Yang prihatin dengan cerita tentang RSHK, Kalau pengalaman yang diceritakan para ibu di RSHK tsb memang merupakan 'kebiasaan/standard' RSHK dalam menangani pasien UGD maka sangat diragukan sistem pelayanan kesehatan secara menyeluruh di RSHK. Apakah RSHK menghargai arti sebuah nyawa kalau standard seperti itu? Mudah2an itu hanya sikap beberapa oknum di RSHK saja dan bukan standard buruk yg mereka anut! Dan mudah2an oknum seperti mereka hanya sedikit saja. Terimakasih buat member yang share pengalaman2 pribadinya. Penting untuk antisipasi para orangtua yg lain.
salam,rossy -----Original Message----- From: Emmy Saftari [mailto:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Tuesday, April 02, 2002 11:53 AM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: RE: [balita-anda] Hati-Hati dengan rumah sakit HARAPAN KITA Dear Mbak Sari Liza, Yap, memang demikian, secara pribadi saya sendiri pernah ngalamin 8 November 2001, sewaktu anak saya (waktu itu umur 2 bulan) jatuh dari tempat ganti pakaian, saat itu jam 23.00, dengan keadaan panik saya dan suami langsung bawa baby ke sana (UGD RSAB Harapan KITA) dgn harapan rumah sakit YANG SESUAI HARAPAN KITA (saya & suami saya) , artinya lengkap, tercover , cepat dan terbiasa oleh layanan yang seperti seharusnya mereka lakukan, ya ampun...pas nyampe sana, UGD-nya didalam pula (, jauh pula kedalamnya, jalan menuju kedalamnya gelap pula, bayar administrasi duluan pula, yang lucu, udah tau anak saya masih baby belum bisa ngomong....ehhh dibiarin selama 30 menitan (keadaan persis yang seperti diceritakan : tanpa terlihat ada kesibukan orang-orang UGD yg seharusnya standby disitu) nyantai dan tenaangg/damaii banget , malah mereka periksa anak gede usia 10-12 tahunan yang kena demam berdarah, bayangin disaat kondisi lagi begitu (ya itungannya bukan sok penting) dilihat dari tingkat gawat, anak saya perlu diduluin karena dia shock/kaget (kondisi baby saya sat itu diem nggak nangis tapi no refleks respon, matanya diem aja, kan ngeri), belum bisa ngomong apa yg sakit karena belum bisa bicara (orang baru 2 bulan), nggak dicek prosedural standart, asalll banget. Tanpa obat tanpa apa. Dengan bener2 hati yg super kecewa, saya sambil ngomel langsung bawa anak saya ke GRAHA MEDIKA, disana 180 derajat banget bedanya, tiba disana langsung datang,lokasi di-depan pula, sign/tanpa masuk jelas, penangannan cepat, pas saya datang langsung 6 suster ngerubutin langsung cek ini-itu, sedangkan suami saya ngurusin standart pendataan (tanpa minta duit duluan) dgn cepat tanpa ba-bi-bu, tindakan medis susternya minta diceritakan kronologis kejadian ,pencek-an suhu bdn, berat, tinggi, semua baju dibuka, langsung ditempatin ke tempat pemeriksaan hanya 2 menit dokter datang, dan dicek satu persatu bagian tubuh anak saya, juga kontrol refleksnya. Terakhir saya disuruh memberikan ASI, dan mereka nungguin reaksi anak saya, kalau enggak muntah artinya nggak ada masalah. Dan setelah nunggu diberi ASI nggak apa, akhirnya doketrnya kasih resep obat. Dan pesen2. Cukup komunikatif dan enak. Walo saya musti ekstra bayar lebih mahal 50% dari RS Harapan kita. Tapi saya puas untuk serve-nya, karena ini nyangkut nyawa anak saya.Alhamdulillah impact musibah itu tidak ada (semoga !!). Semula saya nggak mau open ke publik masalah ini, cuman cerita dibawah bikin saya kesal, apa nggak cukup kejadian di UGD seperti itu dialamin oleh hanya 1 pasien saja , apa yang ditulis di email itu memang BENAR karena saya ngalamin (saya masih nyimpan bon2/dll untuk arsip saya karena dalam hati saya sempat bertanya ..."Kok begitu sih...., naluri kemanusiaannya ada di mana ?, ya kalau nggak mampu ya jangan komit untuk membaktikan diri dibidang kemanusiaan dong, yang mereka hadapin itu manusia kecil yang punya nyawa yang bener2 datang kesitu dengan tidak berdaya,", TRAGIS bener !!. Harapan saya semoga apa yang saya kemukakan diatas ada hikmahnya buat yang sempet baca, dan nentuin sikap supaya jangan jadi korban seperti keluarga saya. Buat RSAB Harapan Kita, jangan jauh-jauh belajar ke pelayanan yang lebih baik, tapi belajar dulu deh hal kecil untuk tahu diri apa arti "sebuah nama"...., malu ! mampangin merek rumah sakit gede-gede, tapi realita apa yang seharusnya dilakukan dengan sikap dan tindakan sebagai