Orang Batak Makan Pake Keringat?

Judul di atas baru sebatas pertanyaan. Benar nggak sih, kalau orang Batak makan 
harus keluar keringat baru enak dan puas? Dalam sebuah wawancara di media 
cetak, pemilik Lapo Nitondongta pernah bercerita. Dulu lapo ternama di kawasan 
Senayan itu pernah memasang AC. Tapi apa yang terjadi, laponya jadi sepi. AC 
pun kemudian dilepas. Lapo ini pun rame kembali dan semakin terkenal. Habis 
makan pelanggan lapo ini pasti berkeringat. Penyebabnya makanan yang hangat dan 
udara yang hangat pula.

Fakta lain bisa kita lihat pada saat pesta perkawinan orang Batak. Hampir semua 
gedung yang digunakan jarang menggunakan AC. Padahal tamu-tamu yang datang 
biasanya menggunakan kebaya (dan sanggul) serta jas untuk yang pria. Belum lagi 
biasanya tamu yang selalu penuh sesak. Bisa dibayangkan bagaimana panasnya suhu 
udara dalam gedung. Tapi tetap saja tamu-tamu enjoy saat waktunya makan tiba. 
Makan lahap dan bisa bungkus lagi. (Soal bungkus, ini kebiasaan jelek orang 
Batak ke pesta. Sengaja bawa kantongan dari rumah). Yang jelas tetap aja di 
pesta makan sambil berkeringat.


Selanjutnya baca di http://bakmihoras.blogspot.com 





mediacare
http://www.mediacare.biz

Kirim email ke