Kamis, 31 Januari 2008
BANDAR LAMPUNG

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Wali Kota Bandar Lampung Eddy Sutrisno rencananya 
akan membuka kawasan wisata kuliner di Jalan Katamso, Tanjungkarang Pusat, usai 
salat jumat besok.

Tahap awal, kawasan ini terdiri dari 20 pedagang makanan gerobak bantuan dari 
Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Perindag). Mereka merupakan hasil 
seleksi dari 42 pedagang yang mengajukan usulan mendapatkan bantuan gerobak, 
kursi, meja, tenda, sebagai peralatan dagangan yang akan ditempatkan di kawasan 
wisata kuliner.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) kota Bandar Lampung Enny 
Wahyuni mengatakan pusat santap malam yang akan menjadi salah satu kawasan 
wisata kuliner ini akan menjadi percontohan.

Untuk itu, dia sangat berharap, pedagang yang sudah mendapatkan tempat dan 
bantuan peralatan ini, dapat memperhatikan rasa, kebersihan, dan keindahan 
tempat di kawasan wisata kuliner.

"Hari Jumat (1-2), nanti, Wali Kota akan membuka langsung kawasan itu dan 
masyarakat sudah dapat memulai menikmati hidangan yang bapak-ibu berikan," kata 
Enny saat pengarahan kepada pedagang di Kantor Diperindag Kota, Rabu (30-1).

Enny mengatakan tujuan dibukanya kawasan wisata kuliner untuk memperkenalkan 
dan mengembangkan potensi wisata yang ada di Bandar Lampung dan memberi peluang 
kepada pedagang makanan untuk mengembangkan ekonomi keluarga.

Selain itu, memperkenalkan produk makanan khas Lampung, menjadi salah satu 
kawasan wisata kuliner, dan mengembangkan potensi dan sumber daya alam guna 
menarik investasi.

"Untuk tahap awal, bantuan dari pemerintah pusat berupa 20 gerobak makanan, 
meja kursi dan tenda. Jika dianggap berhasil, pemerintah pusat akan menambah 
bantuan pengembangan kawasan wisata kuliner yang menjadi percontohan ini," kata 
dia.

Langkah yang sudah diambil Deperindag, lanjut Enny, pihaknya sudah melakukan 
seleksi pedagang yang akan menempati 20 gerobak makanan tersebut.

Dari 42 pedagang makanan yang mengajukan usulan, diseleksi menjadi 20 pedagang 
saja. Sedangkan makanan yang akan disajikan berbagai aneka kuliner. Misalnya, 
beraneka ragam nasi, sop, mi, soto, steak, jus, dan es.

Sedangkan Ny. Elo, salah seorang pedagang yang mendapatkan bantuan gerobak, 
mengaku sangat senang dengan adanya bantuan tersebut. Terlebih, selain gerobak, 
bantuan juga berupa kursi dan meja, serta tenda.

"Tinggal bagaimana pedagang memanfaatkan bantuan itu bagi pengembangan ekonomi 
keluarga. Kami sebagai pedagang sudah sepakat untuk melaksanakan 
perjanjian-perjanjian yang dibuat oleh Disperindag," kata Ny. Elo. n KIM/K-2

http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2008013101491523



mediacare
http://www.mediacare.biz

Kirim email ke