seorang pengabdi kemanusiaan NOL GEDE. Terima kasih Emmy Saftari Note : Sebagai bukti saya sertakan data kwitansi UGD RSAB Harapan kita : No Poli : 032 Jam 23:28:16 (8 November 2001) Data lengkapnya ada disaya -----Original Message----- From: Sari, Liza [mailto:[EMAIL PROTECTED]] Sent: 01 April 2002 17:01 To: '[EMAIL PROTECTED]' Subject: [balita-anda] Hati-Hati dengan rumah sakit HARAPAN KITA Sekedar info, Benar kah????? > Pelayanan Rumah Sakit HARAPAN KITA Tidak bermutu, mengecewakan, tidak > manusiawi dan Diskriminasi. > > Kami merasa dirugikan dan dipermainkan oleh pihak rumah sakit Harapan > Kita, sebab rumah sakit tersebut telah menolak untuk melakukan > perawatan terhadap anak kami dengan alas an yang dibuat-buat. Pada > hari Selasa malam (12 Maret 2002) pukul 08.00 kami membawa anak kami > Rafi Akbar yang berumur baru 4 hari ke rumah sakit Harapan Kita untuk > mendapat pertolongan. Anak kami mengalami sakit badan kuning mendadak. > Saat kami tiba di rumah sakit tersebut kami sudah mendapat sambutan > yang tidak sesuai dengan tempatnya yaitu UGD ANAK, anak kami boleh > masuk setelah kami menyelesaikan segala tete bengek yang makan waktu > lebih dari 30 menit. Setelah kami masuk (walaupun itu dengan sedikit > memaksa) kami tetap tidak dilayani seakan-akan kami tidak kelihatan > perawat dan dokter hanya lalulalang padahal saat itu hanya ada satu > pasien lain selain kami. Setelah menunggu lebih dari satu setengah jam > kami baru dihampiri oleh seorang perawat pria (kami masih hapal > wajahnya) dia hanya menanyakan nama alamat dan dilahirkan di mana anak > kami. Setelah kami jawab dia meninggalkan kami dan berkasak-kusuk > dengan beberapa orang temannya. Sesaat kemudian kemudian perawat > tersebut menelpon entah kemana dan kami mendengar pembicaraan mereka > sebagai berikut "Ini ada pasien kuning tapi bukan lahir di sini > gimana? Apa bilang aja nggak ada kamar kan nggak lahir di sini" kami > mendengar dengan jelas pembicaraan mereka, berarti sebenarnya masih > ada kamar namun tidak diberikan. Dokter jaga yang ada pada saat itu > hanya bersantai dan tidak melakukan tindakan apapun seakan dokter > berpangkat lebih rendah dari perawat, kami juga melihat pasien y! ang > datang setelah kami (kurang lebih satu jam setelah kami) langsung > diberi pelayanan sebab anak mereka lahir di situ. Apakah pantas sebuah > rumah sakit besar dan memiliki nama besar memberlakukan calon > pasiennya seperti itu? Kami merasa dilecehkan terhina dan dirugikan. > Mengapa kami merasa dirugikan sebab dokter yang menagani anak kami > (setelah kami pindah rumah > sakit) menjelaskan kepada kami bahwa anak kami terkena infeksi parah > dan terlambat mendapat pertolongan pertama. Sehingga kami dengan pasti > dan yakin bahwa pihak yang bersalah dan bertanggung jawab adalah RUMAH > SAKIT HARAPAN KITA sebagai tempat dimana kami meminta pertolongan > pertama namun tidak mendapat pelayan semestinya. Saat ini anak kami > telah wafat dalam usia yang relatif sangat muda yaitu 5 hari. Kami > mencari info dan baru mengetahui bahwa prinsip dari Rumah Sakit > Harapan Kita hanya mau memberikan pertolongan kepada orang atau anak > yang lahir atau memiliki kenalan di rumah sakit tersebut. Kami > menghimbau pada pihak Manajemen rumah sakit perbaikilah system anda ! > Jika tidak mungkin rumah sakit Harapan Kita akan lebih dikenal sebagai > rumah sakit yang menyebabkan banyak kematian anak karena KESALAHAN > MANAJEMEN dan DISKRIMINASI. Kami juga mendapat info sudah sering kali > hal ini terjadi (banyak yang tidak berani bilang) Kami pribadi sebagai > orang tua menyarankan kepada Ibu bapak yang memiliki anak lebih baik > jangan membawa anak anda ke rumah sakit HARAPAN KITA bila anda butuh > pertolongan cepat apalagi anak anda tidak lahir di sana. > > > > >> Kirim bunga ke kota2 di Indonesia dan mancanegara? Klik, >> http://www.indokado.com/ Info balita, >> http://www.balita-anda.indoglobal.com Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED] >> Kirim bunga ke kota2 di Indonesia dan mancanegara? Klik, http://www.indokado.com/ >> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED] >> Kirim bunga ke kota2 di Indonesia dan mancanegara? Klik, http://www.indokado.com/ >> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
