Food Combining, Betulkah Berbahaya? Food combining adalah suatu hobi berbahaya, yang hanya bisa diterapkan bila kita kelebihan gizi. Walaupun teorinya sepintas masuk akal, namun bertentangan dengan kaidah ilmu kedokteran dan gizi yang normal. Maka di dunia ilmiah ia digolongkan kelompok food quacks (takhayul makanan moderen).
Ani (22 tahun) adalah gadis cantik mahasiswa ilmu manajemen di Jakarta. Ia memiliki tinggi 160 centimeter dengan berat 57 kilogram. Munurut ilmu gizi, sebenarnya berat badannya masih normal. Namun bila bandingkan artis sinetron yang tiap malam muncul di televisi, ia merasa terlalu gemuk dan kurang menarik. Sudah sepuluh hari Ani menjalankan food combining, cara berdiet yang akhir-akhir ini populer. Ia mengikuti diet ini dengan serius. Namun, pagi ini ia kolaps dan tak sadarkan diri di ruang kuliah. Ia terpaksa dilarikan oleh teman-temannya ke Unit Gawat Darurat RSCM. Gagasan Dokter Gembrot Dokter William Howard Hay (1866-1940) adalah ahli bedah di Amerika Serikat. Sebenarnya penampilannya biasa-biasa saja. Namun berat badannya mencapai 113 kilogram. Walaupun ia tergolong tidak pendek, tak urung berat yang kelewatan ini membuatnya tampak gembrot dan tidak sehat. Pada tahun 1911, Dr. Hay memperkenalkan konsep yang disebutnya 'cara makan yang fundamental'. Gagasan ini sebenarnya bukan 100 persen baru. Pada abad ke-100 SM, di India sudah dikenal cara makan serupa yang dilakukan para pengikut Ayurveda, yaitu ajaran yang dianut pertapa dan pendeta India kuno. Ajaran ini mecakup cara hidup sederhana, termasuk cara makan yang dianggap 'sehat'. Dokter Hay menerapkan konsep tersebut pada dirinya. Ternyata dalam tempo sekitar dua tahun, berat badannya turun menjadi 87,5 kilogram. Tubuhnya juga merasa sehat dan fit. Ia kemudian menyebarluaskan konsep ini. Doris Grant, seorang dietitian Inggris, bersama rekannya Jean Joice pada tahun 1984 memperkenalkan konsep yang mereka sebut Food Combining for Health. Konsep ini diilhami oleh gagasan Dr. Hay. Dengan food combining, mereka berhasil menurunkan berat badan orang-orang gemuk. Konsep mereka pada dasarnya menganggap bahwa usus manusia memiliki kemampuan terbatas. Oleh karena itu ada jenis-jenis makanan yang tidak boleh dimakan secara bersamaan, agar proses pencernaan dapat berlangsung aman. Mereka menganggap ada kelompok-kelompok makanan yang bisa digabung (combine), dan ada yang tidak boleh. Apabila kelompok yang tidak boleh digabung ini dimakan bersamaan, cepat atau lambat akan terjadi bencana. Meremehkan Tuhan Sepintas food combining seperti ilmu gizi yang kita kenal. Istilah-istilah gizi, seperti protein, vitamin, serat dan lain-lainnya juga digunakan. Namun konsep 'gizi' mereka sangat menyesatkan. Menurut mereka makanan kita dibagi dalam kelompok-kelompok, seperti protein meals, neutral foods, starch meals, buah-buahan, sayuran, buah manis, salad dressings, salading, dan bumbu serta rempah. Ada kelompok yang tidak boleh digabung, oleh karenanya harus dimakan secara bergiliran. Manusia sesungguhnya tergolong makhluk omnivora, yakni pemakan daging dan tumbuh-tumbuhan. Manusia termasuk juga jenis mammalia (binatang menyusui) dengan tingkat perkembangan evolusi yang paling sempurna. Tuhan telah mempersiapkan manusia secara sangat sempurna, termasuk dalam hal sistem pencernaan yang sangat siap untuk mencernakan semua jenis makanan manusia (bukan makanan harimau ataupun makanan