahirkan produksi ASInya menurun karena frekwensi
disedot makin berkurang dan harus rajin memompa di kantor.

DSA Ibu itu dapet teori dari mana sih, kok berbeda dengan teori DSA2 lain
dan kenyataan?? Saya rasa ada baiknya Ibu minta second opinion dari DSA lain
karena setahu saya tidak pernah ada anjuran mengurangi ASI, yang ada malah
kalau bisa bayi minum ASI selama mungkin.

Salam,
Mila.

> -----Original Message-----
> From: Ani Rachmawati [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Wednesday, March 27, 2002 3:44 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [balita-anda] mengurangi Asi
> Importance: High
>
>
> Dear Netters,
> Saya ada pertanyaan titipan dari teman,
> Anak teman saya berumur 9 bulan dengan BB 9.4 dan TB 75 cm, dan
> selama ini
> minum ASI exclusive, plus makanan padat, sayur dan buah,Sejak
> berumur 6
> bulan DSA nya
> menganjurkan untuk ditambah dengan susu formula karena menurutnya
> kalau
> hanya minum
> ASI saja sudah tidak mencukupi untuk kebutuhan si bayi.
> Anjuran dari DSA nya adalah minum ASI sehari hanya 2x pagi dan malam
> hari
> saja karena
> ASI disedot sehari 2x atau 10x produksi ASInya akan tetap, selain
> itu DSA
> nya juga menganjurkan
> untuk mengganti air putih (biasanya diminum setalah makan atau minum
> asi)
> dengan susu formula.
> Yang menjadi masalah sekarang mulai 2 hari yang lalu mulai dikasih
> susu
> formula dan
> Pupnya (maaf, mencret) sehari bisa 4x
> mohon masukkan dari rekans karena sampai sekarang anak teman saya
> masih
> mencret.
> salam
> ani
>




>> Kirim bunga ke kota2 di Indonesia dan mancanegara? Klik, http://www.indokado.com/
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]


Kirim email ke