WISATA BUKU KE PUSTAKALOKA RUMAH DUNIA oleh Gola Gong "Nama saya.... Hm....," gadis Ciloang ini tampak gugup. "Ipah..... Sekolahnya.... kelas 3 SD Sumber Agung... Bapak... Dimyati..... Hobi.... baca... main rumah-rumahan...," lalu dia berlari dan duduk. Anak-anak yang lainnya dengan wajah tegang menunggu giliran. Ada yang hampir menangis dan ada yang tidak mampu mengeluarkan suaranya. Begitulah peristiwa yang terjadi di pustakaloka RUMAH DUNIA, pada soft launching, 4 Juli lalu. Ada sekitar 15 anak komplek Hegar Alam dan 5 anak dari kampung Ciloang. Sebelum diperbolehkan membaca buku, mereka diharuskan maju kedepan; memperkenalkan diri kepada teman-temannya. Tujuannya agar mereka terbiasa berbicara di depan orang banyak dan mudah mengemukakan gagasannya kelak. SANTAI Pustakaloka RUMAH DUNIA dibangun di tengah-tengah kebun seluas 500m2. Bangunannya berupa pendopo berukuran 5 X 4 meter, beratapkan daun kelapa, dan terbuka, sehingga angin bisa membelai-belai kita jika kegerahan. Juga dikelilingi pohon pisang yagn sekarang sedang panen, jambu batu yagn lebat berbuah, pohon Johar. Lima tahun lagi, pohon Rambutan, Mangga, Jambu Bol, Sukun, Lengkeng... Insya Allah... akan lebat berbuah pula.... Dan tempat ini akan makin teduh dan menyenangkan untuk wisata buku. Anak-anak juga bisa membaca dengan santai; rebah-rebahan, jungkir balik, tengkurep, bawabekel sendiri, pokoknya bebas lepas! Yang penting tidak bikin onar; teriak-teriak atau lempar batu sembunyi tangan! Dengan rak buku ukuran 2 X 2 M, koleksi bukunya sekarang mencapai 500 judul keatas dengan tema beragam. Ada bacaan untuk anak-anak mulai dari komik impor Kungfu Boy, Dora Emon, cergam nabi-nabi, majalah Bobo, dan yang sifatnya memacu kreatifitas, Nody, seri dongeng klasik dunia, dan masih banyak lagi. Yang seri ABG; serial 5 Sekawan dan novel terjemahan lainnya. Buat yang remaja seabrek! Novel terjemahan populer dari mancanegara, Hilman Lupus, Boim Le bon, novel Islami dari teman-teman Forum Lingkar Pena, serial Silat Senopati Pamungkas, Musahsi Candika, dan masih banyak lagi.....! Yang sastranya juga ada; dari novel Iwan Simatupang sampai puisinya WS Rendra! Majalah-mjalah juga numpuk; tabloid Annida, Bola, Tempo, Pantau, Jakarta Kliping, Hai, dan Suara Independen! TERBATAS Hanya saja, pustakaloka ini waktu kunjung untuk wisata bukunya masih terbatas. Masalahnya saya dari Senin sampai Jumat ngantor di Jakarta. Sedangkan pagi hari, istri saya mesti nemenin Bella sekolah di TK Kecil. Akhirnya istri saya nyobain formula prematur untuk jadwal kunjung wisata buku ke pustakaloka RUMAH DUNIA, dengan perkiraan hari Sabtu dan Minggu dipergunakan untuk kehangatan keluarga. WISATA BACA SENIN, RABU, DAN KAMIS PAGI: Jam 10.00am - 12.00pm SIANG: Jam 14.00pm - 16.00pm WISATA DONGENG SEBULAN SEKALI, SETIAP AWAL BULAN HARI RABU, jam 16.00pm WISATA BACA DAN TULIS SENIN, RABU, DAN KAMIS SETIAP JAM 14.00pm - 16.00pm AKHIR BULAN SEDANG DIRANCANG: 1. LOMBA MEWARNAI 2. LOMBA MENGGAMBAR 3. LOMBA MENULIS CERITA PENGALAMAN SEHARI-HARI 4. LOMBA MEMBACA CERITA/MENDONGENG Untuk lomba yang sifatnya memacu kreatifitas, kami bermaksud memberi mereka hadiah alakardnya berupa alat-alat tulis atau buku. Ini semua rencana yang esdang kami susun. Semoga Allah meridhoi niat baik kami ini. MANFAAT Kami (saya