ass. wr. wb
kebetulan saya juga mau membawa anak saya ke LN. Karena anak saya sudah 1
tahun jadi mudah-mudahan tidak ada masalah.
sabagai tambahan info, saya cuplikan dari bulletin situs www.keluarga.org
(17 Okt 2000) sbb :

rgds,

Bapaknya Irfan
MEMBAWA BAYI NAIK PESAWAT TERBANG
Sumber : keluarga.Org
Mungkin banyak di antara netter yang ingin tahu, sebaiknya dalam usia berapa
bayi layak naik pesawat terbang? Apakah ada efek gangguan pada kesehatannya
kalaupun akhirnya bayi terpaksa harus naik pesawat?
Ada dua aspek dalam menjawab pertanyaan ini. Pertama dari segi keselamatan
dan lainnya dari segi medis. Kalau dari segi medis : karena tubuh bayi baru
saja menyesuaikan diri pasca kelahirannya dan tanda-tanda adanya penyakit
pada tubuhnya amat tak kentara maka para ahli menyarankan agar bayi jangan
dibawa terbang dalam dua minggu pertama kehidupannya. Artinya, bayi dapat
diajak terbang jika telah berusia minimal dua minggu.
Lalu pertanyaan lain yang banyak ditanya, apakah penerbangan dapat
mempengaruhi pendengaran dan apakah bayi dapat terkena efek SIDS ? (sudden
infants death syndrom / sindrom kematian tiba-tiba pada bayi). Penerbangan
memiliki efek yang sama terhadap telinga orang dewasa maupun telinga bayi.
Tekanan udara di dalam kabin akan merubah tekanan di bagian tengah telinga
yang akan menggembungkan gendang telinga sehingga bayi akan merasa kesakitan
dan tentu saja menangis. Karena itu amat dianjurkan untuk menyusui bayi (ASI
atau susu botol ) ketika pesawat take off maupun ketika landing untuk
menyeimbangkan tekanan pada telinga. Bayi yang baru saja terkena infeksi
telinga mungkin akan merasa tidak nyaman selama penerbangan. Oleh karena itu
sebelum bepergian, konsultasikan dahulu kepada dokter anak anda. Mungkin ia
dapat memberikan anda analgesic dalam bentuk obat tetes telinga untuk
mengurangi rasa sakit yang timbul.
Sedangkan efek SIDS dalam perjalanan dengan pesawat udara belum diketahui
secara pasti. Namun dikatakan penerbangan memiliki efek yang sangat sedikit
dalam SIDS ini. FAA (Federal Aviation Administration / Badan Administrasi
Aviasi milik Amerika Serikat ) mengatakan bahwa lebih banyak bayi yang
terkena SIDS di jalan raya daripada di pesawat terbang. Mereka mengatakan
bahwa melakukan perjalanan dengan pesawat terbang jauh lebih aman daripada
kendaraan di darat. Untuk itu FAA memberikan tip kepada orang tua yang akan
bepergian dengan menggunakan pesawat terbang agar :
* Anak yang beratnya sekitar 18 kg paling aman duduk di kursi penahan badan
yang dijamin keamanannya. Untuk anak yang berat badannya dibawah 9 kg
dianjurkan untuk menggunakan kursi pengaman yang menghadap ke belakang /
berhadapan dengan orang tuanya ( umumnya menempel di dinding pesawat ,
karena itu ibu-ibu yang membawa anak bayinya akan mendapat seat paling
depan ). Bentuknya seperti keranjang bayi. Sedangkan untuk anak yang
beratnya sekitar 9 - 18 kg mendapat seat yang menghadap ke depan.
* Untuk anak yang lebih besar, dapat mempergunakan seat bealts biasa.
* Untuk anak di bawah usia dua tahun umunya tidak diperkenankan memiliki
tiket tersendiri, biasanya ia ikut orang tuanya dan mendapat potongan harga
sebesar 50%.








>> Kirim bunga ke kota2 di Indonesia dan mancanegara? Klik, http://www.indokado.com/
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]


Kirim email ke