kambing). Bahwa sistem pencernaan manusia itu sempurna tertunjang oleh berbagai fakta: Usus kita itu panjangnya mencapai hampir 4 meter (380 centimeter usus halus dan 110 centimeter kolon atau usus besar). Permukaan dalam usus (lumen usus) memiliki trilyunan villi (jonjot-jonjot) yang masing-masing terdiri atas trilyunan micro-villi (anak jonjot), dan kesemuanya ini akan membuat permukaan-dalam usus menjadi sangat luas (permukaan usus halus saja luasnya mencapai luas sebuah lapangan tenis!). Sistem ensim kita juga sangat sempurna. Kita memiliki ensim-ensim golongan amilase (ensim pencerna hidrat arang), protease (pencerna protein), dan lipase (pencerna lemak). Walaupun semua ensim itu berada di bawah kontrol sistem saraf, masing-masing kelompok ensim tersebut bekerja mandiri. Kesemuanya ini membuat usus kita sangat mampu mencernakan berbagai jenis makanan (manusia), pada saat yang bersamaan. Dengan adanya kenyataan di atas ini, maka apabila usus kita masih dianggap tidak mampu mencernakan protein dan tepung secara bersamaan, maka ini sama saja dengan meremehkan dan menghina penciptaNya, yaitu Tuhan! Bisa Fatal Kenyataannya, Ani memang dalam kondisi tidak fit. Cadangan tubuhnya minimal (ia pun sedang giat-giatnya menyiapkan skripsi dan kurang tidur). Sebenarnya ia tidak pantas mengikuti program diet seperti itu. Food combining akan sangat berbahaya bila diterapkan pada mereka yang hanya memiliki cadangan tubuh pas-pasan, apalagi jika sedang sakit. Dalam kondisi seperti ini, kekurangan akan zat-zat gizi diambilkan dari jaringan-jaringan yang seharusnya tidak bolah dikonsumsi, yakni jaringan organ-organ tubuh vital. Jika dalam kondisi tersebut dipaksakan menerapkan food combining, akan merusak badan dan bisa menimbulkan akibat fatal. Food combining juga tidak boleh diterapkan pada anak dan remaja dalam masa pertumbuhan. Yang pasti, pola makan itu tak akan pernah diterapkan di unit gawat darurat rumah sakit! Melalui food combining orang dipaksa memakan berbagai jenis makanan secara bergiliran. Dengan sendirinya dalam kurun 24 jam, total makanan yang dikonsumsi sedikit dan pada gilirannya berat badan berkurang. Setiap saat tubuh memerlukan zat-zat gizi (hidrat arang, protein, lemak serta zat-zat gizi lainnya) secara lengkap. Pada orang gemuk (kelebihan cadangan gizi) bila ia hanya memakan tepung, maka zat-zat gizi lain bisa diambil dari cadangan tubuh. Karena itu food combining hanya bisa diterapkan pada mereka yang kelebihan gizi atau cadangan tubuhnya prima (orang yang fit). Singkatnya, kebutuhan manusia normal sebenarnya hanya dapat dipenuhi dengan menu seimbang, yaitu menu makanan yang diseimbangkan atau disesuaikan dengan kondisi saat itu. Makanan sehat adalah makanan yang mengandung zat-zat gizi lengkap, yang secara proporsional dapat dikurangi jumlahnya bila sudah berlebih, dan ditambah bila masih kekurangan.(Dr. Walujo Soerjodibroto, Ph.D) ---------------- Semoga bermanfaat Dede Maulana I-614832 Anda ingin mempunyai Bisnis Sampingan yang secure dan Transfaran yang dianjurkan Robet Kiyosaki? Bergabunglah bersama kami dan dapatkan ebooknya secara gratis dengan mengirimkan email kosong ke via JAPRI dengan subject : ebook Gratis atau Silahkan lihat di http://www.swausaha.com/members/maulana.html >> Kirim bunga ke kota2 di Indonesia dan mancanegara? Klik, http://www.indokado.com/ >> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
