Jika Anda lebih percaya diri, maka Anda akan lebih mudah 
memperbaiki dan meluruskan berbagai paradigma di dalam 
diri Anda. Anda akan lebih mudah menjadi orang yang 
sukses. Sebab, Anda punya kekayaan paradigma.

Paradigma Anda yang mendasar adalah paradigma tentang 
berkomunikasi dan menjalani hidup. Jika Anda percaya 
diri, maka Anda akan lebih bisa menerima pelurusan dan 
perbaikan paradigma, yang sebenarnya selalu datang 
kepada Anda dengan sangat setia.

Dengan kekayaan paradigma, Anda akan lebih mudah dalam 
meng-encoding dan men-decoding berbagai pesan dari 
lingkungan bisnis, sosial, dan pribadi Anda. Ingatlah 
bahwa segala hal, adalah tentang memberi dan menerima. 
Dan ketahuilah, keduanya adalah fenomena khas dalam 
berkomunikasi.

Dengan fleksibilitas yang lebih baik saat menunggangi 
paradigma, dan Anda akan lebih reseptif, dan Anda akan 
open minded.

Dengan fleksibilitas semacam itu, Anda akan lebih 
efisien dengan umur Anda. Dengan open minded, Anda akan 
pandai dalam mengambil hikmah dari berbagai peristiwa 
dan fenomena. Anda akan bergerak dengan sangat cepat, 
tanpa ketinggalan memetik berbagai hikmat dan manfaat. 
Anda akan lebih mudah menerima segala sesuatu, apa 
adanya.

Anda bisa melakukannya, jika rasa percaya diri Anda 
telah menjadi konsep dan kerangka kerja.

(Ya! Pahamilah mulai sekarang, bahwa percaya diri adalah 
skill, konsep, dan paradigma. Dengan begitu, ia bisa 
dipelajari dan diasah. Ia punya struktur, dan ia punya 
bentuk yang nyata. Selama ini, Anda mungkin masih belum 
melihatnya, dan kemudian meraihnya sejalan dengan proses 
alamiah karir Anda. Menjadi supervisor, Anda mulai 
merasa percaya diri. Menjadi manager, percaya diri Anda 
naik lagi. Menjadi direktur, percaya diri Anda bertambah 
lagi. Tahukan Anda? Rasa percaya diri Anda bisa melesat 
ratusan kilometer ke depan, bahkan di saat Anda masih 
menjadi pegawai biasa! Dan ketahuilah, ialah yang akan 
menjadi lokomotif Anda. Dan tarikannya, alamaak luar 
biasa!)

Jika rasa percaya diri Anda telah menjadi sebuah 
paradigma, maka apa yang ada pada Anda, bukanlah rasa 
percaya diri yang semata-mata alamiah, bukan pula rasa 
percaya diri yang tradisional. Bukan rasa percaya diri 
yang hanya tumbuh dengan mendompleng bertambahnya 
kekayaan dan kekuasaan.

Rasa percaya diri sebagai paradigma, adalah rasa percaya 
diri yang telah menjadi conceptual framework bagi Anda. 
Rasa percaya diri yang telah jauh di depan, yang lebih 
dekat lagi pada kenyataan kesuksesan. Jauh, jauh lebih 
dekat daripada jarak antara fisik Anda dan target Anda.

Itu sebabnya, Stephen Covey di dalam Seven Habits 
mengatakan, "communication is the most important skill 
in life."

Komunikasi, adalah pintu masuk untuk menuju kekayaan 
akan paradigma. Lebih percaya diri berkomunikasi, punya 
arti bahwa Anda telah membuka pintu itu lebar-lebar. 
Untuk paradigma yang masuk, dan untuk paradigma yang 
keluar.

Dengannya, Anda juga akan menikmati kemudahan dalam 
menularkan berbagai paradigma, kepada orang-orang di 
sekitar Anda. Sebab, Anda tidak lagi berkacamata kuda. 
Anda telah terbuka dalam memberi dan menerima. Bukankah 
itu, yang menjadi kenyamanan paling berharga bagi 
mereka?

Kirim email ke