Dear Pak Dani & semuanya.... sekadar sharing/saran.... kita berhak koq pilih2 DSA.....klu ketemu DSA yg spt itu jangan pernah kembali lagi dech....jangankan masalah pelayanan...obat nggak cocok aja saya nggak akan kembali ke DSA tsb...saya pernah punya pengalaman punya DSA yg ramah banget & bisa ditelp. setiap saat..tapi krn Zidane nggak cocok dgn obat yg diberikan (wkt itu udah bolak-balik ke DSA ini batuknya nggak sembuh2)...yach saya ganti...padahal orangnya baik lho...malam2 datang ke rumahnya juga diterima...tapi mungkin krn bukan ahlinya jadi apa boleh buat...Dan sebaliknya lho temen2...klu obatnya cocok terus tokcer tapi DSAnya kurang ramah & galak...stl ganti2 DSA lain ternyata nggak cocok...tetep aja akhirnya balik ke DSA yg lama...anggap aja mungkin udah dari sononya pembawaannya gitu kali yach....itu penilaian terakhir yg bisa melegakan....
Soal tarif kaya'nya tergantung daerahnya & "pangsa pasar" RS tsb ....biasanya klu masih satu RS tarif DSAnya sama....klu berobat di Puskesmas atau praktek dirumah mungkin lebih murah....juga biaya imunisasi antara RS satu dgn lainnya beda...klu obat2an selisihnya mungkin dikit antara apotik RS satu dgn lainnya...biasanya sbl bayar kita dikasih tau totalnya berapa yach...klu mahal & sakitnya nggak terlalu serius kita boleh kan tebus obatnya separoh aja...kecuali antibiotik ... Jadi pengen cerita nich...kemarin Sabtu saya imunisasiin Zidane (19 bln) DPT/Polio ulangan...saya ditanya mau yg demam atau tidak...klu yg tidak demam lebih mahal ya Bu kata DSAnya...saya pilih yg tdk demam donk kebayang anak saya malam2 rewel....wkt dikasir biayanya berapa coba.... total 321.600...hah?!?...saya terpaksa bayar pake ATM nggak ngira totalnya segitu...Ini pelajaran buat saya yg nggak nanya2 ke DSAnya dulu klu vaksin yg nggak demam sekitar berapa?....saya pikir selisihnya nggak berlipat2...yach diambil hikmahnya aja...klu pas rezeki kita ada kenapa nggak kasih yg terbaik buat anak kita...tapi tetep aja pulangnya saya lemes....dasar ibu-ibu...selalu kepikir gimana cara cukup2in gaji sebulan....:( salam, Bunda Zidane ----- Original Message ----- From: Dani at Prosinergi <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Cc: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Monday, July 15, 2002 10:39 AM Subject: [balita-anda] [OOT] Tarif Dokter Anak: Rp. 35.000,- / Menit Sabtu kemarin, saya ke sebuah Rumah Sakit, membawa anak saya, 3,5th yang dalam sebulan ini kena beberapa bisul di kepala bagian depan, sekitar kening. Sebetulnya tidak ada rencana ke Dokter (karena saya anggap 'sekedar bisul biasa'), tapi karena bisul terakhir ini (dari beberapa bisul sebelumnya) agak besar dan sudah mulai pecah, sedangkan kami tidak lagi berani menanganinya, akhirnya kami bawa ke Dokter. Saat ketemu dokter, setelah ber-hai2, saya bilang bahwa anak saya kena bisul sambil saya tunjukan letaknya. Setelah anak saya berbaring, Dokter meletakkan Stetoskop di badan anak saya, lalu menulis Resep yang segera diberikan pada kami, tanpa memeriksa dan meninformasikan keadaan anak kami. Istri saya kemudian berinisiatif menanyakan beberapa hal yang dijawab dokter seadanya (jauh lebih sederhana dibanding jawaban ibu2 di milis...). Setelah itu saya membayar Sekitar Rp. 150.000, dengan Rp. 35.000 biaya 'KONSULTASI'. Memang sih, kalau untuk mengobati anak2, 35.000 bukanlah hal yang boleh dirisaukan. Tapi kalau sering seperti itu kesel juga. Yang menjadi pertanyaan, adakah Standar Mutu Pelayanan Dokter? atau semacam etika profesi? Dani >> Kirim bunga ke kota2 di Indonesia dan mancanegara? Klik, http://www.indokado.com/ >> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