dan istri) dengan segala keterbatasan, mencoba mewujudkan impian ini. Sebetulnya mimpi-mimpi ini berawal dari kondisi di Banten, yang sangat rendah iklim membaca dan mengkajinya. Kami berpikir, rasanya untuk mengubah Banten sangatlah tidak mungkin. Lantas kami bersiasat, bagaimana kalau dimulai di rumah dan menularkannya ke llingkungan tempat kami tinggal; kampung Ciloang. Kami menempati sebuah enclave modern, dimana penduduk Ciloang yang hanya berjarak 700m dari pintu tol Serang Timur, menjual tanah warisannya kepada pengembang untuk dijadikan tanah kavling. Kami menempati kavling seluas 200m2. Di awal tahun 2002, kami mendapat rezeki dari Allah lewat PT. Indika Entertainment. Beberapa novel saya dibeli hak ciptanya untuk diangkat ke sinetron. Lalu rezeki berlimpah itu kami investasikan ke sebidang tanah esluas 500m2 di halaman belakang rumah. Supaya keberadaan kami bermanfaat, tanah itu akan kami fungsikan sebagai tempat rekreasi intelektual; seni dan budaya (pertunjukkan tater atau pembacaan puisi). Hanya saja, karena iklim setempat masih agamis dan tradisional, keinginan untuk membagun tempat rekreasi seni dan budaya (teater terbuka) kami tangguhkan dulu. Ternyata setelah kami putar tak..... yang paling cocok adalah memindahkan sebagian koleksi perpustakaan pribadi ke sini. Maka... bismillahirrahmanirrahim.... jadilah pustakaloka RUMAH DUNIA! Awalnya tempat itu kami beri nama stasiunbuku RUMAH DUNIA. Tapi, karena lokasinya berada di tengah kebun, kayaknya yang paling cocok "pustakaloka". ini memang terinspirasi oleh rubrik di harian KOMPAS. MALU Sudah dua mingguan pustakaloka resmi dibuka. Menurut laporan dari istri saya, animonya tidak seantusias ketika kebun itu kami buka untuk bermain. Pernah memang selama satu bulan, kebun itu kami fungsikan sebagai arena bermain. Semua stok permainan Bella - Abi disimpan di sana. Sepanjang hari, tak ada lelahnya, anak-anak Ciloang dan Komplek bermain di sana. Ada yang maih istana pasir, main rumah-rumahan, main ban, manjat-manjat pohon.... Tapi, ketika makin hari mainan kedua anak kami berkurang dan habis.... kebun itu kami alihfungsikan sebagai tempat wisata buku. "Ipah itu sudah kelas tiga, tapi belum bisa baca," cerita istri saya. "Setiap jam dua belas, setelah pulang sekolah, dia sudah nongkrong untuk belajar baca!" Sebetulnya banyak sekali anak-anak kampung Ciloang yang belum bisa baca dan tulis, tapi mereka bersekolah. Ketika kami suruh untuk datang, mereka dengan kompak menjawab: malu! Sedangkan anak-anak komplek, mereka kadangkala suka merasa enggan, jika ada anak-anak kampung ikut nimbrung membaca buku. Istri saya geleng-geleng kepala jika menyaksikan peristiwa ini. "Papah! Temen-temen Bella suka bilang 'anak kampung'. Nggak boleh 'kan. Harusnya 'anak Ciloang'," begitu Bella suka bercerita pada saya. Istri saya biasanya menyikapi hal itu dengan mendongeng. Celakanya, jika Sabtu-Minggu, ketika saya ingin bercengkrama dengan keluarga, anak-anak kampung suka berdiri di pintu pagar! Mereka ingin mmebaca buku! Masya Allah!
Semoga niat baik kami ini mendapat ridho dari Allah SWT. Amien. Tertanda Pustakaloka RUMAH DUNIA Komplek Hegar Alam 40 >> Kirim bunga ke kota2 di Indonesia dan mancanegara? Klik, http://www.indokado.com/ >> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
