Ibu,...

Saya juga mendapat masukan dari dokter di Klinik Laktasi St Carolus,
sebaiknya ASI diperah dengan tangan saja. Karena jika menggunakan alat bantu
yg berupa pompa ASI, dapat merusak "pabrik" ASI-nya. Lagi pula tangan/jari
kita relatif lebih mudah untuk disterilkan dan tidak repot membawa2 pompa
(yg mungkin berat & tidak praktis). Jika cara memerah ASI benar, maka
produksi yang dihasilkan juga banyak.

Salam,
Rima
----- Original Message -----
From: lista <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; Tia <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, June 24, 2002 9:21 AM
Subject: Re: [balita-anda] AVENT


> Dear ibus,
> dulu waktu anak pertama saya memompa ASI dgn pompa PIGEON yang ada selang
> langsung ke btl. Setiap kali mompa hasilnya max. 150 cc lebih sering
kurang
> dari itu.
> Sekarang utk anak ke-2, saya pompa ASI dgn tangan (manual),
> hasilnya.....jauh lebih banyak & lebih cepat. Sekarang setiap kali peras
> bisa 250 cc. Paling sedikit 200 cc. Dan lebih cepat, cukup 10 mnt sdh
dapet
> segitu. Saya peras di kantor 3x. Jam 10, 13, 16.
> Bukannya mau menjelekkan produk pompa ASI lho.....
>
> salam,
> mama Davi & Felix




>> Kirim bunga ke kota2 di Indonesia dan mancanegara? Klik, http://www.indokado.com/
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]


Kirim email ke