Surya.

Penggunaan penyedap rasa pada makanan yang akan dikonsumsi anak-anak 
dapat berdampak negatif.
 
      MSG Berbahaya untuk Pertumbuhan Anak        
      Tuesday, 06 November 2007  
      MSG atau monosodium glutamat, banyak dipakai sebagai penegas 
cita rasa untuk membuat masakan menjadi gurih dan enak. Penyedap 
rasa ini tergolong dalam Bahan Tambahan Makanan (BTM). Meski tidak 
dilarang oleh Departemen Kesehatan namun penggunaan MSG sebaiknya 
tidak dijadikan kebiasaan, apalagi dalam takaran berlebihan MSG 
cukup berbahaya bagi pertumbuhan anak.

      Cara kerja MSG adalah dengan menstimulasi reseptor di indera 
perasa. Dalam lidah kita terdapat reseptor untuk setiap rasa, 
misalnya manis, asam, asin, pahit, dan sebagainya. Jika suatu 
masakan daging diberi MSG maka ketika kita memakannya, cita rasa 
daging tersebut akan semakin kuat sehingga terasa lebih enak.

      Menurut Ahli Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas 
Sumatera Utara, Prof dr Aznan Lelo PhD SpFK, penggunaan penyedap 
rasa pada makanan yang akan dikonsumsi anak-anak dapat berdampak 
negatif. Dampak yang ditimbulkan antara lain kerusakan retina 
sehingga anak bermata juling, kerusakan otak, gangguan hormonal, 
hingga gangguan jiwa.

      "Untuk itu, seharusnya orang tua tidak memberikan penyedap 
rasa pada makanan yang dikonsumsi, serta membatasi anak-anak untuk 
membeli jajanan di luar," kata Aznan.

       Anak-anak yang terbiasa mengonsumsi makanan yang diberi 
penyedap rasa biasanya akan menolak jika disajikan makanan tanpa 
MSG. "Bahkan, susu formula saja yang mengunakan DHA dan DHHHHA itu, 
juga menggunakan penyedap rasa. Buktinya anak-anak biasanya tidak 
akan mau kalau susunya diganti dengan susu merek yang lain," kata 
Aznan.

      Sementara itu pada orang dewasa penggunaan MSG yang berlebihan 
bisa menimbulkan gejala yang disebut Chinese Restaurant Syndrome 
dengan reaksi mati rasa, pusing, atau gatal-gatal beberapa jam 
setelah mengonsumsi makanan.

      Aznan menyarankan agar orangtua mengurangi konsumsi penyedap 
rasa. "Jika tidak bisa dihindari, sebaiknya konsumsinya dikurangi, 
atau setelah memakan makanan yang menggunakan penyedap rasa 
sebaiknya langsung mengkonsumsi bawang putih atau penetralisir 
lainnya," ujarnya.

      Batas maksimum penggunaan MSG dalam makanan adalah tiga gram 
per hari, sedangkan untuk anak batas maksimumnya satu gram sehari 
(satu sendok teh peres). Yang perlu diperhatikan adalah bukan hanya 
makanan yang dimasak di rumah saja yang memakai MSG, jajanan dan 
makanan di restoran pun kebanyakan memakai tambahan MSG. 

      Mie instant, snack, dan minuman ringan pun tak luput dari MSG. 
Karena itu untuk amannya sebaiknya hindari sama sekali penggunaan 
penyedap rasa saat memasak. Bukankah negeri kita kaya akan bumbu 
rempah-rempah yang lebih alami dan sanggup membuat masakan terasa 
kelezatannya? 


mediacare
http://www.mediacare.biz

Kirim email ke