----- Original Message -----
From: andang food review
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Saturday, December 08, 2007 11:05 AM
Subject: [tea-indonesia] emergency food !
Dear Profesional,
Berikut adalah petikan informasi penting seputar isu emergency foods. Semoga
informasi ini bermanfaat bagi kemajuan industri dan perusahaan Bapak Ibu
sekalian.
best regards,
Andang
Emergency Foods !
Bencana alam yang sering terjadi akhir-akhir ini mengakibatkan penderitaan
yang mendalam bagi korban dan pengungsi. Sebagai salah satu hak dasarnya,
pengungsi dan korban bencana alam harus tetap mendapat asupan pangan yang layak
dan memadai. Dalam prakteknya, saat ini untuk memenuhi kebutuhan tersebut,
banyak lembaga-lembaga pemberi bantuan yang mendirikan dapur umum. Menu yang
disediakan di dapur umum biasanya disesuaikan dengan kebiasaan daerah pengungsi
dengan tetap memperhatikan kebutuhan gizinya. Walau dalam kondisi penuh
keterbatasan, masalah sanitasi dan kehigienisan dalam dapur umum harus tetap
diperhatikan. Sebab, jika tidak akan mengakibatan bencana lain yang tidak
kalah mengerikan, yaitu keracunan pangan.
Kondisinya akan sangat berbeda dalam kondisi bencana yang terjadi secara
tiba-tiba, dimana dapur umum tidak memungkinkan didirikan pada waktu tertentu.
Dalam hal ini, diperlukan desain pangan khusus yang bergizi dan praktis untuk
didistribusikan serta dikonsumsi. Dengan mencontoh meal ready to eat (MRE)
yang dikembangkan untuk kepentingan militer, konsep high energy dense nutrition
food merupakan solusi untuk mengatasi hal tersebut. Saat ini, bentuk pangan
yang banyak digunakan adalah biskuit dan energy bar. Bahkan, bukan hanya untuk
daerah bencana, konsep tersebut juga telah digunakan oleh banyak lembaga,
seperti World Food Programme of United Nations (UN WFP) untuk mencapai
daerah-daerah terpencil dalam mengatasi malnutrisi. Di Indonesia, UNWFP
bekerja sama dengan beberapa industri pangan Indonesia mengembangkan biskuit
berfortifikasi dalam memerangi defisiensi zat gizi, terutama vitamin dan
mineral.
Untuk melindungi emergency food products yang dalam distribusinya mungkin
akan mendapat perlakuan dan kondisi yang "tidak ramah", teknologi proses
seperti ekstrusi dan mikroenkapsulasi bisa menjadi pilihan. Selain itu,
teknologi pengawetan seperti radiasi sinar gamma atau retort, serta pengemasan
menggunakan fleksibel packaging bisa turut mendukung perlindungan tersebut.
Dalam edisi akhir tahun ini, FOODREVIEW INDONESIA membahas berbagai
informasi dan teknologi tersebut. Pentingnya emergency foods bukan hanya
ditinjau dari sisi bisnis, tetapi lebih dari itu, desain emergency foods
penting sebagai wujud tanggung jawab sosial industri pangan dalam menyediakan
kebutuhan pangan yang bermartabat bagi pengungsi dan masyarakat yang
membutuhkan.
Informasi lebih jauh seputar 'Emergency Foods' dapat disimak di :
MAJALAH FOODREVIEW INDONESIA
Edisi Desember 2007
di toko-toko buku terkemuka di kota anda.
DIV class="MsoNormal">
Untuk berlangganan, silakan menghubungi :
Didik/Tissa
FOODREVIEW INDONESIA
Telp. 0251-310441
SMS. 021-70219945
Emai. [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
FOODREVIEW Indonesia
Jalan Wulung No.11, Perumahan Lampiri, Pakuan - Bogor 16143 - Indonesia
Mobile 08161852805
e-mail :[EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
------------------------------------------------------------------------------
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.16.17/1177 - Release Date: 07/12/2007
13:11