----- Original Message ----- 
  From: Bhanu Sri Nugraha 
  To: [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Friday, January 04, 2008 4:08 PM
  Subject: SANTAP AWARD 2007


  Santap RBTV Tahun 2007 diwarnai dengan berbagai hal yang menjadikan tim kami 
semakin kuat. Segala macam rintangan dan kendala baik hubungan antar personel, 
maupun faktor alam nampaknya akan terus kami hadapi dan akan dituntaskan. Di 
tahun itulah geliat usaha kuliner di Jogja sangat terasa. Beberapa warung yang 
sepi mulai rame, resto dan kafe tumbuh dimana-mana, bahkan buka cabang adalah 
hal yang biasa. Tempat-tempat yang dulu biasa saja, kini mulai berbenah diri 
dan menata tempat dan pelayanan untuk merebut hati konsumen. Konsep one stop 
service alias tempat makan yang diisi rame-rame mulai ngetrend dan bisa 
menjaring konsumen dengan mudah.



  Berpedoman dari puluhan episode itulah tim Santap memberikan penghargaan 
dengan beberapa kategori, terhadap pelaku usaha kuliner yang beroperasi di 
wilayah DIY. Penilaian dilakukan secara bertahap dari hasil observasi maupun 
investigasi yang terdokumentasikan dengan baik selama tahun 2006 - 2007. Tim 
penilai adalah tim Santap itu sendiri, dengan penilaian berdasar pada observasi 
langsung saat syuting berlangsung, dan investigasi (undercover) setelah 
syuting. Adapun hal-hal yang dijadikan penilaian meliputi Pelayanan, Rasa, 
Suasana, & Harga.

  Berikut adalah daftar tempat makan Terbaik:
  Kategori Cafe –> Dixie easy dining
  Kategori Tempat minum –> Kopi Blandongan
  Kategori Resto –> Muara Kapuas
  Kategori Warung Makan –> Kindai
  Kategori Warung Makan non Permanen –> Nasi Goreng Kambing Ari
  Pendatang Baru –> FoodFest



  Ada banyak kendala yang dihadapi beberapa tempat yang kami shoot… terutama 
setelah ditayangkannya acara Santap (setiap Sabtu 18:30 - 19:00). Ada tempat 
yang kehabisan stok ketika pemirsa menginginkan sajian seperti yang di 
televisi. Ada pula pemirsa yang tidak menduga bahwa tempat makan tersebut 
sangat kecil, gelap, atau baru dibuka. Di suatu warung bahkan libur ketika 
banyak orang yang datang ingin mencoba makanannya. Sebuah warung tenda di Jalan 
solo pernah memberikan makanan sangat spesial kepada kami saat shooting, tapi 
begitu saya datangi di lain hari makanan tersebut menjadi biasa saja. Ada pula 
yang memberikan porsi makan lebih besar kepada kami yang berakibat di komplain 
pemirsa karena bentuknya tidak sama seperti yang ada di tivi. Yang paling 
mengenaskan, ada yang tidak bersabar dalam bisnis kuliner, sehingga beberapa 
waktu setelah di syuting resto tersebut malah tutup.



  Diperlukan kesabaran ekstra untuk bisnis yang menggiurkan tapi dengan resiko 
tinggi ini. Dari margin yang besar ternyata mengandung resiko yang besar pula. 
Seseorang harus siap menjaga mutu produk, suplai, rasa, dan pelayanan. Karena 
amat mudah bagi konsumen untuk pindah ke lain resto. –**


  all about SANTAP in Here



------------------------------------------------------------------------------
  Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition. 
  Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.17.13/1208 - Release Date: 03/01/2008 
15:52

Kirim email ke